GREENATIONPUBLISHERGREENATIONPUBLISHER

Jurnal Greenation Sosial dan PolitikJurnal Greenation Sosial dan Politik

Perkembangan kejahatan korporasi sejalan dengan peran korporasi yang semakin besar. Di Indonesia, kejahatan pajak diatur dalam Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (UU KUP). Masalah mendasar muncul karena UU KUP tidak secara eksplisit, jelas, dan tegas mengatur korporasi sebagai subyek hukum pidana, hanya menggunakan frase setiap orang. Masalah ini bertentangan dengan prinsip legalitas dalam hukum pidana. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan implementasi teori tanggung jawab pidana korporasi dan regulasinya dalam kejahatan pajak berdasarkan UU KUP. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif, dengan pendekatan statuta, analitis, dan kasus. Hasil menunjukkan bahwa implementasi tanggung jawab pidana korporasi diterapkan secara tidak konsisten dan menghadapi masalah legalitas mengenai subyek hukum dan sanksi. Studi kasus putusan pengadilan menunjukkan bahwa hakim melakukan rechtsvinding dengan menafsirkan frase setiap orang untuk mencakup entitas hukum, meskipun formulasi UU KUP diakui sebagai tidak jelas dan tidak rinci. Selain itu, sanksi kumulatif dalam UU KUP (penjara dan denda) secara hukum tidak dapat diterapkan pada korporasi. Hakim menyimpang dari sistem kumulatif dengan hanya menjatuhkan denda. Kesimpulan penelitian ini adalah implementasi tanggung jawab pidana korporasi dalam kejahatan pajak diterapkan secara tidak konsisten. UU KUP tidak secara eksplisit, jelas, dan tegas mengatur subyek hukum dan sanksi khusus untuk korporasi, sehingga menimbulkan masalah legalitas karena melanggar prinsip lex scripta, lex certa, dan lex stricta.

Berdasarkan analisis prinsip legalitas, ketentuan Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (UU KUP), dan praktik pengadilan, dapat disimpulkan bahwa penerapan tanggung jawab pidana korporasi dalam kejahatan pajak di Indonesia masih menghadapi berbagai hambatan dan inkonsistensi.UU KUP menggunakan istilah setiap orang tanpa secara eksplisit menyebutkan entitas hukum, menciptakan ambigu mengenai subyek hukum korporasi.Hal ini berdampak pada ketidakpastian hukum, khususnya dalam penerapan sanksi pidana kumulatif dalam bentuk penjara dan denda sebagaimana diatur dalam Pasal 39 UU KUP, karena penjara hanya dapat dijatuhkan kepada individu.Praktik rechtsvinding hakim memungkinkan korporasi dikenai denda, tetapi hal ini menciptakan perbedaan interpretasi antara pengadilan dan potensi ketidakadilan, sehingga prinsip lex scripta, lex certa, dan lex stricta tidak terpenuhi sepenuhnya.Inkonsistensi ini menunjukkan kebutuhan akan penyempurnaan regulasi untuk memastikan penerapan tanggung jawab pidana korporasi yang lebih jelas, konsisten, dan sesuai dengan prinsip legalitas.

Untuk mengatasi inkonsistensi dan tantangan dalam penerapan tanggung jawab pidana korporasi, diperlukan regulasi atau pedoman yang lebih jelas dari pihak legislatif atau otoritas terkait. UU KUP perlu direvisi untuk secara eksplisit mengidentifikasi entitas hukum sebagai subyek hukum pidana dan mendetailkan mekanisme dan jenis sanksi yang dapat diterapkan terhadap korporasi. Pedoman ini akan mendukung konsistensi dalam keputusan pengadilan, mengurangi perbedaan interpretasi di antara hakim, dan memperkuat kepastian hukum bagi semua pihak yang terlibat. Dengan regulasi yang tegas dan jelas, prinsip legalitas (lex scripta, lex certa, lex stricta) dapat diterapkan secara konsisten, sekaligus memastikan penegakan hukum pajak terhadap korporasi yang adil, efektif, dan dapat diprediksi. Selain itu, penting untuk mempertimbangkan mekanisme alternatif dalam menjatuhkan sanksi pidana kepada korporasi, seperti denda yang lebih tinggi atau sanksi administratif lainnya, untuk meningkatkan efek jera dan memastikan kepatuhan korporasi terhadap peraturan perpajakan.

  1. Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Greenation Sosial dan Politik (November 2025 - Januari 2026) | Jurnal Greenation... doi.org/10.38035/jgsp.v3i4Vol 3 No 4 2025 Jurnal Greenation Sosial dan Politik November 2025 Januari 2026 Jurnal Greenation doi 10 38035 jgsp v3i4
Read online
File size270.74 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test