YAYASANCECYAYASANCEC

COROLLACOROLLA

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intensitas penggunaan media sosial terhadap konsentrasi belajar dengan motivasi belajar sebagai variabel perantara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei eksplanatori. Sampel berjumlah 100 mahasiswa yang ditentukan melalui teknik pengambilan sampel kuota. Instrumen penelitian dikembangkan berdasarkan indikator intensitas penggunaan media sosial, motivasi belajar, dan konsentrasi belajar yang diambil dari literatur relevan. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan prosedur bootstrapping untuk menguji signifikansi jalur pengaruh langsung dan tidak langsung. Hasil analisis bootstrapping menunjukkan bahwa intensitas penggunaan media sosial memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar (β = 0,506; T = 4,415; p < 0,001). Motivasi belajar juga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap konsentrasi belajar (β = 0,812; T = 17,084; p < 0,001). Selain itu, efek tidak langsung intensitas penggunaan media sosial terhadap konsentrasi belajar melalui motivasi belajar juga signifikan (β = 0,411; T = 3,883; p < 0,001), yang menunjukkan mediasi parsial. Kesimpulannya, intensitas penggunaan media sosial dapat meningkatkan konsentrasi belajar siswa baik secara langsung melalui peningkatan motivasi belajar maupun melalui mekanisme mediasi motivasional. Hal ini menunjukkan bahwa pendidik dan pengambil kebijakan harus mengadopsi cara efektif untuk mengintegrasikan media sosial dalam lingkungan pendidikan agar dapat memotivasi pembelajar dan membantu mereka fokus.

Intensitas penggunaan media sosial memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar, serta motivasi belajar memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap konsentrasi belajar.Selain itu, motivasi belajar telah terbukti memediasi hubungan antara intensitas penggunaan media sosial dan konsentrasi belajar dengan jenis mediasi parsial.Ini berarti media sosial tidak hanya memiliki dampak langsung terhadap konsentrasi, tetapi juga bekerja melalui peningkatan motivasi belajar sebagai mekanisme psikologis internal.Temuan ini mengonfirmasi bahwa media sosial tidak selalu mengganggu, tetapi dapat menjadi sarana yang mendukung proses belajar jika digunakan secara produktif dan terarah.

Penelitian lanjutan dapat mengembangkan studi longitudinal untuk memahami dinamika jangka panjang antara penggunaan media sosial dan konsentrasi belajar. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi peran regulasi diri dalam mengelola intensitas penggunaan media sosial agar tidak mengganggu proses belajar. Terakhir, penelitian lebih lanjut bisa membandingkan dampak penggunaan media sosial untuk keperluan akademik versus non-akademik terhadap konsentrasi belajar siswa.

  1. SOCIAL MEDIA AND STUDENTS’ CHOICE OF HIGHER EDUCATION INSTITUTION | Šola | European Journal... doi.org/10.46827/ejmms.v6i4.1160SOCIAL MEDIA AND STUDENTSAo CHOICE OF HIGHER EDUCATION INSTITUTION ola European Journal doi 10 46827 ejmms v6i4 1160
  2. Social media marketing: How can it be equally efficient for both men and women segments?. social marketing... marketingjournal.net/archives/2020.v2.i1.B.124Social media marketing How can it be equally efficient for both men and women segments social marketing marketingjournal archives 2020 v2 i1 B 124
  3. Intensity of Use and Quality of Youtube Information on Increasing Motivation in Learning Religion for... doi.org/10.32628/ijsrst2310121Intensity of Use and Quality of Youtube Information on Increasing Motivation in Learning Religion for doi 10 32628 ijsrst2310121
Read online
File size411.44 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test