UNMUSUNMUS

Musamus Law ReviewMusamus Law Review

Perkembangan industri di bidang makanan dan minuman di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang pesat, hal ini dibuktikan dengan data statistik usaha makanan dan minuman pada tahun 2022. Hal ini dibuktikan dengan data statistik usaha makanan dan minuman pada tahun 2022 hanya berjumlah 10.900 usaha. Sedangkan pada tahun 2023 terjadi lonjakan yang tinggi yaitu sebanyak 4.854.311 usaha. Hal ini disertai dengan tingginya jumlah kasus pelecehan seksual. Menurut Kementerian PPA pada tahun 2023-2024 jumlah pelecehan seksual mencapai 12.836-14.374. Data survei menunjukkan bahwa 54,81% pelaku kekerasan seksual di tempat kerja adalah atasan atau rekan kerja senior. Dengan pendekatan socio-legal dan pendekatan victimology, penelitian ini menganalisis bagaimana ketimpangan hubungan hierarki, budaya kerja dan kelemahan mekanisme pelaporan terhadap terjadinya pelecehan seksual. Temuan menunjukkan bahwa hubungan kekuasaan hierarkis memperkuat dominasi pelaku, sedangkan korban cenderung tidak berani melaporkan pelecehan seksual. Dominasi pelaku, sedangkan korban cenderung tidak berani melaporkan karena ancaman terhadap kelangsungan karier. Ancaman terhadap kelangsungan karier. Penelitian ini juga menekankan bentuk tanggung jawab korporasi melalui teori vicarious liability serta pentingnya restitusi dan perlindungan hukum bagi korban. Hasil penelitian ini merekomendasikan penguatan regulasi internal perusahaan, sosialisasi hak karyawan dan mendirikan sistem pelaporan yang aman dan pro korban untuk mencegah pelecehan seksual di sektor industri makanan dan minuman.

Berdasarkan hasil penelitian tentang Implikasi Hubungan Kekuasaan Manajemen Perusahaan Makanan dan Minuman terhadap Kasus Kejahatan Pelecehan Seksual, dapat disimpulkan bahwa dinamika hubungan kekuasaan dalam manajemen perusahaan memiliki dampak signifikan terhadap relevansi dan penanganan pelecehan seksual di perusahaan makanan dan minuman.Struktur hierarkis dalam organisasi memberikan peluang untuk penyalahgunaan kekuasaan.Selain itu, hambatan yang dihadapi korban adalah rasa takut terhadap ancaman dan kurangnya kepercayaan terhadap mekanisme pelaporan.Hal ini memerlukan reformasi regulasi yang komprehensif dan kebijakan internal yang kuat untuk melindungi korban secara efektif.Selain itu, meningkatkan akuntabilitas korporasi dengan tanggung jawab yang jelas dari manajemen untuk mencegah dan menangani kasus pelecehan seksual.Penerapan perspektif victimology menekankan bahwa memahami pengalaman korban adalah kritis untuk menyelesaikan langkah-langkah dan menciptakan lingkungan yang mendukung.Dengan mengintegrasikan kebijakan efektif seperti implementasi pelaporan dalam upaya perlindungan saksi dan korban, pelatihan rutin, dan kerangka kerja dukungan, perusahaan dapat mengurangi insiden pelecehan seksual dan memastikan lingkungan kerja yang lebih adil bagi semua karyawan.Inisiatif ini tidak hanya mengatasi masalah langsung, tetapi juga berkontribusi pada pergeseran budaya yang lebih luas menuju keselamatan dan rasa hormat sehingga meningkatkan reputasi perusahaan dalam jangka panjang.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif tentang implikasi hubungan kekuasaan di berbagai sektor industri, termasuk makanan dan minuman, untuk memahami bagaimana dinamika kekuasaan berbeda di setiap sektor dan bagaimana hal itu mempengaruhi kasus pelecehan seksual. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi strategi pencegahan dan penanganan yang efektif dalam industri makanan dan minuman, termasuk membentuk kebijakan yang jelas dan tegas, membangun budaya dukungan dan berbicara, serta mengembangkan mekanisme pengaduan yang efektif. Terakhir, penelitian dapat berfokus pada peran dan tanggung jawab manajemen dalam mencegah dan menangani pelecehan seksual di tempat kerja, serta bagaimana mereka dapat menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi karyawan.

  1. Ketimpangan Relasi Kuasa Dalam Kasus Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi | Amsir Law Journal. ketimpangan... journalstih.amsir.ac.id/index.php/alj/article/view/424Ketimpangan Relasi Kuasa Dalam Kasus Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi Amsir Law Journal ketimpangan journalstih amsir ac index php alj article view 424
  2. Ruang Bagi Pekerja Perempuan: Responsivitas Gender di Tempat Kerja | Ramdlan | Jurnal Talenta Sipil.... doi.org/10.33087/talentasipil.v7i2.500Ruang Bagi Pekerja Perempuan Responsivitas Gender di Tempat Kerja Ramdlan Jurnal Talenta Sipil doi 10 33087 talentasipil v7i2 500
  3. Pelecehan Seksual terhadap Korban ditinjau dari Permendikbud Nomor 30 Tahun 2021 | Media of Law and Sharia.... doi.org/10.18196/mls.v3i2.14336Pelecehan Seksual terhadap Korban ditinjau dari Permendikbud Nomor 30 Tahun 2021 Media of Law and Sharia doi 10 18196 mls v3i2 14336
Read online
File size921.43 KB
Pages23
DMCAReport

Related /

ads-block-test