SALASIKASALASIKA

SalasikaSalasika

Penelitian ini mengkaji fenomena feminisasi kemiskinan melalui studi kasus terhadap perempuan pekerja parkir informal di Surabaya. Dalam konteks urbanisasi dan ketimpangan ekonomi, perempuan miskin semakin terdorong ke sektor informal yang rentan dan tidak terlindungi. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan realitas sosial-ekonomi, strategi bertahan hidup, dan struktur hubungan kekuasaan yang dihadapi oleh perempuan-perempuan ini. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, studi ini memanfaatkan studi kasus dan wawancara mendalam dengan tujuh informan utama. Temuan menunjukkan bahwa perempuan-perempuan ini bekerja dalam kondisi yang tidak jelas secara hukum, menanggung beban ganda pekerjaan publik dan domestik, serta beroperasi dalam struktur kerja informal yang didominasi oleh hubungan patron-klien dan kontrol simbolis. Namun demikian, perempuan-perempuan ini juga menunjukkan agen melalui negosiasi ruang, solidaritas komunitas, dan strategi bertahan hidup. Studi ini menyimpulkan bahwa feminisasi kemiskinan di ruang perkotaan tidak hanya bersifat ekonomi, tetapi juga politik dan budaya. Temuan ini menekankan kebutuhan mendesak akan kebijakan perkotaan inklusif dan sensitif terhadap gender untuk mempromosikan keberlanjutan sosial bagi perempuan marjinal di setting perkotaan.

Penelitian ini menunjukkan bahwa pekerjaan perempuan sebagai pekerja parkir ilegal di Surabaya adalah manifestasi dari feminisasi kemiskinan dalam ruang ekonomi perkotaan yang tidak merata.Perempuan-perempuan ini menghadapi realitas sosial yang kompleks - minimal pendidikan formal, akses terbatas ke pekerjaan formal, ketidakpastian pendapatan, dan beban ganda sebagai pencari nafkah dan pengurus rumah tangga.Dalam struktur kerja informal yang didominasi oleh hubungan kekuasaan tidak resmi seperti bos dan pendukung, tubuh dan tenaga kerja perempuan dimobilisasi tanpa perlindungan hukum, jaminan sosial, atau pengakuan simbolis.Namun, mereka terus mengembangkan strategi bertahan hidup melalui jaringan sosial, pinjaman informal, dan solidaritas komunitas yang menunjukkan kapasitas agen mereka dalam kondisi yang sangat terbatas.

Berdasarkan temuan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam tentang bagaimana perempuan pekerja parkir informal membangun jaringan sosial dan solidaritas komunitas mereka. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana jaringan dan solidaritas ini berfungsi sebagai bentuk perlindungan sosial alternatif di tengah ketidakhadiran negara dalam menyediakan jaminan sosial. Kedua, penelitian dapat berfokus pada bagaimana perempuan-perempuan ini beradaptasi dan menanggapi stigma sosial yang mereka hadapi. Studi ini dapat menyelidiki bagaimana mereka membangun kembali citra diri dan hubungan sosial mereka di dalam komunitas, serta bagaimana hal ini mempengaruhi identitas dan posisi mereka dalam struktur sosial. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi lebih lanjut tentang bagaimana feminisasi kemiskinan di ruang perkotaan mempengaruhi kualitas hidup dan kesehatan perempuan-perempuan ini, serta bagaimana hal ini berdampak pada generasi berikutnya. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana kondisi kerja yang tidak pasti, tanpa jaminan sosial, dan penuh risiko berdampak pada kesehatan fisik dan mental perempuan dan anak-anak mereka.

Read online
File size5.6 MB
Pages21
DMCAReport

Related /

ads-block-test