UNMUSUNMUS

Musamus Law ReviewMusamus Law Review

Perpindahan dari distribusi game fisik ke digital di platform seperti Steam menciptakan kesan kepemilikan, secara sistematis mengurangi hak kekayaan tradisional konsumen. Artikel ini bertujuan menganalisis status hukum lisensi game digital di bawah Hukum Perdata Indonesia dan UU ITE, serta mengevaluasi perlindungan konsumen terhadap klausa exonerasi dalam Steam Subscriber Agreement. Penelitian menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan statutory dan konseptual. Temuan menunjukkan bahwa meskipun aset digital diakui sebagai entitas ekonomi di UU ITE, kontrak adhesi Steam mengurangkannya menjadi lisensi yang dapat dicabut dan tidak dapat dialihkan. Konstruksi ini menghindari Buku II KUHP dan sepenuhnya menghilangkan Prinsip Pertama Penjualan. Selain itu, klausa exonerasi Steam secara eksplisit melanggar Pasal 18 UU Perlindungan Konsumen, memicu kekosongan hukum terkait konfiskasi aset sepihak dan warisan digital. Artikel menyimpulkan bahwa ketergantungan pasif pada litigasi individu secara fundamental tidak memadai. Pemerintah Indonesia harus memaksimalkan pendaftaran Penyedia Sistem Elektronik (PSE) wajib untuk memaksakan kepatuhan terhadap hukum perlindungan konsumen nasional dan menjaga kedaulatan digital.

Ketergantungan pasif pada litigasi individu secara fundamental tidak memadai.Pemerintah Indonesia harus memaksimalkan pendaftaran Penyedia Sistem Elektronik (PSE) wajib untuk memaksakan kepatuhan terhadap hukum perlindungan konsumen nasional dan menjaga kedaulatan digital.Perlindungan konsumen di bidang aset digital memerlukan reformasi hukum yang mengakui hak kepemilikan nyata atas lisensi game digital.Kebijakan yang lebih proaktif diperlukan untuk mengatasi ketidakseimbangan hukum antara platform digital dan hak konsumen.

1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak pendaftaran PSE wajib terhadap hak konsumen di platform digital, dengan fokus pada perbandingan kebijakan antar negara. 2. Pengembangan kerangka hukum yang mengakui hak waris digital sebagai aset legal, dengan mempertimbangkan tantangan teknis dan etika. 3. Analisis mendalam tentang efektivitas mekanisme penyelesaian sengketa konsumen di tingkat internasional, terutama dalam konteks yurisdiksi lintas batas yang kompleks.

Read online
File size323.37 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test