UBUB

Journal of Psychiatry Psychology and Behavioral ResearchJournal of Psychiatry Psychology and Behavioral Research

Latar belakang: Postpartum blues adalah salah satu bentuk gangguan psikologis. Hal ini dapat terjadi ketika seorang ibu gagal dalam fase penyesuaian diri. Ini adalah kejadian peripartum normal setelah melahirkan. Postpartum blues biasanya ditandai dengan beberapa gejala klinis seperti iritabilitas, kecemasan, perubahan suasana hati, dll. Identifikasi dini dapat membantu dalam pengobatan yang tepat.. . Tujuan: Mengidentifikasi kondisi postpartum blues dan memahami sistem rujukan untuk masalah ibu.. . Metode: Ini adalah studi kualitatif dengan metode laporan kasus pada ibu pasca melahirkan yang dinilai dengan Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) dan diikuti dengan kebutuhan ibu.. . Hasil: Evaluasi kebutuhan ibu dengan konsep keperawatan dan kebidanan menunjukkan penurunan rata-rata yang signifikan dalam nilai postpartum blues. Pada skrining pertama, skor adalah 11, dan sekarang skor menunjukkan <9.. . Kesimpulan: Deteksi dini dan intervensi yang tepat oleh penyedia layanan kesehatan untuk berkolaborasi dalam mengurangi faktor risiko yang saling terkait akan lebih efektif dalam mengurangi tingkat postpartum blues.

Postpartum blues adalah gejala ringan yang mereda dengan sendirinya dan tidak dianggap sebagai gangguan psikologis.Intervensi harus diberikan kepada wanita dengan postpartum blues untuk mencegah wanita yang memiliki gejala lebih signifikan dari postpartum depression dan postpartum psychosis.Instrumen skrining yang paling umum digunakan adalah EPDS.Deteksi dini dan intervensi yang tepat oleh proses antardisiplin yang memungkinkan penyedia layanan kesehatan untuk berkolaborasi dalam mengurangi faktor risiko yang saling terkait akan menjadi paling efektif dalam mengurangi tingkat hasil ini.Tenaga kesehatan, terutama bidan, dapat membantu ibu baru mengatasi gangguan psikologis pasca melahirkan dan belajar menikmati bayi baru mereka dan kehidupan mereka.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada pengembangan intervensi yang lebih efektif untuk mengurangi tingkat postpartum blues. Studi ini dapat mengeksplorasi berbagai pendekatan, seperti terapi kognitif, terapi perilaku, dan intervensi psikososial, untuk menentukan strategi terbaik dalam membantu ibu pasca melahirkan mengatasi gejala postpartum blues. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk menyelidiki faktor-faktor risiko spesifik yang berkontribusi terhadap perkembangan postpartum blues, seperti status ekonomi rendah, latar belakang etnis atau ras, dan status kehamilan yang tidak direncanakan. Dengan memahami faktor-faktor ini, intervensi yang ditargetkan dapat dikembangkan untuk mencegah atau mengurangi dampak postpartum blues. Akhirnya, penting untuk menyelidiki peran dukungan sosial dan keluarga dalam membantu ibu pasca melahirkan mengatasi tantangan psikologis. Studi ini dapat mengeksplorasi bagaimana dukungan emosional, informasi, dan penilaian dari orang-orang terdekat dapat meningkatkan kesejahteraan ibu dan mengurangi gejala postpartum blues. Dengan menggabungkan pendekatan ini, penelitian dapat berkontribusi pada pengembangan strategi komprehensif untuk mendukung kesehatan mental ibu pasca melahirkan dan mengurangi dampak postpartum blues.

  1. 0. pdf obj endobj extgstate procset text imageb imagec imagei annots mediabox contents group tabs wm3... theicph.com/wp-content/uploads/2019/07/21.-Anwar-Sadat-Djaya.pdf0 pdf obj endobj extgstate procset text imageb imagec imagei annots mediabox contents group tabs wm3 theicph wp content uploads 2019 07 21 Anwar Sadat Djaya pdf
  2. POSTPARTUM BLUES AS A PSYCHOLOGICAL DISORDERS IN NEW MOTHER: A CASE REPORT | Journal of Psychiatry Psychology... doi.org/10.21776/ub.jppbr.2022.003.02.4POSTPARTUM BLUES AS A PSYCHOLOGICAL DISORDERS IN NEW MOTHER A CASE REPORT Journal of Psychiatry Psychology doi 10 21776 ub jppbr 2022 003 02 4
Read online
File size201.5 KB
Pages3
DMCAReport

Related /

ads-block-test