MAHESA INSTITUTEMAHESA INSTITUTE

Warisan: Journal of History and Cultural HeritageWarisan: Journal of History and Cultural Heritage

Artikel ini mengeksplorasi sejarah sosio-intelektual Islam di Palembang, yang meliputi periode Kesultanan hingga masa kolonial. Dengan menggunakan pendekatan sejarah kualitatif dan penelitian perpustakaan, studi ini meneliti evolusi jaringan ulama, peran penting ulama lokal, serta pengaruh kebijakan kolonial Belanda terhadap pendidikan agama. Sumber utama meliputi manuskrip yang ditulis oleh Sheikh Abdussamad al-Palimbani, dokumen kerajaan Kesultanan, dan arsip kolonial Belanda. Data dianalisis secara tematik menggunakan kerangka historis-hermeneutik serta kritik sumber untuk memastikan keotentikan teks dan akurasi kontekstual. Temuan menunjukkan bahwa Palembang berfungsi sebagai pusat intelektual utama di Sumatra, dibentuk oleh interaksi dinamis antara otoritas Islam lokal, jaringan ulama transregional, dan tekanan administrasi kolonial. Studi ini berkontribusi pada historiografi ilmu Islam Melayu dengan menyoroti ketahanan adaptif tradisi intelektual keagamaan di tengah pergantian rezim politik.

Artikel ini menegaskan bahwa kekuatan utama komunitas Muslim Palembang dalam menghadapi gejolak politik dan tekanan kolonial terletak pada ketangguhan dan kedalaman tradisi Islam sosio-intelektualnya, bukan pada struktur politik formal.Tradisi tersebut tetap bertahan dan beradaptasi melalui pendidikan agama, jaringan ulama, serta praktik tarekat yang terus berkembang baik dalam ranah domestik maupun publik, menunjukkan model keagamaan yang adaptif dan resilien di bawah dominasi asing.Penelitian ini memperlihatkan kontribusi historis Palembang terhadap lanskap sosio-intelektual Islam di dunia Melayu-Indonesia, dimana identitas dan pengetahuan Islam dipertahankan, diubah, dan direproduksi secara strategis meskipun berada di bawah tekanan kolonial.

Penelitian lanjutan dapat menyelidiki bagaimana tarekat Sammaniyah beradaptasi dan berperan dalam konteks pascakolonial di Palembang, dengan mengajukan pertanyaan apakah transformasi praktik tarekat tersebut mempengaruhi identitas keagamaan masyarakat lokal saat ini. Selanjutnya, studi komparatif antara ulama birokrat dan ulama rakyat dapat mengevaluasi dampak masing-masing terhadap pendidikan Islam modern, sehingga muncul pertanyaan bagaimana perbedaan peran ini memengaruhi kurikulum pesantren dan madrasah di wilayah Sumatra Selatan. Selain itu, upaya digitalisasi dan rekonstruksi arsip manuskrip Kesultanan Palembang dapat membuka wawasan baru tentang jaringan transmisi pengetahuan, sehingga penelitian dapat menanyakan sejauh mana teknologi digital dapat memperluas akses dan pemahaman terhadap warisan manuskrip tersebut. Ketiga arah penelitian ini tidak hanya mengisi kesenjangan literatur, tetapi juga memberikan dasar bagi kebijakan pelestarian budaya dan pengembangan pendidikan agama yang lebih inklusif di masa mendatang.

  1. The Transformation of Islamic Intellectual Traditions in Palembang: From the Sultanate to the Colonial... doi.org/10.34007/warisan.v6i1.2692The Transformation of Islamic Intellectual Traditions in Palembang From the Sultanate to the Colonial doi 10 34007 warisan v6i1 2692
Read online
File size283.6 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test