UIGMUIGM
Global Expert: Jurnal Bahasa dan SastraGlobal Expert: Jurnal Bahasa dan SastraPerkembangan teknologi komunikasi digital telah mengubah cara media menyampaikan berita, termasuk berita ekonomi, yang semakin disajikan secara komunikatif melalui penggunaan bahasa kiasan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk bahasa kiasan dan menjelaskan fungsinya sebagai kritik sosial dalam wacana ekonomi program Meet Nite Live di Metro TV. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan perspektif stilistika. Sumber data penelitian ini terdiri dari ucapan presenter dalam program Meet Nite Live yang disiarkan di saluran YouTube Metro TV sepanjang tahun 2025. Peneliti terlebih dahulu mengidentifikasi episode yang membahas topik ekonomi, kemudian beberapa episode tersebut dipilih secara acak sebagai sumber data penelitian. Data dikumpulkan menggunakan teknik observasi dan catatan, serta dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña, yang mencakup kondensasi data, tampilan data, dan penarikan kesimpulan. Temuan menunjukkan bahwa bahasa kiasan berfungsi tidak hanya sebagai unsur estetika dalam penyajian berita ekonomi, tetapi juga sebagai mekanisme diskursif yang mengkonstruksi, menyederhanakan, dan mengevaluasi isu-isu ekonomi kompleks. Ditemukan tiga kategori utama bahasa kiasan, yaitu perbandingan, oposisi, dan penekanan. Kategori perbandingan mencakup personifikasi, perumpamaan, metafora, dan alusi; kategori oposisi mencakup ironi, sarkasme, paradoks, dan antitesis; sedangkan kategori penekanan mencakup repetisi dan hiperbola. Analisis menunjukkan bahwa setiap kategori memiliki fungsi yang berbeda dalam membangun kritik sosial. Bahasa kiasan perbandingan mengkonkretkan konsep ekonomi abstrak; bahasa kiasan oposisi menonjolkan kesenjangan antara harapan dan realitas sosial-ekonomi. Sebaliknya, bahasa kiasan penekanan memperkuat pesan kritik mengenai isu-isu seperti pengangguran, pemutusan hubungan kerja, pajak, kenaikan biaya hidup, dan ketimpangan ekonomi. Temuan ini menunjukkan bahwa analisis stilistik dan analisis kritik sosial saling melengkapi dalam menjelaskan bagaimana pilihan leksikal, pergeseran makna, dan ekspresi kiasan membangun makna dan mempengaruhi pemahaman publik tentang realitas ekonomi.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa bahasa kiasan dalam wacana ekonomi Meet Nite Live berfungsi tidak hanya sebagai unsur estetika, tetapi juga sebagai strategi untuk mengonstruksi dan menyampaikan kritik sosial.Ditemukan tiga kategori bahasa kiasan, yaitu perbandingan, oposisi, dan penekanan.Bahasa kiasan perbandingan, seperti personifikasi, perumpamaan, metafora, dan alusi, menyederhanakan isu ekonomi abstrak dengan mengubahnya menjadi representasi konkret yang terkait dengan pengalaman sehari-hari.Bahasa kiasan oposisi, seperti ironi, sarkasme, paradoks, dan antitesis, menonjolkan kontradiksi antara harapan sosial dan realitas ekonomi, sehingga memperkuat kritik terhadap kebijakan dan kondisi sosial.Sementara itu, bahasa kiasan penekanan, seperti repetisi dan hiperbola, mengintensifkan pesan kritik dengan menekankan kesulitan yang dialami masyarakat, seperti pengangguran, pemutusan hubungan kerja, masalah pajak, kenaikan biaya hidup, dan ketimpangan ekonomi.Temuan lebih lanjut menunjukkan bahwa analisis linguistik dan analisis kritik sosial saling berkaitan dalam menafsirkan wacana media.Analisis linguistik mengungkapkan bagaimana makna kiasan dibangun melalui pilihan leksikal, pergeseran makna, dan struktur retoris, sedangkan analisis kritik sosial menjelaskan bagaimana strategi linguistik ini merepresentasikan evaluasi terhadap kondisi ekonomi dan kebijakan publik.Interaksi antara kedua analisis menunjukkan bahwa bahasa kiasan memungkinkan isu ekonomi kompleks dikomunikasikan dalam bentuk yang lebih mudah diakses sekaligus mengekspresikan perspektif kritis terhadap realitas sosial.Oleh karena itu, bahasa kiasan dalam Meet Nite Live memiliki fungsi ganda.menyederhanakan informasi ekonomi bagi penonton dan berfungsi sebagai medium retoris untuk menyampaikan kritik sosial.Penelitian ini berkontribusi pada studi stilistika dan wacana media dengan menunjukkan bahwa ekspresi kiasan dalam berita ekonomi kontemporer bukan hanya fitur dekoratif, tetapi juga strategi linguistik bermakna yang membentuk pemahaman publik tentang realitas ekonomi.
Berdasarkan temuan dan analisis dalam penelitian ini, berikut adalah beberapa saran untuk penelitian lanjutan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam tentang peran bahasa kiasan dalam membangun dan menyampaikan kritik sosial dalam wacana ekonomi. Penelitian ini dapat fokus pada bagaimana bahasa kiasan digunakan untuk mengkonstruksi makna dan mempengaruhi pemahaman publik tentang realitas ekonomi. Kedua, penelitian dapat mengeksplorasi efek dan pengaruh bahasa kiasan dalam wacana ekonomi terhadap pemirsa atau pembaca. Bagaimana bahasa kiasan dapat memengaruhi persepsi dan sikap mereka terhadap isu-isu ekonomi? Apakah ada perbedaan pengaruh antara berbagai jenis bahasa kiasan? Ketiga, penelitian lanjutan dapat menyelidiki bagaimana bahasa kiasan digunakan dalam program-program berita lain, baik di televisi maupun media digital, dan bagaimana hal itu mempengaruhi penyajian berita ekonomi secara keseluruhan. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi lebih lanjut dalam memahami peran bahasa kiasan dalam komunikasi ekonomi dan kritik sosial.
- Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... doi.org/10.1007/s41701-016-0003-6Client Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site doi 10 1007 s41701 016 0003 6
- BAHASA FIGURATIF DALAM NOVEL SUPERNOVA KARYA DEWI LESTARI : PENDEKATAN STILISTIKA | BASASTRA: JURNAL... doi.org/10.24114/bss.v8i2.14456BAHASA FIGURATIF DALAM NOVEL SUPERNOVA KARYA DEWI LESTARI PENDEKATAN STILISTIKA BASASTRA JURNAL doi 10 24114 bss v8i2 14456
- Analisis Gaya Bahasa Sinisme pada Novel Gendut? Siapa Takut! Karya Alnira | JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu... doi.org/10.54371/jiip.v7i5.4409Analisis Gaya Bahasa Sinisme pada Novel Gendut Siapa Takut Karya Alnira JIIP Jurnal Ilmiah Ilmu doi 10 54371 jiip v7i5 4409
| File size | 672.04 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
UIGMUIGM Variasi format mendengarkan sering kali membingungkan mereka karena mereka kekurangan informasi terkait strategi yang tepat untuk setiap format. MahasiswaVariasi format mendengarkan sering kali membingungkan mereka karena mereka kekurangan informasi terkait strategi yang tepat untuk setiap format. Mahasiswa
UIN Ar-RaniryUIN Ar-Raniry Hasil penelitian menunjukkan dua domain strategis utama, yaitu: (1) pemasaran digital yang menyasar wisatawan dari negara-negara Timur Tengah dan (2) pengembanganHasil penelitian menunjukkan dua domain strategis utama, yaitu: (1) pemasaran digital yang menyasar wisatawan dari negara-negara Timur Tengah dan (2) pengembangan
UMMUMM Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana nilai-nilai tersebut dalam interaksi dalian na tolu membangun karakter religius melalui keluarga danPenelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana nilai-nilai tersebut dalam interaksi dalian na tolu membangun karakter religius melalui keluarga dan
UMMUMM Penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan inklusif di pesantren dapat diwujudkan melalui peningkatan kurikulum, mutu guru, serta penerapan nilai at‑taarufPenelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan inklusif di pesantren dapat diwujudkan melalui peningkatan kurikulum, mutu guru, serta penerapan nilai at‑taaruf
UMMUMM Pembelajaran berbasis proyek mengembangkan keterampilan kepedulian sosial pada siswa, meskipun perencanaan dan pelaksanaannya sulit dilakukan. KesadaranPembelajaran berbasis proyek mengembangkan keterampilan kepedulian sosial pada siswa, meskipun perencanaan dan pelaksanaannya sulit dilakukan. Kesadaran
UMMUMM Mahasiswa dapat menggunakan edupreneurship untuk belajar keterampilan seperti mengelola uang, memiliki mental yang kuat, kreatif, dan mampu memecahkanMahasiswa dapat menggunakan edupreneurship untuk belajar keterampilan seperti mengelola uang, memiliki mental yang kuat, kreatif, dan mampu memecahkan
POLIMEDIAPOLIMEDIA Evaluasi dilakukan lewat satu kegiatan yang disebut dengan kumawus. Hasilnya, hanya setengah dari anggota rukun yang ikut melaksanakan mapalus dalam kegiatanEvaluasi dilakukan lewat satu kegiatan yang disebut dengan kumawus. Hasilnya, hanya setengah dari anggota rukun yang ikut melaksanakan mapalus dalam kegiatan
UIN Ar-RaniryUIN Ar-Raniry Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskripsi kualitatif. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik simak dan teknik catat. DataPenelitian ini menggunakan metode penelitian deskripsi kualitatif. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik simak dan teknik catat. Data
Useful /
UIGMUIGM Data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, sedangkan data kuantitatif diperoleh menggunakan kuesioner skala Likert 4 poin. PesertaData kualitatif dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, sedangkan data kuantitatif diperoleh menggunakan kuesioner skala Likert 4 poin. Peserta
UIGMUIGM Temuan tersebut mengindikasikan bahwa pembelajaran bahasa Indonesia pada Phase D telah mengimplementasikan prinsip deep learning yang berorientasi padaTemuan tersebut mengindikasikan bahwa pembelajaran bahasa Indonesia pada Phase D telah mengimplementasikan prinsip deep learning yang berorientasi pada
POLIMEDIAPOLIMEDIA Pelatihan English for Hospitality meningkatkan kesadaran staf Camp Hulu Cai akan pentingnya kompetensi bahasa Inggris dalam meningkatkan pelayanan danPelatihan English for Hospitality meningkatkan kesadaran staf Camp Hulu Cai akan pentingnya kompetensi bahasa Inggris dalam meningkatkan pelayanan dan
POLTEKKES PONTIANAKPOLTEKKES PONTIANAK Meskipun sudah ada perkembangan dalam pelayanan paliatif di Indonesia, masih banyak tantangan yang perlu diatasi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkanMeskipun sudah ada perkembangan dalam pelayanan paliatif di Indonesia, masih banyak tantangan yang perlu diatasi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan