JSSSJSSS

Journal of Social ScienceJournal of Social Science

Penelitian ini mengkaji dan menganalisis pengaruh motivasi intrinsik dan kompensasi finansial terhadap komitmen afektif: peran mediasi kepuasan kerja. Metode penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner kepada responden. Populasi yang diteliti dalam studi ini adalah karyawan CV. Mulya Sukanta Makmur berjumlah 70 orang. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Structural Equation Model (SEM) dengan menggunakan Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh positif dan signifikan dari motivasi intrinsik terhadap komitmen afektif, ada pengaruh positif dan signifikan dari kompensasi finansial terhadap komitmen afektif, ada pengaruh positif tetapi tidak signifikan dari motivasi intrinsik terhadap kepuasan kerja, ada pengaruh positif dan signifikan dari kompensasi finansial terhadap kepuasan kerja, ada pengaruh positif dan signifikan dari kepuasan kerja terhadap komitmen afektif, kepuasan kerja tidak memediasi hubungan antara motivasi intrinsik dan komitmen afektif, kepuasan kerja tidak memediasi hubungan antara kompensasi finansial dan komitmen afektif.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa motivasi intrinsik memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen afektif.Perubahan pada komitmen afektif dipengaruhi oleh nilai motivasi intrinsik.Salah satu patokan motivasi yang terpelihara dengan baik adalah realisasi komitmen.Dan jika motivasi seseorang menurun, sebaiknya tidak mempengaruhi komitmen.Variabel kompensasi finansial memiliki pengaruh positif terhadap komitmen afektif.Pemberian kompensasi finansial dapat meningkatkan semangat kerja karyawan di tempat kerja dan meningkatkan kualitas kinerja dan komitmen karyawan untuk melakukan yang terbaik bagi perusahaan.Penelitian yang dilakukan terhadap karyawan dengan motivasi intrinsik memiliki pengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan di CV.Motivasi intrinsik memiliki pengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap kinerja karyawan di CV Mulya Sukanta Makmur.Penelitian yang dilakukan terhadap karyawan CV Mulya Sukanta Makmur menunjukkan bahwa ada pengaruh positif dan signifikan dari kompensasi finansial terhadap kepuasan kerja.Kompensasi dapat digunakan sebagai alat pemantau, mengukur produktivitas atau kinerja dan metode untuk mencapai tujuan yang ditetapkan oleh perusahaan dari aspek positif, tetapi kompensasi juga dapat digunakan sebagai sanksi bagi karyawan yang memiliki produktivitas atau kinerja rendah dengan memberikan sanksi seperti penurunan kompensasi (gaji, upah, insentif dan lain-lain) sehingga kompensasi dilihat dari aspek negatif.Penelitian yang dilakukan terhadap karyawan CV Mulya Sukanta Makmur menunjukkan bahwa kepuasan kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.Artinya, semakin tinggi tingkat kepuasan kerja karyawan di perusahaan, semakin tinggi komitmen afektif yang ada pada karyawan.Penelitian ini menemukan bahwa kepuasan kerja memediasi hubungan antara motivasi intrinsik dan komitmen afektif memiliki pengaruh positif tetapi tidak signifikan.Nilai komitmen afektif karyawan adalah hasil kombinasi motivasi intrinsik dan kepuasan kerja.Motivasi intrinsik dapat mengarah pada komitmen afektif karyawan yang memiliki loyalitas dan tanggung jawab serta ikatan emosional dan keyakinan dalam bekerja.Kebutuhan CV Mulya Sukanta Makmur untuk memberikan prioritas pada kepuasan kerja agar menciptakan komitmen afektif yang lebih tinggi oleh karyawan terhadap perusahaan mereka.Penelitian yang dilakukan terhadap karyawan dengan kompensasi finansial memiliki pengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap komitmen afektif melalui kepuasan kerja di karyawan CV Mulya Sukanta Makmur.Artinya, nilai komitmen afektif karyawan adalah hasil kombinasi kompensasi finansial dan kepuasan kerja.Kompensasi yang memadai dan cukup dapat memotivasi karyawan untuk meningkatkan kepuasan kerja atau kinerja karyawan di perusahaan.Namun di sisi lain, kepuasan kerja karyawan juga dapat menjadi indikator yang mendukung penciptaan proses kerja yang lebih lancar.

Saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: . 1. Menganalisis faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi komitmen afektif, seperti budaya organisasi, kepemimpinan, dan lingkungan kerja.. 2. Meneliti dampak dari intervensi atau program yang bertujuan meningkatkan motivasi intrinsik dan kompensasi finansial pada karyawan, serta mengukur pengaruhnya terhadap komitmen afektif dan kepuasan kerja.. 3. Melakukan studi komparatif antara perusahaan yang memiliki kebijakan kompensasi finansial berbeda-beda, untuk melihat apakah ada perbedaan signifikan dalam tingkat komitmen afektif dan kepuasan kerja karyawan.

Read online
File size419.4 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test