ITKAITKA

SAINTEKES: Jurnal Sains, Teknologi Dan KesehatanSAINTEKES: Jurnal Sains, Teknologi Dan Kesehatan

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tahun 2022. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan desain penelitian cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan membagikan angket. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh batita sebanyak 99 orang dan sampel sebanyak 99 orang balita dengan teknik pengambilan sampel yaitu Total Sampling. Analisa data yang digunakan adalah univariat dan bivariat dengan uji statistik yang digunakan yaitu uji Chi‑Square. Hasil Penelitian memperlihatkan adanya hubungan perkembangan motorik kasar dengan pengetahuan ibu (p value 0,002), pola asuh (p value 0,001), status gizi (p value 0,002), berat badan lahir (p value 0,007), dan riwayat pemberian ASI eksklusif (p value 0,002). Diharapkan kepada ibu batita untuk meningkatkan pengetahuan dan motivasi dengan menggali informasi tentang perkembangan motorik kasar dari berbagai sumber seperti petugas kesehatan dan buku, sehingga ibu dapat mengawasi perkembangan motorik kasar.

Penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan ibu, pola asuh, status gizi, berat lahir, dan riwayat pemberian ASI eksklusif memiliki hubungan signifikan dengan perkembangan motorik kasar pada batita.Anak yang mendapatkan ASI eksklusif secara signifikan lebih jarang mengalami gangguan perkembangan motorik kasar dibandingkan yang tidak mendapat ASI eksklusif.Oleh karena itu, peningkatan pengetahuan ibu serta penerapan pola asuh yang mendukung dan pemenuhan gizi yang adekuat sangat penting untuk meningkatkan kualitas perkembangan motorik kasar pada batita.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi pertanyaan apakah intervensi edukasi berbasis media digital untuk ibu dapat meningkatkan pengetahuan tentang stimulasi motorik kasar dan berpengaruh pada percepatan perkembangan motorik anak; selanjutnya, studi longitudinal diperlukan untuk menilai efek jangka panjang pola asuh demokratis versus otoriter terhadap kemampuan motorik kasar batita selama periode dua tahun pertama kehidupan; terakhir, penelitian eksperimental dapat menguji efektivitas suplementasi nutrisi mikro (seperti zat besi dan vitamin D) pada bayi dengan berat lahir rendah dalam meningkatkan status gizi serta mengurangi risiko keterlambatan motorik kasar, dengan mengontrol variabel lingkungan dan faktor herediter.

Read online
File size336.59 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test