UNMUNM

INSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and HumanitiesINSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and Humanities

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pelatihan regulasi emosi terhadap peningkatan academic buoyancy pada siswa boarding school. Academic buoyancy merupakan kemampuan siswa untuk menghadapi tantangan dan hambatan akademik sehari-hari secara adaptif. Siswa boarding school menghadapi tekanan akademik dan sosial yang lebih besar dibandingkan siswa sekolah reguler karena harus beradaptasi dengan lingkungan tinggal yang baru, jauh dari keluarga, serta tuntutan akademik yang tinggi. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen one-group pretest-posttest dengan 10 subjek siswa boarding school yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi berupa pelatihan regulasi emosi yang dilaksanakan selama delapan sesi. Instrumen pengukuran menggunakan skala academic buoyancy yang telah tervalidasi. Analisis data menggunakan paired samples t-test. Hasil menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pretest (M = 13,30; SD = 2,06) dan posttest (M = 18,90; SD = 1,91), dengan t(9) = -6,52, p < 0,001, Cohens d = -2,06. Disimpulkan bahwa pelatihan regulasi emosi secara signifikan meningkatkan academic buoyancy siswa boarding school dengan ukuran efek besar.

Pelatihan regulasi emosi secara signifikan meningkatkan academic buoyancy siswa boarding school dengan perbedaan yang sangat bermakna antara pretest dan posttest, serta menghasilkan ukuran efek yang sangat besar.Seluruh subjek penelitian mengalami peningkatan, menunjukkan manfaat pelatihan yang menyeluruh dan relevansi praktis yang substansial bagi pengelola boarding school, konselor, dan psikolog pendidikan.Oleh karena itu, pelatihan regulasi emosi dapat diintegrasikan ke dalam program pengembangan diri siswa boarding school sebagai upaya preventif maupun promotif.

Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan desain randomized controlled trial (RCT) yang membandingkan kelompok yang menerima pelatihan regulasi emosi dengan kelompok kontrol, guna memastikan efek kausal intervensi tersebut. Selain itu, peneliti sebaiknya menambahkan titik pengukuran lanjutan pada 1, 2, dan 3 bulan setelah intervensi untuk mengevaluasi keberlanjutan peningkatan academic buoyancy serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi daya tahan efek. Selanjutnya, kajian dapat menyelidiki peran mediator seperti self‑efficacy dan moderator seperti jenis kelamin serta tingkat kelas dalam memperkuat atau melemahkan hubungan antara pelatihan regulasi emosi dan academic buoyancy, sehingga memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang mekanisme perubahan dan memungkinkan pengembangan program yang lebih terpersonalisasi.

  1. APA PsycNet. psycnet loading doi.org/10.1037/0022-3514.86.2.320APA PsycNet psycnet loading doi 10 1037 0022 3514 86 2 320
  2. Emotion Regulation and Psychopathology | Annual Reviews. emotion regulation annual reviews review clinical... doi.org/10.1146/annurev-clinpsy-032814-112739Emotion Regulation and Psychopathology Annual Reviews emotion regulation annual reviews review clinical doi 10 1146 annurev clinpsy 032814 112739
  3. APA PsycNet. psycnet loading doi.org/10.1037/0022-3514.85.2.348APA PsycNet psycnet loading doi 10 1037 0022 3514 85 2 348
Read online
File size135.51 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test