STIE PENASTIE PENA

Fokus Ekonomi : Jurnal Ilmiah EkonomiFokus Ekonomi : Jurnal Ilmiah Ekonomi

Kinerja bisnis kreatif tidak hanya diukur dari keuntungan finansial, tetapi juga kemampuan untuk berinovasi, kepuasan pelanggan, dan keberlanjutan bisnis. Di era digitalisasi bisnis, penggunaan teknologi digital sangat penting untuk menghadapi tantangan dan peluang baru. Penelitian ini menyelidiki peran kebijakan pemerintah, akses modal, jaringan sosial, dan kinerja bisnis kreatif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi regional, dengan studi kasus di Kabupaten Banjarnegara. Untuk meningkatkan akurasi temuan, penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif, termasuk observasi, diskusi kelompok, dan referensi silang terhadap dokumen yang ada. Informan terdiri dari sembilan pemilik bisnis kreatif dan pejabat pemerintah terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hingga saat ini, belum ada kebijakan pemerintah daerah yang mengatur kegiatan ekonomi kreatif di Banjarnegara. Akses informasi pembiayaan masih terbatas, sehingga diperlukan strategi untuk meningkatkan peluang akses modal bagi pemilik bisnis kreatif. Namun, jaringan sosial di antara pemilik bisnis cukup baik, seperti dibuktikan dengan terbentuknya komunitas dan kelompok bisnis sesuai bidang masing-masing. Kinerja bisnis kreatif dianggap positif karena pemilik bisnis memiliki ide, konsep, dan keterampilan untuk mengembangkan bisnis mereka. Hal ini tercermin dari semakin banyaknya pemilik bisnis kreatif di Banjarnegara. Kesimpulannya, penguatan kebijakan pemerintah dan akses modal diperlukan untuk memperkuat ekosistem bisnis kreatif yang sudah memiliki jaringan sosial dan kinerja yang baik, sehingga dapat berkontribusi secara optimal terhadap pertumbuhan ekonomi regional.

Berdasarkan temuan dan analisis wawancara, penelitian ini menyimpulkan bahwa beberapa faktor mempengaruhi kinerja bisnis kreatif dalam ekonomi digital Banjarnegara, yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi regional.Adanya kebijakan pemerintah daerah dalam mengatur kegiatan ekonomi kreatif sangat membantu dalam mengembangkan bisnis kreatif dengan memfasilitasi pemberdayaan di bidang modal, pemasaran, sumber daya manusia, dan pelatihan.Adanya kebijakan pemerintah juga berfungsi sebagai panduan dasar bagi pemilik bisnis kreatif untuk bergerak maju dan merasa aman dengan payung hukum yang jelas.Oleh karena itu, diperlukan kebijakan pemerintah di Kabupaten Banjarnegara untuk mengatur kegiatan ekonomi kreatif.Ketersediaan akses modal juga merupakan elemen penting dalam mendorong kreativitas dan inovasi pemilik bisnis kreatif.Mudahnya akses modal tentu saja mempengaruhi kinerja bisnis kreatif.Tidak hanya mempengaruhi kinerjanya, tetapi juga memiliki efek psikologis, karena akan meningkatkan semangat dan antusiasme pemilik bisnis kreatif.Oleh karena itu, diperlukan informasi yang mudah diakses tentang akses modal bagi pemilik bisnis kreatif.Jaringan sosial merupakan faktor penting yang mempengaruhi kinerja bisnis kreatif, terutama di era digital yang menuntut konektivitas dan kolaborasi.Jaringan sosial tidak hanya dipahami sebagai hubungan antar individu, tetapi juga mencakup hubungan antara bisnis, komunitas, kelompok bisnis, pemerintah, lembaga keuangan, dan platform digital yang dapat memberikan dukungan untuk keberlanjutan bisnis.Peralihan ke era digital menawarkan peluang signifikan bagi bisnis kreatif untuk meningkatkan kinerja mereka dalam berbagai metrik kunci, termasuk produktivitas, profitabilitas, inovasi, dan keberlanjutan bisnis.Peralihan ini memungkinkan pengembangan strategi dan model bisnis baru yang dapat mendorong pertumbuhan dan memastikan kelangsungan bisnis dalam jangka panjang.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian, berikut adalah saran penelitian lanjutan: 1. Mengembangkan model komprehensif untuk pertumbuhan bisnis kreatif: Penelitian ini telah mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang mempengaruhi kinerja bisnis kreatif. Langkah selanjutnya adalah mengembangkan model yang lebih komprehensif yang mempertimbangkan interaksi antara kebijakan pemerintah, akses modal, jaringan sosial, dan kinerja bisnis kreatif. Model ini dapat membantu merumuskan strategi yang lebih terintegrasi dan efektif untuk mendukung pertumbuhan bisnis kreatif di Banjarnegara. 2. Menganalisis dampak kebijakan pemerintah: Penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah memiliki peran penting dalam pengembangan bisnis kreatif. Saran penelitian lanjutan adalah menganalisis secara mendalam dampak kebijakan pemerintah yang ada terhadap kinerja bisnis kreatif. Hal ini dapat mencakup evaluasi efektivitas kebijakan, identifikasi hambatan dan peluang, serta rekomendasi untuk meningkatkan kebijakan yang ada atau mengembangkan kebijakan baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan bisnis kreatif. 3. Mempelajari strategi akses modal yang inovatif: Akses modal yang terbatas masih menjadi tantangan bagi pemilik bisnis kreatif. Penelitian lanjutan dapat fokus pada strategi akses modal yang inovatif, seperti program pembiayaan khusus untuk bisnis kreatif, kemitraan dengan lembaga keuangan, atau pengembangan platform crowdfunding yang dirancang khusus untuk bisnis kreatif. Mempelajari strategi-strategi ini dapat membantu meningkatkan akses modal dan mendukung pertumbuhan bisnis kreatif di Banjarnegara.

  1. Policy for Accelerating Digital Transformation in Indonesia: The Prospects and Challenges of Developing... jurnal.kemendagri.go.id/index.php/jskp/article/view/1585Policy for Accelerating Digital Transformation in Indonesia The Prospects and Challenges of Developing jurnal kemendagri go index php jskp article view 1585
Read online
File size396.09 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test