UNISMUH PALUUNISMUH PALU

Journal of Public Health and PharmacyJournal of Public Health and Pharmacy

Pendahuluan: Kesehatan mental secara signifikan memengaruhi kesejahteraan emosional remaja serta kemungkinan terjadinya kekerasan, karena remaja dengan kesehatan mental yang kuat lebih mampu mengelola konflik interpersonal dan menolak tekanan yang dapat mengarah ke kekerasan. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana persepsi kesehatan mental di antara guru dan remaja berkontribusi pada ketahanan emosional dan menjadi dasar bagi pengembangan karakter anti‑kekerasan. Metode: Metode deskriptif kualitatif diterapkan dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dari sepuluh informan—enam siswa dan empat guru—yang dipilih secara purposive. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa persepsi kesehatan mental baik remaja maupun guru beragam namun umumnya menyor bagi stabilitas emosional dan psikologis, serta men fixing peran keluarga dan pengalaman masa kecil. Temuan juga menunjukkan bahwa karakter yang dikembangkan dari masa kecil berperan dalam mendukung kesehatan mental serta kemampuan merespons stres sosial tanpa beralih ke kekerasan. Kesimpulan: Penelitian ini memberi wawasan berharga mengenai hubungan antara persepsi kesehatan mental guru dan siswa serta pendidikan karakter, serta menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan komunitas dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan karakter dan kesejahteraan mental remaja.

Hasil penelitian menegaskan pengaruh signifikan kesehatan mental remaja terhadap kecenderungan bersikap kekerasan serta kesejahteraan emosionalnya.Penelitian ini menyoroti hubungan antara persepsi guru dan siswa terhadap kesehatan mental serta pendidikan karakter sebagai strategi গিয়ে pencegahan kekerasan.Kesimpulan menekankan pentingnya kolaborasi antar sekolah, keluarga, dan komunitas dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan karakter dan kesejahteraan mental remaja.

Penelitian lanjutan dapat memanfaatkan desain longitudinal untuk menilai dampak program pendidikan karakter pada berkurangnya kekerasan remaja sepanjang masa sekolah, sehingga dapat menunjukkan perubahan perilaku jangka panjang. Selain_Xax, penelitian dapat melibatkan stakeholder beragam—orang tua, guru, dan anggota masyarakat—dalam evaluasi intervensi kesehatan mental, guna mengidentifikasi faktor kontekstual yang mempengaruhi efektivitas program. Penelitian selanjutnya juga dapat menggali peran teknologi digital, seperti aplikasi pelaporan atau platform edukatif, dalam meningkatkan dukungan psikologis dan mencegah kekerasan di lingkungan sekolah. Dengan pendekatan tersebut, diharapkan program pencegahan dapat lebih disesuaikan dengan kebutuhan spesifik komunitas dan menghasilkan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan.

  1. Teachers' and Adolescents' Perceptions of Mental Health and Character Education as Preventative... doi.org/10.56338/jphp.v5i1.6303Teachers and Adolescents Perceptions of Mental Health and Character Education as Preventative doi 10 56338 jphp v5i1 6303
Read online
File size578.22 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test