YSCSYSCS

Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (JPPM)Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (JPPM)

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan yang serius. Pada umumnya terjadi tanpa gejala, sebagian besar orang tidak merasakan apapun walaupun tekanan darahnya sudah jauh di atas normal, maka hipertensi juga disebut sebagai pembunuh diam-diam atau silent killer. Penatalaksanaan pada hipertensi ini adalah melakukan terapi komplementer yaitu terapi rendam kaki dengan air hangat yang bertujuan untuk menurunkan tekanan darah. Metode dalam penulisan Karya Ilmiah Akhir Ners ini berupa studi kasus yang di ambil pada saat praktek komunitas di Kelurahan Bahu Kecamatan Malalayang Kota Manado dengan melakukan Asuhan Keperawatan selama 3 hari. Hasil yang didapatkan setelah melakukan intervensi terdapat adanya penurunan tekanan darah selama pemberian terapi komplementer yaitu rendam kaki dengan air hangat. Terjadi penurunan tekanan darah setelah dilakukan terapi komplementer dengan tekanan darah sebelum dilakukan terapi 183/100 mmHg dan setelah dilakukan terapi menjadi 120/80 mmHg. Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan ada pengaruh yang signifikan dari pemberian terapi rendam kaki dengan air hangat terhadap penurunan tekanan darah. Disarankan kepada keluarga agar dapat menerapkan intervensi terapi komplementer merendam kaki dengan air hangat sebagai pengobatan nonfarmakologi dan dibantu juga oleh obat farmakologi yang didapat dari layanan kesehatan.

Evaluasi yang didapatkan setelah 3 hari memberikan implementasi kepada Ny.M di Kelurahan Bahu Kota Manado yaitu terjadinya penurunan tekanan darah pada Ny.Intervensi hari pertama dilakukan pada tanggal 10 Maret 2025, tekanan darah Ny.M sebelum dilakukan terapi rendam kaki yaitu 183/100 mmHg, setelah dilakukan intervensi hari ke-2 yaitu 130/90 dan hari ke-3 menjadi 120/80 mmHg.Diharapkan keluarga dapat meningkatkan akses informasi tentang hipertensi dan meningkatkan peran keluarga dalam meningkatkan kesehatan khususnya dalam penanganan hipertensi.

Berdasarkan studi kasus ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan melibatkan sampel yang lebih besar dan beragam latar belakang sosioekonomi untuk menguji efektivitas terapi rendam kaki air hangat dalam jangka panjang. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada identifikasi mekanisme fisiologis yang mendasari penurunan tekanan darah akibat terapi ini, misalnya melalui pengukuran variabel seperti curah jantung, resistensi pembuluh darah, dan aktivitas sistem saraf otonom. Ketiga, penelitian kuantitatif dengan desain randomized controlled trial (RCT) dapat dilakukan untuk membandingkan efektivitas terapi rendam kaki air hangat dengan terapi standar atau plasebo, serta untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi respons terhadap terapi.

Read online
File size314.08 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test