POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG

Journal of Midwifery Science: Basic and Applied ResearchJournal of Midwifery Science: Basic and Applied Research

Anemia merupakan masalah kesehatan utama yang dialami oleh remaja putri, dengan prevalensi tinggi yang disebabkan oleh berbagai faktor, terutama kurangnya pengetahuan gizi dan asupan zat besi yang rendah. Upaya pencegahan sangat krusial, khususnya edukasi kesehatan yang disampaikan menggunakan media yang menarik dan mudah diakses. Edukasi berbasis video, terutama format animasi, dinilai efektif dalam menarik perhatian, mempertahankan fokus, dan meningkatkan pemahaman di kalangan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi gizi seimbang menggunakan media video animasi terhadap pengetahuan remaja putri tentang anemia. Studi ini menggunakan desain kuasi-eksperimental kuantitatif dengan pendekatan pretest-posttest. Sebanyak 42 siswi di SMK II Angkasa Kalijati dipilih menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terstruktur untuk menilai tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk, uji Wilcoxon signed-rank, dan uji Mann-Whitney untuk mengevaluasi perbedaan skor pengetahuan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah intervensi. Uji Mann-Whitney menunjukkan perbedaan skor pretest dengan p-value 0,001 dan skor posttest dengan p-value 0,000. Uji Wilcoxon juga menunjukkan peningkatan signifikan pada rerata peringkat dengan p-value <0,05. Temuan ini mengindikasikan bahwa media video animasi sangat efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang pencegahan anemia. Kesimpulannya, edukasi kesehatan menggunakan video animasi berfungsi sebagai metode inovatif dan praktis untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan di kalangan remaja, sehingga mendukung upaya mengurangi prevalensi anemia.

Penelitian ini menunjukkan bahwa remaja putri di SMK Angkasa II Kalijati rentan terhadap anemia karena kurangnya konsumsi suplemen zat besi, sebagian belum pernah menerima informasi anemia, dan tingkat pengetahuan awal mereka tergolong rendah.Setelah diberikan intervensi edukasi gizi seimbang melalui media video, terjadi peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan mayoritas responden mencapai kategori baik.Oleh karena itu, edukasi berbasis video terbukti menjadi strategi promosi kesehatan yang efektif, tepat, dan mudah diakses untuk meningkatkan pemahaman remaja putri tentang pencegahan anemia.

Penelitian ini menunjukkan bahwa edukasi melalui video animasi sangat efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang pencegahan anemia. Namun, untuk memperkuat temuan ini dan melihat dampak yang lebih luas, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang bisa dilakukan. Pertama, akan sangat berharga untuk melakukan studi komparatif dengan desain eksperimental murni, yaitu dengan menambahkan kelompok kontrol yang tidak diberikan intervensi atau kelompok lain yang menerima edukasi dengan metode berbeda (misalnya, ceramah atau leaflet). Dengan begitu, kita bisa memastikan bahwa peningkatan pengetahuan benar-benar disebabkan oleh video edukasi dan bukan faktor lain, serta mengetahui seberapa unggul media video dibandingkan metode konvensional. Kedua, penelitian ini baru mengukur peningkatan pengetahuan dalam jangka pendek. Penting untuk meneliti apakah pengetahuan yang meningkat ini bertahan lama dan benar-benar mendorong perubahan perilaku positif pada remaja putri, seperti kebiasaan makan gizi seimbang atau kepatuhan mengonsumsi tablet tambah darah, yang pada akhirnya dapat mengurangi prevalensi anemia secara signifikan dalam jangka panjang. Studi tindak lanjut selama beberapa bulan atau bahkan setahun bisa memberikan wawasan berharga. Ketiga, mengingat peran lingkungan sosial, menarik untuk meneliti bagaimana pengaruh teman sebaya atau dukungan keluarga dapat memperkuat efektivitas edukasi gizi seimbang dalam mencegah anemia. Misalnya, apakah program edukasi yang melibatkan orang tua atau kelompok teman sebaya akan menghasilkan dampak yang lebih besar dibandingkan hanya edukasi langsung kepada individu? Selain itu, mengeksplorasi penggunaan media digital interaktif lainnya, seperti aplikasi mobile atau permainan edukasi, juga bisa menjadi alternatif menarik untuk menjangkau dan melibatkan remaja secara lebih mendalam.

Read online
File size288.48 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test