BIMABERILMUBIMABERILMU

Bima Abdi: Jurnal Pengabdian MasyarakatBima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan minat berwirausaha pada pelajar melalui penyuluhan kewirausahaan berbasis diskusi interaktif. Subjek kegiatan adalah pelajar tingkat SMA, dengan jumlah peserta yang mengikuti kegiatan secara aktif sebanyak 6 orang. Kegiatan dilaksanakan di Heima Coffee, Jl. Gatot Subroto X, Kota Banjarmasin, selama satu hari dengan durasi pelaksanaan selama 8 jam. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dan kolaboratif melalui workshop, diskusi kelompok, studi kasus, serta sesi berbagi pengalaman. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan pre-test dan post-test, observasi, serta wawancara singkat untuk mengukur perubahan pengetahuan, sikap, dan partisipasi peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta yang ditunjukkan oleh kenaikan nilai rata-rata dari 62,6 pada pre-test menjadi 74 pada post-test, dengan peningkatan sebesar 11,4 poin dan terbukti signifikan secara statistik. Selain itu, peserta menunjukkan keterlibatan aktif, peningkatan kepercayaan diri, serta kemampuan yang lebih baik dalam mengemukakan ide usaha. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan dampak positif dalam menumbuhkan minat berwirausaha pada pelajar.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berhasil meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pelajar mengenai kewirausahaan, terbukti dari kenaikan nilai rata-rata pre-test ke post-test sebesar 11,4 poin.Metode penyuluhan dan diskusi interaktif terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi, keterlibatan aktif, dan suasana belajar yang komunikatif bagi peserta.Kegiatan ini memberikan dampak nyata berupa peningkatan pengetahuan, minat berwirausaha, dan kepercayaan diri pelajar dalam mengemukakan ide usaha.

Pertama, perlu diteliti efektivitas model pendampingan berkelanjutan dalam jangka panjang untuk mempertahankan dan mengembangkan pengetahuan serta minat berwirausaha pelajar setelah pelatihan selesai. Kedua, perlu dikaji penerapan praktik langsung usaha mikro dalam skala kecil oleh pelajar selama program, untuk mengetahui pengaruhnya terhadap kesiapan dan keyakinan mereka dalam memulai usaha nyata. Ketiga, perlu dieksplorasi integrasi teknologi digital dalam pembelajaran kewirausahaan, seperti penggunaan platform digital untuk pemasaran dan manajemen usaha sederhana, guna meningkatkan relevansi dan daya saing pelajar di era digital. Penelitian-penelitian ini dapat mengatasi keterbatasan durasi dan jumlah peserta serta memperkuat aspek praktik dan inovasi dalam program pelatihan. Dengan demikian, hasil dari kegiatan PkM dapat diperluas secara lebih luas dan berkelanjutan. Pendekatan yang lebih aplikatif dan kontinu diperlukan agar pengembangan jiwa kewirausahaan tidak berhenti pada satu kali kegiatan. Pelibatan sekolah dan pelaku usaha lokal juga penting untuk memastikan keberlanjutan dan relevansi pembelajaran. Penelitian lanjutan sebaiknya melibatkan sampel yang lebih besar dan dilakukan di berbagai lokasi untuk memperoleh temuan yang lebih representatif. Model pelatihan hybrid antara tatap muka dan daring juga perlu diuji efektivitasnya. Hal ini dapat meningkatkan aksesibilitas dan fleksibilitas peserta dalam mengikuti program. Dengan pendekatan riset yang sistematis, dampak jangka panjang dari intervensi kewirausahaan pada pelajar dapat diukur dan dimaksimalkan.

Read online
File size290.5 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test