IAIDAIAIDA

LOYALITAS: Jurnal Pengabdian Kepada MasyarakatLOYALITAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Kemampuan difabel berkembang dengan baik jika pelatihan dan bimbingan dilakukan secara rutin. Pelatihan memberikan keterampilan motorik dan logika, sedangkan bimbingan memberikan arah yang tepat. Difabel kesulitan mengambil inisiatif, cenderung menyendiri dan tidak fokus. Kolaborasi antara difabel dan non-difabel menciptakan sinergi dan menghasilkan karya yang membanggakan. Kebanggaan difabel terlihat ketika mereka mampu menghasilkan karya. Kepercayaan diri, semangat hidup dan optimisme meningkat. Mereka merasa berguna bagi orang lain. SLB Paedagogia Maospati Magetan adalah sekolah inklusif untuk difabel. Semua siswa difabel dapat menerima pendidikan dasar, keterampilan dan terapi pemulihan. SLB ini menjadi mitra Universitas Darma Cendika Katolik Surabaya sebagai tempat Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Pemberdayaan difabel diarahkan pada pelatihan keterampilan kerajinan kayu dengan teknik bending melalui proses laminasi. Pada tahun 2021, mereka dilatih membuat meja dan kursi sederhana dengan bahan triplek. Pada tahun 2022, pembuatan kursi dengan sandaran dilanjutkan. Pada tahun 2024, pelatihan ditingkatkan untuk kesulitan yang lebih besar. Melalui metode Praktek dan Pengawasan Langsung, mengikuti SOP yang ditetapkan dalam proses produksi dan diarahkan untuk memahami pekerjaan industri. Penggunaan bahan bambu. Melalui kolaborasi, difabel dan non-difabel mampu menghasilkan karya. Pelatihan ini menunjukkan bahwa difabel akan berusaha mengikuti dan menyesuaikan diri dengan SOP yang diterapkan; kesuksesan pekerjaan memberikan semangat, harapan dan kepercayaan diri.

Pelatihan yang telah dilaksanakan menunjukkan arah positif terhadap perkembangan siswa.Pekerjaan yang rutin dilakukan oleh difabel akan menjadi kebiasaan sehingga mereka dapat dengan mudah melakukannya.Dampak positif pada perkembangan siswa difabel melalui pelatihan ini adalah.1) Siswa dilatih mengerjakan pekerjaan yang mengikuti Syarat, Operasional dan Prosedur (SOP) seperti yang dilakukan oleh industri.Hal ini memberikan pengetahuan dan pengalaman yang baik kepada difabel untuk memahami dan melakukan pekerjaan tersebut.2) Siswa difabel diajak memasuki dunia kerja layaknya bekerja pada industri dan menghasilkan produk yang akan digunakan oleh masyarakat.Melalui pendekatan industri ini kelak mereka sudah mengetahui proses kerja dalam industri.3) Gerak motorik siswa difabel yang cenderung lemah, dapat dilatih pada saat melakukan aktivitas yang membutuhkan tenaga.Getaran, beban serta pergerakan tangan yang dilakukan pada tahapan produksi memberikan terapi bagi otot, sendi serta lengan mereka.4) Konsentrasi pada saat bekerja memberikan dampak yang baik.Pada umumnya siswa difabel tidak fokus saat bekerja, tangan mereka bergerak namun mata mereka tidak tertuju pada objek yang dikerjakan.Melalui pendampingan serta pengawasan, siswa difabel diarahkan untuk fokus dan konsentrasi pada pekerjaan serta fokus pada objek yang dikerjakan.5) Keterampilan kriya kayu yang diberikan menjadi pengetahuan yang baik karena mengenalkan siswa dengan berbagai macam alat, mesin serta bahan.Selain itu proses produksi yang dilakukan membutuhkan kerjasama dalam tim.Kecenderungan siswa difabel kurang bersosialisasi, dengan pekerjaan berkelompok, mereka menjadi terbiasa membantu dan berinisiatif terhadap pekerjaan yang harus diselesaikan.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dipertimbangkan beberapa saran berikut: 1. Melanjutkan pelatihan dengan fokus pada peningkatan kualitas produk yang dihasilkan oleh difabel. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan pelatihan lanjutan yang lebih spesifik dan terstruktur, serta memberikan dukungan dan bimbingan yang lebih intensif kepada difabel. 2. Mengembangkan program magang atau kerja sama dengan industri atau perusahaan yang dapat memberikan kesempatan kepada difabel untuk menerapkan keterampilan dan pengetahuan yang telah mereka pelajari. Dengan demikian, difabel dapat memperoleh pengalaman kerja nyata dan meningkatkan kepercayaan diri mereka. 3. Menganalisis dan mengevaluasi dampak jangka panjang dari pelatihan ini terhadap perkembangan dan kemandirian difabel. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana pelatihan ini mempengaruhi kemampuan difabel dalam mencari pekerjaan, membangun jaringan sosial, dan meningkatkan kualitas hidup mereka secara keseluruhan. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan keterampilan difabel, integrasi mereka ke dalam dunia kerja, dan pemantauan dampak jangka panjang dari intervensi pelatihan.

Read online
File size5.03 MB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test