UIGMUIGM

Global Expert: Jurnal Bahasa dan SastraGlobal Expert: Jurnal Bahasa dan Sastra

Bahasa dalam media massa memainkan peran penting dalam membentuk opini publik, sehingga kesalahan bahasa pada tingkat morfologis dapat mengurangi kualitas informasi yang disampaikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis kesalahan morfologis dalam headline Harian Singgalang, terbitan edisi Agustus-November 2025. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan teknik membaca dan mencatat. Teknik analisis data meliputi tahap identifikasi, klasifikasi, deskripsi, dan evaluasi kesalahan morfologis, khususnya pada aspek afiksasi, reduplikasi, dan compounding. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesalahan morfologis dengan kesalahan compounding sebagai yang paling dominan, dengan 20 data, seperti penulisan kata majemuk yang tidak sesuai dengan aturan EYD V. Faktor utama yang menyebabkan kesalahan adalah kurangnya pengetahuan penulis tentang aturan linguistik dan kecenderungan menggunakan bentuk yang tidak benar. Temuan ini menyimpulkan bahwa ada kebutuhan untuk meningkatkan kesadaran dan kompetensi linguistik bagi editor media massa untuk menjaga kualitas bahasa jurnalistik. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi media dalam meningkatkan penggunaan bahasa Indonesia dan berkontribusi pada pelestarian bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam komunikasi publik.

Penelitian ini mengidentifikasi tiga kategori kesalahan morfologis bahasa Indonesia dalam headline Harian Singgalang (edisi Agustus-November 2025).Kesalahan compounding merupakan bentuk yang paling dominan, dengan 20 dari 60 kesalahan total (33,3%), diikuti oleh kesalahan affixation dan reduplication.Hasil ini menunjukkan bahwa pembentukan batas kata yang tidak benar masih menjadi tantangan morfologis yang paling sering dalam penulisan jurnalistik, khususnya terkait dengan aturan pembentukan kata bahasa Indonesia yang distandarkan dalam EYD V dan KBBI.Dominasi kesalahan compounding mencerminkan kesenjangan yang tetap dalam menerapkan konvensi pemisahan kata, seperti dalam tanggung jawab, bertanggung jawab, dan penanggung jawab.Selain itu, temuan mengungkapkan bahwa kesalahan affixation dan reduplication terus terjadi, meskipun kurang sering, menunjukkan ketidakkonsistenan yang lebih luas dalam menerapkan struktur morfologis standar dalam teks jurnalistik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama yang menyebabkan kesalahan ini adalah kurangnya kesadaran tentang aturan linguistik dan kebiasaan mengandalkan bentuk yang tidak benar.Temuan ini menyiratkan bahwa institusi media massa memerlukan pengawasan editorial yang lebih sistematis dan pelatihan linguistik untuk meningkatkan akurasi bahasa jurnalistik, terutama dalam penulisan headline.Penting untuk memahami bahwa bahasa tidak hanya penting dalam dunia pendidikan, tetapi juga aspek utama dalam kehidupan sosial, termasuk media berita sebagai tempat komunikasi publik.Bukan hanya secara lisan, tetapi bahasa juga dapat digunakan dalam tulisan.Oleh karena itu, penting bagi kita untuk belajar dan terbiasa menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai dengan aturan linguistik.Hasil penelitian ini dapat secara praktis digunakan sebagai informasi tambahan bagi tim editorial media berita online Harian Singgalang dalam menulis berita sesuai dengan aturan bahasa Indonesia yang berlaku.

Berdasarkan temuan penelitian, berikut adalah saran penelitian lanjutan:. . 1. Mengembangkan modul pelatihan linguistik khusus untuk editor media massa, dengan fokus pada aspek morfologi dan ejaan bahasa Indonesia. Modul ini dapat mencakup latihan interaktif dan contoh-contoh kesalahan yang sering terjadi, serta strategi untuk mengidentifikasi dan memperbaiki kesalahan tersebut.. . 2. Melakukan penelitian komparatif antara media massa cetak dan online dalam hal kesalahan morfologis. Penelitian ini dapat mengeksplorasi perbedaan dan kesamaan dalam kesalahan yang terjadi, serta faktor-faktor yang memengaruhi tingkat kesalahan di masing-masing platform.. . 3. Menganalisis dampak kesalahan morfologis pada kredibilitas dan penerimaan publik terhadap media massa. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana kesalahan morfologis mempengaruhi persepsi pembaca terhadap kualitas berita dan kredibilitas media, serta strategi-strategi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kepercayaan pembaca.. . Dengan menggabungkan ketiga saran ini, penelitian lanjutan dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas bahasa jurnalistik dan membantu media massa dalam menjaga kredibilitas dan integritas bahasa Indonesia dalam komunikasi publik.

  1. ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA PADA SOSIALl MEDIA INSTAGRAM DALAM POSTINGAN, KOMENTAR, DAN CERITA SINGKAT... doi.org/10.37755/jsbi.v16i1.124ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA PADA SOSIALl MEDIA INSTAGRAM DALAM POSTINGAN KOMENTAR DAN CERITA SINGKAT doi 10 37755 jsbi v16i1 124
Read online
File size246.85 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test