POLITEKNIKALISLAMPOLITEKNIKALISLAM
Jurnal Teras KesehatanJurnal Teras KesehatanKepatuhan penderita dalam penggunaan obat antihipertensi dapat mengontrol tekanan darah dan mengurangi resiko komplikasi dalam jangka panjang. Health Belief Model (HBM) merupakan salah satu model dan kerangka kerja konseptual yang paling banyak digunakan dalam penelitian perilaku dan promosi kesehatan. Model ini dapat mengurangi resiko keparahan sebagai dampak dari komplikasi dari suatu penyakit melalui perubahan perilaku yang merupakan salah satu indikator keberhasilan pelaksanaan pengobatan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah ada pengaruh persepsi dalam HBM terhadap perilaku pasien di Puskesmas Puhjarak Kabupaten Kediri. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, jumlah sampel yang digunakan sebanyak 93 responden, pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dan analisa data menggunakan uji regresi linear berganda. Hasil penelitian dengan nilai p value 0,000 < 0,05 yang artinya terdapat pengaruh antara variabel vaiabel bebas (persepsi kerentanan, persepsi keparahan, persepsi manfaat, persepsi hambatan, efikasi diri dan isyarat untuk bertindak) terhadap variabel terikat (perilaku pasien hipertensi dalam penggunaan obat antihipertensi) dan nilai R Square (koefisien determinasi) sebesar 0.526 artinya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat adalah sebesar 52,6.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa Health Belief Model (HBM) secara signifikan memengaruhi perilaku pasien hipertensi dalam penggunaan obat, dengan kontribusi sebesar 52,6% terhadap variabel perilaku.Pemahaman terhadap berbagai persepsi HBM, seperti kerentanan, keparahan, manfaat, hambatan, efikasi diri, dan isyarat untuk bertindak, sangat krusial bagi pasien dan keluarga dalam mengambil keputusan serta memotivasi perubahan perilaku konsumsi obat, sekaligus membantu profesional kesehatan merancang intervensi yang lebih efektif.Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk menambah variabel kontrol guna mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai faktor-faktor lain yang turut memengaruhi rendahnya perilaku kesehatan pasien.
Penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun Health Belief Model (HBM) secara keseluruhan berpengaruh terhadap perilaku pasien, beberapa persepsi penting seperti kerentanan, keparahan, manfaat, dan hambatan, tidak menunjukkan pengaruh signifikan secara individual. Oleh karena itu, penelitian lanjutan sangat dibutuhkan untuk menggali lebih dalam mengapa pasien hipertensi di Puskesmas Puhjarak belum sepenuhnya menyadari risiko serius penyakit, manfaat konsisten minum obat, atau mengapa hambatan tidak menjadi faktor utama penentu perilaku. Salah satu arah penelitian bisa berupa studi kualitatif dengan wawancara mendalam atau diskusi kelompok terarah (FGD) untuk memahami perspektif subjektif pasien, menggali pengalaman mereka, serta mengidentifikasi kesenjangan informasi atau miskonsepsi yang mungkin menghambat perubahan perilaku positif. Pertanyaan penelitian dapat berpusat pada Bagaimana pasien hipertensi mengkonstruksi pemahaman mereka tentang kerentanan terhadap komplikasi dan manfaat jangka panjang dari kepatuhan pengobatan, dan faktor-faktor internal serta eksternal apa saja yang membentuk persepsi tersebut?. . Selain itu, mengingat efikasi diri dan isyarat untuk bertindak terbukti berpengaruh, penelitian selanjutnya dapat berfokus pada pengembangan intervensi yang lebih efektif. Ini bisa mencakup uji coba intervensi berbasis teknologi, seperti aplikasi pengingat minum obat yang terpersonalisasi, atau program dukungan sebaya yang memanfaatkan peran keluarga dan komunitas secara optimal. Pertanyaan yang bisa diajukan adalah Bagaimana intervensi berbasis digital atau dukungan sosial dapat dirancang dan diimplementasikan untuk secara efektif meningkatkan efikasi diri dan isyarat untuk bertindak pasien hipertensi, terutama di lingkungan fasilitas kesehatan primer seperti puskesmas?. . Terakhir, untuk melengkapi temuan ini, penelitian di masa depan perlu memperluas cakupan dengan menambahkan variabel kontrol lainnya yang relevan. Misalnya, menguji pengaruh literasi kesehatan, tingkat dukungan sosial dari lingkungan yang lebih luas (selain keluarga), status sosial ekonomi, aksesibilitas layanan kesehatan, atau bahkan faktor budaya lokal terhadap perilaku kepatuhan minum obat. Dengan demikian, kita dapat memperoleh gambaran yang lebih komprehensif tentang determinan perilaku kesehatan pasien hipertensi dan mengembangkan strategi intervensi yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.
- HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PASIEN HIPERTENSI TERHADAP KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT AMLODIPIN DI PUSKESMAS... e-journal.unair.ac.id/JFK/article/view/22277HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PASIEN HIPERTENSI TERHADAP KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT AMLODIPIN DI PUSKESMAS e journal unair ac JFK article view 22277
- MEMAHAMI PERILAKU KETIDAKPATUHAN PENGGUNAAN OBAT DI KALANGAN PENDERITA PENYAKIT HIPERTENSI: APLIKASI... journal.ukrim.ac.id/index.php/jfki/article/view/395MEMAHAMI PERILAKU KETIDAKPATUHAN PENGGUNAAN OBAT DI KALANGAN PENDERITA PENYAKIT HIPERTENSI APLIKASI journal ukrim ac index php jfki article view 395
- Perilaku Pasien Dalam Penggunaan Obat Antihipertensi Menggunakan HealthBelief Model Di Puskesmas... DOI.ORG/10.38215/VRPVWZ69Perilaku Pasien Dalam Penggunaan Obat Antihipertensi Menggunakan HealthBelief AModel Di Puskesmas DOI ORG 10 38215 VRPVWZ69
- PERSEPSI LANSIA HIPERTENSI DAN PERILAKU KESEHATANNYA | Soesanto | Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat... jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/stikes/article/view/627PERSEPSI LANSIA HIPERTENSI DAN PERILAKU KESEHATANNYA Soesanto Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat jurnal stikescendekiautamakudus ac index php stikes article view 627
- Perilaku Pasien Dalam Penggunaan Obat Antihipertensi Menggunakan HealthBelief Model Di Puskesmas... DOI.ORG/10.38215/VRPVWZ69Perilaku Pasien Dalam Penggunaan Obat Antihipertensi Menggunakan HealthBelief AModel Di Puskesmas DOI ORG 10 38215 VRPVWZ69
| File size | 845.56 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
UWKSUWKS Kekuatan genggaman tangan laki-laki adalah 33,863 kg, sementara perempuan memiliki rata-rata 18,939 kg. Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan signifikanKekuatan genggaman tangan laki-laki adalah 33,863 kg, sementara perempuan memiliki rata-rata 18,939 kg. Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan signifikan
JURNALEMPATHYJURNALEMPATHY Partisipan sangat antusias mengikuti workshop PkM dan pengetahuan mengenai penggunaan lengkuas untuk pembuatan disinfektan serta balsam stik meningkatPartisipan sangat antusias mengikuti workshop PkM dan pengetahuan mengenai penggunaan lengkuas untuk pembuatan disinfektan serta balsam stik meningkat
MITRAHUSADAMITRAHUSADA Kekuatan utama produk terletak pada bahan baku berkualitas, rasa khas, dan kemasan praktis, meskipun terdapat kelemahan dalam promosi, stabilitas harga,Kekuatan utama produk terletak pada bahan baku berkualitas, rasa khas, dan kemasan praktis, meskipun terdapat kelemahan dalam promosi, stabilitas harga,
STIKESPANTIRAPIHSTIKESPANTIRAPIH Kesimpulan: kualitas tidur pada pasien lansia dapat dipengaruhi oleh kecemasan dan kesepian. Kualitas tidur pada lansia dapat dipengaruhi oleh kecemasanKesimpulan: kualitas tidur pada pasien lansia dapat dipengaruhi oleh kecemasan dan kesepian. Kualitas tidur pada lansia dapat dipengaruhi oleh kecemasan
KEMENSOSKEMENSOS Lembaga adat memberikan jaminan terpenuhinya kebutuhan lansia dan memberikan sanksi jika keluarga tidak mampu memenuhi kebutuhan tersebut. Dengan demikian,Lembaga adat memberikan jaminan terpenuhinya kebutuhan lansia dan memberikan sanksi jika keluarga tidak mampu memenuhi kebutuhan tersebut. Dengan demikian,
UNNUUNNU Beberapa faktor internal yang berkontribusi adalah rendahnya motivasi, kesulitan dalam mengelola waktu, dan ketidaksukaan terhadap mata pelajaran tertentu.Beberapa faktor internal yang berkontribusi adalah rendahnya motivasi, kesulitan dalam mengelola waktu, dan ketidaksukaan terhadap mata pelajaran tertentu.
STIKESLHOKSEUMAWESTIKESLHOKSEUMAWE Cedera kepala merupakan masalah kesehatan yang terus berkembang secara global dan menjadi penyebab utama kematian dan kecacatan seumur hidup bagi penderitanya.Cedera kepala merupakan masalah kesehatan yang terus berkembang secara global dan menjadi penyebab utama kematian dan kecacatan seumur hidup bagi penderitanya.
KEMENSOSKEMENSOS Konsep active ageing sendiri terdiri dari 8 faktor yang dibagi menjadi 2 bagian. Tentunya konsep ini akan berangkat sejak masa muda. Anak muda yang memahamiKonsep active ageing sendiri terdiri dari 8 faktor yang dibagi menjadi 2 bagian. Tentunya konsep ini akan berangkat sejak masa muda. Anak muda yang memahami
Useful /
IOCSCIENCEIOCSCIENCE Hasil ini menunjukkan bahwa Random Forest menawarkan model dasar yang kuat dan dapat ditafsirkan untuk prediksi penilaian IMDb dan memberikan wawasan yangHasil ini menunjukkan bahwa Random Forest menawarkan model dasar yang kuat dan dapat ditafsirkan untuk prediksi penilaian IMDb dan memberikan wawasan yang
MITRAHUSADAMITRAHUSADA Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden melakukan relaksasi nafas di Klinik Juliana Harahap pada tahun 2024, yaitu sebanyak 25 respondenHasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden melakukan relaksasi nafas di Klinik Juliana Harahap pada tahun 2024, yaitu sebanyak 25 responden
POLITEKNIKALISLAMPOLITEKNIKALISLAM Kelancaran serta pemahaman membaca dapat ditingkatkan dengan metode repeated reading atau membaca secara berulang-ulang. Repeated reading menjadi metodeKelancaran serta pemahaman membaca dapat ditingkatkan dengan metode repeated reading atau membaca secara berulang-ulang. Repeated reading menjadi metode
MITRAHUSADAMITRAHUSADA Tujuan: Untuk menentukan frekuensi distribusi pengetahuan ibu di Puskesmas Sentosa Baru Medan. Metode: Jenis desain yang digunakan dalam penelitian iniTujuan: Untuk menentukan frekuensi distribusi pengetahuan ibu di Puskesmas Sentosa Baru Medan. Metode: Jenis desain yang digunakan dalam penelitian ini