FT UNDARFT UNDAR

Jurnal JEETechJurnal JEETech

Sebagai negara kepulauan dengan potensi alam yang melimpah, Indonesia memiliki peluang besar untuk mengembangkan energi terbarukan di desa-desa. Ketersediaan energi listrik di Indonesia yang mayoritas masih bergantung pada energi fosil belum bisa memenuhi permintaan kebutuhan listrik yang dibutuhkan oleh daerah khususnya di kepulauan dan daerah yang sulit dijangkau oleh aliran listrik PLN. Salah satunya adalah Kampung Andamata, Distrik Arguni Kabupaten Fakfak. Fakfak merupakan kabupaten di Provinsi Papua Barat yang terdiri atas gugusan pulau yang sistem kelistrikannya masih didominasi oleh PLN dengan menggunakan pembangkit listrik tenaga diesel. Sektor ketenagalistrikan mempunyai peranan yang sangat strategis dan menentukan dalam upaya menyejahterakan masyarakat dan mendorong berjalannya roda perekonomian, khususnya di Kabupaten Fakfak. Karena peran strategisnya, seyogianya energi listrik tersedia dalam jumlah yang cukup dengan mutu dan tingkat keandalan yang baik. Penelitian ini mencoba merancang Pembangkit Listrik Tenaga Surya Untuk Fasilitas Umum untuk mendukung Perencanaan Pembangunan Desa Melaui Energi Terbarukan di Kampung Andamata Distrik Arguni Kabupaten Fakfak. Perancangan dilakukan melalui perhitungan beban harian fasilitas umum di Kampung Andamata yakni sebesar 59712W/hari. Kemudian dilakukan simulasi menggunakan perangkat lunak HOMER yang mendapatkan konfigurasi sistem berupa, 19,642 kW panel surya, konverter 16 kW, 16 buah baterai dengan kapasistas 4,8kWh dan jaringan (grid) dengan konfigurasi optimal terpilih memiliki nilai NPC (Net Present Cost) sebesar Rp.638.047.300,00 dan COE (Cost of Energy) sebesar Rp29.605.080,00 dan Rp.1.545,73/kWh.

Setelah dilakukan simulasi dan analisa dari perancangan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya di Kampung Andamata dapat diambil kesimpulan antara lain.Hasil perhitungan diperoleh total beban harian fasilitas umum di Kampung Andamata sebesar 59712W/hari.Dengan demikian kebutuhan komponen PLTS antara lain, panel surya yang berkapasitas 350 wp sebanyak 56 panel, baterai dengan kapasitas 4,8 kWh sebanyak 16 buah dan 1 buah inverter dengan kapasitas 20 kW.Konfigurasi terbaik yang dapat diaplikasikan di Kampung Andamata adalah konfigurasi kedua (Grid-PV-Baterai-Inverter).Hasil dari konfigurasi ini didapatkan konfigurasi sistem berupa , 19,642 kW panel surya, converter 20 kW, baterai 4,8kWh sebanyak 16 baterai dan jaringan (grid).Produksi energi listrik pada konfigurasi kedua totalnya adalah 28.294 kWh per tahun dan total konsumsi energi listrik per tahunnya adalah 27.298 kWh di tunjukan pada gambar 5 di bawah.Nilai NPC (Net Present Cost) dari konfigurasi ini adalah sebesar Rp.Untuk COE (Cost of Energy) konfigurasi sistem pertama yang memiliki total biaya tahunan sistem sebesar Rp11.200,00 sehingga diperoleh nilai COE sebesar Rp.Hasil renewable fraction pada konfigurasi ini adalah sebesar 96,8%.

Untuk meningkatkan akses listrik di daerah terpencil, penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan sistem hibrid yang menggabungkan energi surya dengan sumber energi terbarukan lainnya, seperti energi angin atau mikrohidro. Penelitian ini dapat mengeksplorasi potensi sumber energi terbarukan di daerah tersebut dan merancang sistem hibrid yang optimal untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat. Selain itu, penelitian lanjutan dapat berfokus pada aspek sosial dan ekonomi, seperti edukasi dan pelibatan masyarakat dalam pengelolaan sistem listrik terbarukan. Mempelajari dampak sosial dan ekonomi dari implementasi sistem listrik terbarukan di daerah terpencil dapat memberikan wawasan yang berharga untuk pengembangan kebijakan dan strategi yang berkelanjutan.

  1. Pembangunan Desa Melalui Energi Terbarukan Melaui Perancangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Untuk Fasilitas... doi.org/10.32492/jeetech.v6i2.62001Pembangunan Desa Melalui Energi Terbarukan Melaui Perancangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Untuk Fasilitas doi 10 32492 jeetech v6i2 62001
Read online
File size5.66 MB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test