UNAIUNAI
11th International Scholars Conference11th International Scholars ConferenceArtikel ini merupakan hasil penelitian mengenai persepsi dan kepuasan mahasiswa terhadap evaluasi dosen. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat tingkat persepsi dan kepuasan mahasiswa terkait evaluasi dosen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa yang terdaftar pada semester genap 2023/2024 dengan jumlah 1400 mahasiswa, dan jumlah sampel sebanyak 153 mahasiswa. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang terdiri dari 12 pertanyaan yang dikelompokkan ke dalam 4 aspek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 70,4% mahasiswa berpendapat bahwa mereka membaca dengan seksama, memahami, dan mengisi evaluasi secara objektif. Sebanyak 73,6% mahasiswa menyatakan bahwa isi kuesioner mampu menggali kinerja dosen dalam lima kompetensi yang diukur, sehingga perlu dipertahankan bahkan dikembangkan. Sebesar 59,5% mahasiswa percaya bahwa hasil evaluasi dosen digunakan oleh dosen dan institusi untuk meningkatkan kinerja mereka. Selanjutnya, 62,1% mahasiswa merasa puas dengan aktivitas evaluasi dosen mereka. Dari lima kompetensi dosen yang dinilai dalam evaluasi, 43,5% mahasiswa menganggap kompetensi profesional sebagai yang paling penting untuk dinilai dan dikembangkan. Berdasarkan analisis cross-tabulasi dan uji ANOVA, ditemukan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan dalam persepsi dan kepuasan mahasiswa berdasarkan jenis kelamin, angkatan, maupun fakultas. Dari analisis regresi, diperoleh bahwa pemahaman & objektivitas, isi kuesioner, dan manfaat evaluasi dosen secara bersama-sama memengaruhi kepuasan mahasiswa, tetapi secara parsial yang berpengaruh signifikan terhadap kepuasan adalah isi kuesioner dan manfaat evaluasi dosen.
Sebagian besar mahasiswa (70,4%) mengisi evaluasi dosen secara objektif setelah membaca dan memahami pertanyaan dengan seksama.Sebanyak 73,6% mahasiswa menilai bahwa kuesioner evaluasi dosen mampu menggali kinerja dosen dan perlu dipertahankan atau dikembangkan.Isi kuesioner dan manfaat evaluasi secara signifikan memengaruhi kepuasan mahasiswa, sementara objektivitas tidak berpengaruh secara signifikan.
Pertama, perlu diteliti bagaimana persepsi dosen terhadap hasil evaluasi mahasiswa, terutama apakah mereka merasa hasil evaluasi tersebut membantu pengembangan diri atau justru menimbulkan tekanan. Kedua, sebaiknya dilakukan penelitian tentang adanya kemungkinan bias dalam pemberian nilai oleh dosen setelah mengetahui hasil evaluasi dari mahasiswa, apakah dosen cenderung memberi nilai lebih tinggi atau lebih rendah sebagai bentuk respon terhadap penilaian tersebut. Ketiga, penting untuk mengkaji lebih dalam struktur kuesioner evaluasi dosen, misalnya dengan membandingkan model saat ini terhadap model yang lebih terperinci dalam mengukur kompetensi profesional dosen, serta melihat apakah penambahan aspek tertentu dapat meningkatkan validitas dan kebermanfaatan hasil evaluasi bagi pengembangan pembelajaran di perguruan tinggi. Penelitian-penelitian ini dapat membuka jalan bagi sistem evaluasi yang lebih adil, transparan, dan bermakna bagi seluruh pemangku kepentingan. Dengan mengeksplorasi sudut pandang dosen, risiko bias penilaian, dan desain kuesioner yang optimal, institusi pendidikan dapat memastikan bahwa evaluasi tidak hanya menjadi kewajiban administratif, tetapi menjadi alat transformasi kualitas pendidikan yang efektif. Penelitian lanjutan sebaiknya juga mempertimbangkan variasi pengalaman mahasiswa antar disiplin ilmu dan level studi untuk memahami konteks yang lebih luas terhadap kepuasan dan persepsi objektivitas. Selain itu, bisa dievaluasi pula sejauh mana umpan balik dari evaluasi dosen benar-benar ditindaklanjuti secara institusional. Hasil dari studi tersebut dapat digunakan untuk merancang kebijakan penilaian yang lebih holistik dan berkelanjutan. Kajian tentang dimensi waktu juga penting, seperti apakah persepsi mahasiswa berubah dari semester ke semester atau seiring dengan pengalaman akademik yang bertambah. Dengan pendekatan penelitian yang komprehensif dan berbasis bukti, sistem evaluasi dosen dapat terus diperbaiki untuk mendukung lingkungan pembelajaran yang berkualitas dan saling mendukung.
