LP3MZHLP3MZH

ASMARALOKA: Jurnal Bidang Pendidikan, Linguistik, dan Sastra IndonesiaASMARALOKA: Jurnal Bidang Pendidikan, Linguistik, dan Sastra Indonesia

Penelitian ini mengkaji morfem bentuk terikat bermakna numerik dalam bahasa Indonesia dengan latar belakang permasalahan terkait bagaimana bahasa ini mengakomodasi konsep numerik dan kuantitatif dalam pembentukan kosakata yang tepat untuk efisien. Tantangan utamanya adalah menemukan cara yang menyampaikan makna numerik yang stabil tanpa mengubah struktur dasar atau kelas kata. Namun, mekanisme penggunaan morfem numerik ini masih belum dipahami secara mendalam, terutama dalam kaitannya dengan stabilitas makna dan kontribusinya terhadap kosakata berbasis teknologi dan budaya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menggali fungsi dan struktur morfem numerik seperti bi- (dua), tri- (tiga), dan panca- (lima) dalam konteks morfologi bahasa Indonesia. Data diambil dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa morfem numerik terikat berperan penting dalam penyampaian informasi kuantitatif dan berfungsi sebagai alat pengembangan leksikon tanpa merubah kelas kata dasar. Selain itu, prefiks seperti mega- dan giga- memungkinkan bahasa Indonesia untuk mengikuti terminologi internasional yang umum di ranah ilmiah, seraya tetap mempertahankan sifat aglutinatifnya. Morfem numerik terikat ini menawarkan mekanisme bahasa yang efektif dan fleksibel untuk mendukung perkembangan kosakata yang relevan dengan kebutuhan komunikasi modern, baik dalam konteks global maupun pelestarian identitas budaya.

Penelitian ini menyoroti peran penting morfem numerik terikat sebagai klitiks dalam sistem morfologi bahasa Indonesia, yang terbukti mampu memperkaya leksikon dengan makna kuantitatif tanpa mengubah kelas atau struktur kata dasar.Morfem seperti bi- (dua), tri- (tiga), dan panca- (lima) berfungsi sebagai alat linguistik yang menghadirkan makna numerik di awal kata, memberikan kejelasan yang langsung dapat dikenali.Stabilitas morfem ini menjadi ciri khas yang signifikan dalam pembentukan kata baru, dan keberadaan klitiks ini juga memperkuat kemampuan bahasa Indonesia dalam beradaptasi dengan terminologi global serta melestarikan nilai-nilai budaya.

Penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk mengkaji lebih dalam mengenai bagaimana morfem numerik terikat berinteraksi dengan morfem lain dalam pembentukan kata majemuk, khususnya dalam konteks istilah-istilah ilmiah dan teknologi yang semakin berkembang. Selain itu, menarik untuk diteliti bagaimana penggunaan morfem numerik terikat dalam bahasa Indonesia dibandingkan dengan bahasa-bahasa lain di dunia, terutama bahasa-bahasa Austronesia lainnya, untuk mengidentifikasi kesamaan dan perbedaan dalam sistem morfologi. Terakhir, penelitian dapat difokuskan pada analisis sosiolinguistik mengenai persepsi dan pemahaman masyarakat terhadap penggunaan morfem numerik terikat dalam berbagai konteks komunikasi, termasuk media massa, pendidikan, dan percakapan sehari-hari, untuk memahami bagaimana morfem ini berkontribusi pada identitas bahasa dan budaya Indonesia.

  1. 0. pdf obj metadata endobj font procset text imageb imagec imagei mediabox contents group tabs ss lm... doi.org/10.36346/sarjall.2024.v06i01.0010 pdf obj metadata endobj font procset text imageb imagec imagei mediabox contents group tabs ss lm doi 10 36346 sarjall 2024 v06i01 001
Read online
File size327.08 KB
Pages19
DMCAReport

Related /

ads-block-test