HK PUBLISHINGHK PUBLISHING

Journal of CitizenshipJournal of Citizenship

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kasus love scam di Indonesia, sebuah bentuk penipuan daring yang mengeksploitasi kerentanan gender melalui manipulasi emosional untuk keuntungan finansial atau emosional. Fenomena ini diperparah oleh budaya patriarki, rendahnya literasi digital, dan keterbatasan hukum, dengan dampak signifikan terhadap korban, terutama perempuan dan kelompok non-biner. Metode penelitian yang digunakan yaitu kajian literatur sistematik terhadap 32 jurnal nasional dan internasional, yang menganalisis pola penargetan pelaku, faktor risiko viktimisasi, dan strategi perlindungan berbasis gender. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perempuan menjadi target utama karena tekanan sosial, norma patriarki, dan kebutuhan emosional, sementara kelompok non-biner rentan akibat isolasi sosial. Manipulasi emosional, stigma sosial, dan kerentanan platform kencan daring menjadi faktor utama viktimisasi, dengan risiko tambahan seperti kejahatan identitas dan trauma psikologis. Strategi perlindungan yang diusulkan meliputi edukasi literasi digital, konseling sensitif gender, dan reformasi hukum. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa love scam adalah fenomena multidimensional yang membutuhkan pendekatan interseksional dan kolaborasi lintas sektor untuk deteksi dini dan pencegahan efektif, guna mengurangi viktimisasi dan mendukung keadilan sosial bagi korban.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa love scam merupakan fenomena kompleks yang dipengaruhi oleh faktor psikologis, sosial, budaya, dan teknologi, dengan kerentanan gender menjadi elemen sentral dalam viktimisasi.Manipulasi emosional, stigma sosial, dan rendahnya literasi digital memperparah risiko, sementara keterbatasan hukum dan kerentanan platform kencan daring menjadi tantangan utama.Deteksi dini, edukasi literasi digital, reformasi hukum, dan dukungan psikologis sensitif gender diperlukan untuk mengurangi viktimisasi dan memperkuat sistem perlindungan.

Berdasarkan temuan penelitian, perlu dilakukan penelitian lanjutan yang lebih mendalam mengenai kerentanan gender non-biner dan laki-laki dalam love scam, mengingat literatur saat ini masih didominasi oleh studi tentang perempuan sebagai korban. Selain itu, penelitian perlu difokuskan pada pengembangan teknologi verifikasi identitas dan algoritma deteksi penipuan pada platform kencan daring untuk mengurangi risiko viktimisasi. Terakhir, evaluasi efektivitas program edukasi literasi digital dan konseling sensitif gender perlu dilakukan secara berkala untuk memastikan bahwa intervensi yang diberikan relevan dan efektif dalam mencegah love scam serta mendukung pemulihan korban. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam membangun sistem perlindungan yang lebih komprehensif dan inklusif terhadap fenomena love scam di Indonesia.

Read online
File size351.73 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test