UINSAIDUINSAID

Academica : Journal of Multidisciplinary StudiesAcademica : Journal of Multidisciplinary Studies

Penelitian ini merekonstruksi konsep kesehatan mental holistik dengan menempatkan karya pelopor psikologi Islam abad ke-9, Abū Zayd al-Balkhī, dalam kerangka metafisika Islam yang lebih luas. Berangkat dari kritik terhadap reduksionisme paradigma psikologi sekuler yang cenderung melihat manusia sebagai entitas biologis-mekanistik, studi ini bertujuan menghadirkan model terapeutik yang mengakui dimensi transenden dan spiritualitas manusia. Metode yang digunakan adalah kualitatif berbasis studi kepustakaan (library research) dan analisis isi terhadap magnum opus al-Balkhī, Maṣāliḥ al-Abdān wa al-Anfus. Data dianalisis melalui pendekatan hermeneutika integratif untuk mensintesis temuan klinis al-Balkhī dengan kerangka ontologis dan epistemologis yang dikemukakan Syed Muhammad Naquib al-Attas serta konsep dinamika jiwa dalam tradisi Al-Ghazzālī dan Ibn al-Qayyim. Hasil analisis menunjukkan bahwa karya al-Balkhī sebelumnya mengungkap relasi tubuh-jiwa yang sejalan dengan konsep psikosomatik modern; teknik restrukturisasi kognitif yang diusulkannya memiliki landasan teologis yang membedakannya dari praktik CBT Barat; dan integrasi klinis antara warisan al-Balkhī dan metafisika al-Attas menghasilkan model terapeutik bertingkat yang tidak sekadar mengurangi gejala, melainkan juga menekankan proses penyucian jiwa (tazkiyah). Temuan ini menawarkan dasar konseptual bagi pengembangan Traditional Islamically Integrated Psychotherapy (TIIP) yang dapat diuji dan dikembangkan lebih lanjut dalam kajian klinis serta diklaim valid secara syariat dan relevan secara terapeutik.

Didasari oleh hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai perubahan perilaku sosial mahasiswa akibat dampak penggunaan aplikasi TikTok, dapat disimpulkan bahwa terdapat beberapa dampak signifikan terhadap kehidupan sosial dan kebiasaan mahasiswa.Dari hasil penelitian ini, sejumlah saran dapat diajukan, antara lain mahasiswa diharapkan lebih bijak dalam menggunakan aplikasi TikTok, memahami dampak yang mungkin ditimbulkan, dan menghindari kecanduan serta perilaku konsumtif yang berlebihan.

Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi komparatif lebih mendalam antara teknik restrukturisasi kognitif al-Balkhī dengan berbagai pendekatan terapi kognitif modern, dengan fokus pada identifikasi elemen-elemen yang unik dan relevan secara kultural. Kedua, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk menguji efektivitas Traditional Islamically Integrated Psychotherapy (TIIP) dalam menangani berbagai gangguan mental pada populasi Muslim, dengan menggunakan desain randomized controlled trial. Ketiga, penelitian kualitatif eksploratif dapat dilakukan untuk memahami pengalaman klien Muslim dalam menjalani terapi yang terintegrasi dengan nilai-nilai Islam, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memfasilitasi atau menghambat proses penyembuhan.

  1. Jurnal Studia Insania. keseimbangan badan jiwa perspektif abu zaid al balkhi jurnal studia insania authors... doi.org/10.18592/jsi.v7i1.2632Jurnal Studia Insania keseimbangan badan jiwa perspektif abu zaid al balkhi jurnal studia insania authors doi 10 18592 jsi v7i1 2632
  2. Integrating Islamic Traditions in Modern Psychology: Research Trends in Last Ten Years. integrating islamic... quod.lib.umich.edu/j/jmmh/10381607.0010.107?view=text;rgn=mainIntegrating Islamic Traditions in Modern Psychology Research Trends in Last Ten Years integrating islamic quod lib umich edu j jmmh 10381607 0010 107 view text rgn main
Read online
File size1.06 MB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test