ITKAITKA

PRIMER : Jurnal Ilmiah MultidisiplinPRIMER : Jurnal Ilmiah Multidisiplin

Penerapan e-administrasi di UT menghendaki pengembangan dan pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk tujuan efisiensi dan efektivitas. Peserta pelatihan adalah pegawai staff administrasi UPBJJ UT Bandar Lampung. Jumlah peserta pelatihan adalah 22 orang yang didasarkan pada jumlah kelompok sasaran yang terdapat pada unit kerja di lingkungan UPBJJ UT Bandar Lampung Tahun 2020. Penyelenggaraan pelatihan penerapan e-administrasi dilaksanakan di UPBJJ UT Bandar Lampung selama dua bulan (setiap minggunya tiga kali), hal tersebut dikarenakan keterbatasan dana. Adapun biaya penyelenggaraan pelatihan penerapan e-administrasi staff administrasi UPBJJ UT Bandar Lampung dibebankan kepada UT. Pada saat ini penerapan e-administrasi di UT meliputi berbagai bidang sebagai berikut: 1) bahan ajar/profil mata kuliah; 2) students record system; 3) kepegawaian; 4) ketatalaksanaan; 5) manajemen aset; 6) penelitian dan pengabdian pada masyarakat; 7) perpustakaan, dan 8) distribusi. Sistem e-administrasi UT ini melibatkan pengembangan aplikasi berbasiskan relational database, yang terus disempurnakan sehingga benar-benar dapat meningkatkan efisiensi, mewujudkan goal and corporate governance, serta menberikan layanan terbaik kepada pengguna. Penerapan e-administration UT pada bidang-bidang tersebut merupakan prioritas UT sampai saat ini. Bidang-bidang tersebut secara fundamental mendukung kegiatan operasional UT sebagai suatu institusi mega-university yang melayani mahasiswa dalam jumlah besar serta menjangkau mahasiswa yang bertempat tinggal di seluruh pelosok tanah air.

Pelatihan bertujuan untuk meningkatkan kinerja dan memutakhirkan keahlian karyawan sesuai perkembangan teknologi, yang bermanfaat bagi individu maupun organisasi.Evaluasi pelatihan diperlukan untuk menilai efektivitas program melalui reaksi peserta, perubahan perilaku, dan kontribusi terhadap tujuan organisasi.Keberhasilan pelatihan sangat dipengaruhi oleh implementasi hasil pelatihan di tempat kerja serta didukung oleh sistem manajemen yang multikultural untuk mendukung transfer of training secara optimal.

Pertama, perlu dikaji bagaimana efektivitas pelatihan e-administrasi jika durasinya diperpanjang atau frekuensinya ditingkatkan, mengingat pelatihan ini hanya dilaksanakan selama dua bulan dengan keterbatasan dana; penelitian lanjutan dapat mengevaluasi dampak perubahan durasi dan intensitas pelatihan terhadap kompetensi jangka panjang pegawai. Kedua, penting untuk meneliti pengaruh faktor kultural organisasi terhadap implementasi hasil pelatihan, mengingat kesimpulan menyebutkan bahwa nilai, kebiasaan, dan kepercayaan dalam organisasi memengaruhi transfer of training; penelitian dapat mengidentifikasi variabel budaya kerja yang paling signifikan dalam memperlancar atau menghambat penerapan keterampilan baru. Ketiga, perlu dikembangkan penelitian tentang desain ulang metode pelatihan dengan integrasi teknologi multimedia secara lebih maksimal, karena meskipun teknologi mendukung, isi materi tetap menjadi penentu utama keberhasilan; studi ini dapat menguji model pelatihan hybrid yang menggabungkan simulasi digital dan program instruksional berbasis komputer untuk meningkatkan pemahaman dan retensi peserta dalam konteks administrasi pendidikan jarak jauh.

  1. PELATIHAN PENERAPAN E-ADMINISTRATION DI UPBJJ UT BANDAR LAMPUNG | PRIMER : Jurnal Ilmiah Multidisiplin.... ejournal.itka.ac.id/index.php/primer/article/view/59PELATIHAN PENERAPAN E ADMINISTRATION DI UPBJJ UT BANDAR LAMPUNG PRIMER Jurnal Ilmiah Multidisiplin ejournal itka ac index php primer article view 59
  1. #pemanfaatan teknologi#pemanfaatan teknologi
  2. #bandar lampung#bandar lampung
Read online
File size213.91 KB
Pages6
Short Linkhttps://juris.id/p-18N
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test