MEJAILMIAHMEJAILMIAH

Adagium: Jurnal Ilmiah HukumAdagium: Jurnal Ilmiah Hukum

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam modus operandi tindak pidana sodomi yang dilakukan oleh oknum guru terhadap anak didik di lingkungan pendidikan, khususnya di Kota Gorontalo. Permasalahan utama yang diangkat adalah bagaimana strategi, pola, dan faktor pendukung yang memungkinkan terjadinya kejahatan seksual oleh tenaga pendidik, serta bagaimana upaya pencegahan dan penanganan yang dapat dilakukan secara efektif. Metode penelitian yang digunakan adalah hukum empiris dengan pendekatan kualitatif, di mana data dikumpulkan melalui studi kepustakaan, observasi, dan wawancara langsung dengan aparat penegak hukum, pelaku, serta pihak terkait di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIb Kota Gorontalo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modus operandi pelaku sangat terstruktur, dimulai dari proses grooming, pemberian hadiah, manipulasi psikologis, hingga ancaman agar korban tetap diam. Pelaku memanfaatkan posisi dan kepercayaan sebagai guru untuk mendekati korban, serta memanfaatkan kelemahan ekonomi dan psikologis anak didik. Faktor lingkungan, sosial, dan psikologis sangat berperan dalam membentuk perilaku menyimpang pelaku, sementara sistem pengawasan di sekolah dan keluarga masih lemah. Dampak kejahatan ini sangat luas, meliputi gangguan psikologis, penurunan prestasi, dan stigma sosial terhadap korban. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan sistem pengawasan internal di sekolah, edukasi seksual, pelatihan etika profesi guru, serta kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan aparat penegak hukum. Rekomendasi penelitian meliputi pengembangan model pencegahan berbasis multidisipliner dan evaluasi rutin terhadap sistem perlindungan anak di lingkungan pendidikan.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa modus operandi pelaku sodomi oleh oknum guru sangat terstruktur, memanfaatkan posisi dan kepercayaan untuk mendekati korban melalui proses grooming dan manipulasi psikologis.Faktor psikologis, sosial, dan lingkungan berperan signifikan dalam perilaku pelaku, sementara sistem pengawasan masih lemah.Upaya perlindungan anak memerlukan penguatan pengawasan di sekolah, edukasi seksual, dan kolaborasi antara berbagai pihak untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung pemulihan korban.

Berdasarkan temuan penelitian, perlu dilakukan studi lebih lanjut mengenai efektivitas program rehabilitasi bagi pelaku kejahatan seksual di lembaga pemasyarakatan, dengan fokus pada perubahan perilaku dan pencegahan residivisme. Selain itu, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi pengembangan model intervensi pencegahan yang melibatkan pendekatan multidisipliner, seperti psikologi, sosiologi, dan hukum, untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko dan merancang strategi pencegahan yang lebih komprehensif di lingkungan sekolah dan keluarga. Terakhir, penting untuk meneliti lebih dalam mengenai peran media sosial dan teknologi dalam memfasilitasi kejahatan seksual terhadap anak, serta mengembangkan strategi perlindungan anak di dunia maya yang efektif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

  1. Modus Operandi Tindak Pidana Sodomi oleh Oknum Guru terhadap Anak Didik | Adagium: Jurnal Ilmiah Hukum.... ejournal.mejailmiah.com/index.php/adagium/article/view/227Modus Operandi Tindak Pidana Sodomi oleh Oknum Guru terhadap Anak Didik Adagium Jurnal Ilmiah Hukum ejournal mejailmiah index php adagium article view 227
Read online
File size258.87 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test