| File size | 201.27 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
UNAIUNAI Konsep k-LCM cordial labelling untuk graf sederhana terhubung dan takberarah telah berhasil diperkenalkan dan dieksplorasi berdasarkan definisi metodeKonsep k-LCM cordial labelling untuk graf sederhana terhubung dan takberarah telah berhasil diperkenalkan dan dieksplorasi berdasarkan definisi metode
UNAIUNAI Penelitian ini menunjukkan bahwa integrabilitas fungsi terbatas secara esensial dapat dibahas secara lengkap dalam kerangka teori integrasi Henstock-Kurzweil.Penelitian ini menunjukkan bahwa integrabilitas fungsi terbatas secara esensial dapat dibahas secara lengkap dalam kerangka teori integrasi Henstock-Kurzweil.
UNAIUNAI By prioritizing user demands and preferences, effective UI/UX design can generate a favorable and fulfilling experience for users, while enhancing theBy prioritizing user demands and preferences, effective UI/UX design can generate a favorable and fulfilling experience for users, while enhancing the
UNAIUNAI Penelitian ini menunjukkan bahwa analisis sentimen dengan tiga algoritma pembelajaran mesin—Random Forest, k‑NN, dan SVM—dapat digunakan untuk menilaiPenelitian ini menunjukkan bahwa analisis sentimen dengan tiga algoritma pembelajaran mesin—Random Forest, k‑NN, dan SVM—dapat digunakan untuk menilai
UNAIUNAI Algoritma genetika berhasil menentukan parameter operasional komposter yang optimal untuk berbagai bahan kompos sesuai dengan nilai NPK target. SistemAlgoritma genetika berhasil menentukan parameter operasional komposter yang optimal untuk berbagai bahan kompos sesuai dengan nilai NPK target. Sistem
UNAIUNAI Penerimaan sistem dievaluasi oleh 38 peserta dengan menggunakan purposive sampling. Evaluasi mencakup delapan karakteristik untuk menilai kualitas perangkatPenerimaan sistem dievaluasi oleh 38 peserta dengan menggunakan purposive sampling. Evaluasi mencakup delapan karakteristik untuk menilai kualitas perangkat
UNAIUNAI Konverter flyback memasok daya yang diperlukan untuk sensor. Sebaliknya, sensor PIR mendeteksi gerakan untuk mengaktifkan relay AC saat pengguna mendekat,Konverter flyback memasok daya yang diperlukan untuk sensor. Sebaliknya, sensor PIR mendeteksi gerakan untuk mengaktifkan relay AC saat pengguna mendekat,
IPDNIPDN Sikap dan kemampuan pustakawan dibutuhkan untuk menarik minat baca pemustaka dalam memanfaatkan media yang disediakan perpustakaan. Tujuan: Tujuan PenelitianSikap dan kemampuan pustakawan dibutuhkan untuk menarik minat baca pemustaka dalam memanfaatkan media yang disediakan perpustakaan. Tujuan: Tujuan Penelitian
Useful /
UNSIQUNSIQ Desa Surengede yang terletak di Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, memiliki potensi besar dalam sektor hortikultura dengan fokus utama pada produksiDesa Surengede yang terletak di Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, memiliki potensi besar dalam sektor hortikultura dengan fokus utama pada produksi
UNSIQUNSIQ Inovasi ini meningkatkan keterampilan anggota kelompok, membuka peluang diversifikasi produk, serta mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.Inovasi ini meningkatkan keterampilan anggota kelompok, membuka peluang diversifikasi produk, serta mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
UNSIQUNSIQ Keberhasilan kegiatan didukung oleh kolaborasi dengan pihak pesantren, antusiasme peserta, serta relevansi materi dengan kebutuhan pasar. Program ini berkontribusiKeberhasilan kegiatan didukung oleh kolaborasi dengan pihak pesantren, antusiasme peserta, serta relevansi materi dengan kebutuhan pasar. Program ini berkontribusi
UNSIQUNSIQ Dengan pelatihan ini, anggota KWT tidak hanya memperoleh keterampilan teknis dalam budidaya pertanian yang efisien, tetapi juga kemampuan untuk memasarkanDengan pelatihan ini, anggota KWT tidak hanya memperoleh keterampilan teknis dalam budidaya pertanian yang efisien, tetapi juga kemampuan untuk memasarkan