WESTSCIENCE PRESSWESTSCIENCE PRESS
West Science Law and Human RightsWest Science Law and Human RightsThis study aims to explore the differences in the flexibility and adaptation of contract law in Indonesia which adheres to the civil law system and Singapore which is based on common law, as well as its implications for modern business. Contract law in Indonesia is still heavily dependent on the Civil Code (KUHPerdata), which dates back to the colonial era and has not undergone significant updates. This has led to stiffness in the implementation of contracts, especially in fast-growing business sectors such as digital technology. In contrast, Singapore has adopted a common law system, which is more flexible and able to adapt to changes in the economy and international business dynamics through the use of precedents. In a business context, flexibility and legal adaptation are essential because contracts often have to adapt to new emerging needs, including changes in technology, regulations, and market conditions. This study uses a normative juridical approach with a comparative method, examining laws, court decisions, and related academic literature. The case study of business contracts between Indonesian and Singaporean companies in the technology sector is also used as a study material to provide a practical view of the effectiveness of each countrys legal system in facing contemporary business challenges. The results show that Singapore excels in contract flexibility due to the use of precedents that allow for legal adjustments without the need for formal legislative changes. On the other hand, contract law in Indonesia is often unable to keep up with rapid developments due to rigid and outdated regulatory limitations. This difference has an impact on the speed and efficiency of contract dispute resolution in both countries, with Singapore being able to resolve disputes more quickly through a more responsive system. This study concludes that to increase competitiveness in the global economy, Indonesia needs to reform the Civil Code to be more flexible and adaptive like the one implemented in Singapore. These recommendations are important to ensure that Indonesia can create a more competitive business environment and support innovation, especially in the ever-evolving digital era.
The study highlights significant differences between Indonesias civil law system and Singapores common law in adapting to technological changes and impacting international business competitiveness.Indonesias rigid Civil Code hinders its ability to keep pace with modern developments, leading to slower dispute resolution.Conversely, Singapores common law system, leveraging precedents, offers greater flexibility and efficiency.To enhance global competitiveness, Indonesia must reform its contract law to be more responsive and supportive of the digital economy.
Berdasarkan temuan penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menganalisis secara mendalam dampak spesifik dari ketidakfleksibelan hukum kontrak Indonesia terhadap investasi asing langsung (FDI) di sektor teknologi, dengan fokus pada hambatan-hambatan yang dihadapi investor dan potensi kerugian ekonomi yang timbul. Kedua, studi komparatif yang lebih luas dapat dilakukan dengan melibatkan negara-negara lain yang berhasil mereformasi sistem hukum kontrak mereka untuk mendukung inovasi dan pertumbuhan ekonomi, seperti Estonia atau Selandia Baru, untuk mengidentifikasi praktik-praktik terbaik yang dapat diadopsi oleh Indonesia. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model hukum kontrak baru yang hibrida, menggabungkan prinsip-prinsip dari sistem civil law dan common law, serta mempertimbangkan karakteristik unik dari sistem hukum Indonesia, untuk menciptakan kerangka kerja yang lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan bisnis modern. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi perumusan kebijakan hukum yang lebih efektif dan mendukung pembangunan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan.
| File size | 328.17 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
UMKUMK Program ini tidak hanya memberikan dampak positif terhadap pengurangan limbah plastik, tetapi juga membuka peluang usaha bagi masyarakat melalui penguatanProgram ini tidak hanya memberikan dampak positif terhadap pengurangan limbah plastik, tetapi juga membuka peluang usaha bagi masyarakat melalui penguatan
STIE PENASTIE PENA Kinerja bisnis kreatif dianggap positif karena pemilik bisnis memiliki ide, konsep, dan keterampilan untuk mengembangkan bisnis mereka. Hal ini tercerminKinerja bisnis kreatif dianggap positif karena pemilik bisnis memiliki ide, konsep, dan keterampilan untuk mengembangkan bisnis mereka. Hal ini tercermin
IPBIPB Studi ini menyumbangkan model sistem yang telah divalidasi untuk pembangunan pedesaan, menawarkan wawasan praktis bagi pembuat kebijakan. Studi ini menekankanStudi ini menyumbangkan model sistem yang telah divalidasi untuk pembangunan pedesaan, menawarkan wawasan praktis bagi pembuat kebijakan. Studi ini menekankan
IPBIPB Dilaksanakan di Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, penelitian ini menggunakan kuesioner skala Likert dan sampel rumah tangga yang dipilih berdasarkanDilaksanakan di Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, penelitian ini menggunakan kuesioner skala Likert dan sampel rumah tangga yang dipilih berdasarkan
ISNJBENGKALISISNJBENGKALIS Kerajinan ini tidak hanya memberikan nilai ekonomi, tetapi juga memperkuat ikatan sosial dan budaya dalam komunitas. Metode yang digunakan adalah MetodeKerajinan ini tidak hanya memberikan nilai ekonomi, tetapi juga memperkuat ikatan sosial dan budaya dalam komunitas. Metode yang digunakan adalah Metode
WESTSCIENCE PRESSWESTSCIENCE PRESS Perkembangan teknologi, terutama kehadiran platform e-commerce, telah memudahkan interaksi antara penjual dan pembeli. Namun, hal ini menimbulkan tantangan,Perkembangan teknologi, terutama kehadiran platform e-commerce, telah memudahkan interaksi antara penjual dan pembeli. Namun, hal ini menimbulkan tantangan,
WESTSCIENCE PRESSWESTSCIENCE PRESS Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif yang didukung oleh kuesioner mahasiswa dan wawancara dengan narasumber. Objek material dalam penelitianPenelitian ini menggunakan metode yuridis normatif yang didukung oleh kuesioner mahasiswa dan wawancara dengan narasumber. Objek material dalam penelitian
WESTSCIENCE PRESSWESTSCIENCE PRESS Pelajaran dari Amerika Serikat, Tiongkok, dan Uni Eropa menunjukkan pentingnya pusat data terpadu, pelatihan petugas, regulasi yang transparan, serta kerjaPelajaran dari Amerika Serikat, Tiongkok, dan Uni Eropa menunjukkan pentingnya pusat data terpadu, pelatihan petugas, regulasi yang transparan, serta kerja
Useful /
UMKUMK Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membekali 15 peserta di SMK Muhammadiyah 2 Jepara dengan kompetensi teknis dalam merakit sistem energiKegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membekali 15 peserta di SMK Muhammadiyah 2 Jepara dengan kompetensi teknis dalam merakit sistem energi
UMKUMK Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi interaktif dan demonstrasi langsung pembuatan briket arang. Peserta terdiri dari Pemerintah Desa Besito, BumDesMetode pelaksanaan meliputi sosialisasi interaktif dan demonstrasi langsung pembuatan briket arang. Peserta terdiri dari Pemerintah Desa Besito, BumDes
UMKUMK Keberhasilan kegiatan ini melibatkan dosen dan mahasiswa, serta diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam mendukung pendidikan, penelitian,Keberhasilan kegiatan ini melibatkan dosen dan mahasiswa, serta diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam mendukung pendidikan, penelitian,
UMSUMS In this context, two prominent scholars, Ibn Taymiyyah and Ibn Āshūr, represent two contrasting epistemological orientations. Ibn Taymiyyah viewed tafsirIn this context, two prominent scholars, Ibn Taymiyyah and Ibn Āshūr, represent two contrasting epistemological orientations. Ibn Taymiyyah viewed tafsir