RAYYANJURNALRAYYANJURNAL

International Journal of Religion Education and LawInternational Journal of Religion Education and Law

Model pendidikan kewarganegaraan berbasis pengalaman di kampus yang berakar pada ruang simbolis jarang diteliti secara sistematis, meskipun memiliki potensi signifikan untuk menghubungkan nilai nasional dengan kesadaran global. Studi ini bertujuan membangun model pariwisata pendidikan di Kampus Benteng Pancasila Universitas Sebelas Maret sebagai tempat dialog antara nasionalisme dan kewarganegaraan global. Menggunakan pendekatan fenomenologis kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi visual di situs simbolis seperti kompleks ibadah lintas agama, Museum UNS, dan Pusat Javanologi. Temuan menunjukkan ruang-ruang ini berfungsi sebagai medium refleksi di mana komunitas akademik mengalami nasionalisme bukan sebagai doktrin kaku tetapi kesadaran dinamis yang terbuka pada nilai universal. Empat komponen penting muncul dalam pembangunan model: ruang simbolis, narasi dialogis, keterlibatan reflektif, dan dukungan institusi. Temuan ini menawarkan konsep alternatif pendidikan kewarganegaraan yang afektif, partisipatif, dan kontekstual, sekaligus menunjukkan bahwa nilai Pancasila dapat menjadi jembatan antara patriotisme dan kosmopolitanisme dalam konteks pendidikan tinggi transnasional.

Pengembangan model pariwisata kampus Pancasila di Universitas Sebelas Maret merepresentasikan dinamika antara nasionalisme dan kewarganegaraan global.Ruang simbolis kampus seperti kompleks ibadah lintas agama dan Museum UNS berfungsi sebagai arena pembelajaran kewarganegaraan yang partisipatif dan kontekstual.Interaksi antara komunitas akademik dan ruang-ruang ini menciptakan interpretasi baru yang mengintegrasikan identitas nasional dengan kesadaran global.Model ini menunjukkan bahwa nilai Pancasila dapat menjadi jembatan antara patriotisme dan kosmopolitanisme, serta menjadi alternatif pendidikan kewarganegaraan berbasis pengalaman hidup.

1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji adaptabilitas model pariwisata kampus Pancasila di berbagai institusi pendidikan nasional dan internasional untuk memvalidasi efektivitasnya dalam konteks sosial budaya yang berbeda. 2. Penelitian perlu mengembangkan pendekatan digital untuk memperkuat partisipasi generasi digital dalam pembelajaran kewarganegaraan melalui platform interaktif berbasis teknologi. 3. Studi lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang model ini terhadap pembentukan identitas hybrid demokratis dan kesadaran global di kalangan mahasiswa, dengan fokus pada indikator seperti empati transnasional dan keterlibatan sosial yang berkelanjutan.

  1. Supporting Tourism Development Through Creative Economy Clusters in Lebak District | Jurnal Kepariwisataan:... doi.org/10.34013/jk.v7i2.1276Supporting Tourism Development Through Creative Economy Clusters in Lebak District Jurnal Kepariwisataan doi 10 34013 jk v7i2 1276
  2. Global citizenship education: topics and learning objectives. global citizenship education topics learning... doi.org/10.54675/DRHC3544Global citizenship education topics and learning objectives global citizenship education topics learning doi 10 54675 DRHC3544
  3. Kewarganegaraan di Era Globalisasi: Tantangan dan Prospek Masa Depan | Yunita | Indonesian Journal of... doi.org/10.57235/ijedr.v2i2.2471Kewarganegaraan di Era Globalisasi Tantangan dan Prospek Masa Depan Yunita Indonesian Journal of doi 10 57235 ijedr v2i2 2471
Read online
File size263.28 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test