UNTARUNTAR
Phronesis: Jurnal Psikologi Industri/OrganisasiPhronesis: Jurnal Psikologi Industri/OrganisasiMusik K-pop banyak digemari oleh masyarakat global saat ini. Penggemar K-pop tidak hanya menyukai musik K-pop, namun juga mengidolakan para penyanyinya. Penggemar K-pop sering mengikuti berita terbaru hingga mengumpulkan informasi pribadi mengenai idolanya, salah satunya melalui aplikasi X. Perilaku ini dikenal sebagai celebrity worship, yaitu perilaku yang cenderung menunjukkan hubungan parasosial dan obsesi terhadap idolanya. Beberapa penelitian terdahulu menemukan kaitan antara celebrity worship dengan beberapa aspek kualitas hidup, namun hasilnya masih inkonsisten. Penelitian ini ditujukan untuk mengidentifikasi korelasi antara celebrity worship dengan kualitas hidup secara keseluruhan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional yang menggunakan teknik nonprobablity sampling berjenis purposive sampling. Alat ukur Celebrity Attitude Scale 23-item digunakan untuk mengukur celebrity worship, sedangkan kualitas hidup diukur dengan WHOQOL-BREF. Partisipan pada penelitian ini melibatkan 482 penggemar K-pop berusia 20 hingga 40 tahun atau dewasa awal, dan aktif menggunakan aplikasi X untuk mendukung aktivitas celebrity worship yang dilakukan. Analisis korelasi menggunakan metode Pearson menunjukkan koefisien r = 0,106 dan nilai signifikansi p = 0.02 < 0.05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang positif dan signifikan antara celebrity worship dengan kualitas hidup pada penggemar K-pop yang menggunakan aplikasi X di kalangan dewasa awal. Semakin tinggi tingkat celebrity worship, maka semakin tinggi tingkat kualitas hidup individu, dan demikian pula sebaliknya.
Penelitian ini melibatkan 482 penggemar K-pop yang menggunakan aplikasi X dari kalangan dewasa awal.Hasil penelitian menemukan adanya korelasi yang positif dan signifikan antara celebrity worship dan kualitas hidup.Semakin tinggi tingkat celebrity worship yang dialami, semakin tinggi juga kualitas hidup penggemar K-pop berusia dewasa awal yang menggunakan aplikasi X, dan demikian pula sebaliknya.Hasil penelitian ini sejalan dengan hipotesis yang diajukan.Korelasi antara celebrity worship dan kualitas hidup yang ditemukan pada penelitian ini diharapkan dapat menjadi tambahan kajian empiris, serta menjadi landasan untuk penelitian-penelitian selanjutnya.Konstruksi alat ukur celebrity worship yang dikhususkan untuk penggemar K-pop juga dapat menjadi fokus pada penelitian ke depannya.Selain itu, hasil penelitian ini juga dapat digunakan sebagai acuan untuk merancang program psikoedukasi.Meskipun ditemukan adanya hubungan positif antara celebrity worship dengan kualitas hidup, namun perlu diingat bahwa perilaku celebrity worship yang berlebihan juga dapat menimbulkan dampak negatif terhadap penggemar.Penggemar K-pop perlu mengetahui batasan yang wajar dalam menunjukkan perilaku celebrity worship terhadap idolanya.Program psikoedukasi dapat menjadi salah satu upaya untuk mengedukasi penggemar K-pop terkait cara-cara untuk menjaga tingkat celebrity worship agar tidak melebihi batas wajar.Program psikoedukasi yang dirancang juga dapat mengangkat topik terkait cara-cara meningkatkan kualitas hidup.
Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi korelasi antara celebrity worship dan dimensi lingkungan secara lebih dalam dengan fokus pada aspek tertentu, seperti akses informasi atau kesempatan rekreasi pada penggemar K-pop. Kedua, penelitian dapat berfokus pada konstruksi alat ukur celebrity worship yang dikhususkan untuk penggemar K-pop, untuk lebih memahami perilaku dan dampak celebrity worship pada penggemar K-pop. Ketiga, penelitian dapat menyelidiki dampak celebrity worship yang berlebihan terhadap kualitas hidup penggemar K-pop, dan mengembangkan strategi intervensi untuk mencegah dampak negatif tersebut. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang lebih mendalam dalam memahami hubungan antara celebrity worship dan kualitas hidup pada penggemar K-pop.
- Conceptualization and measurement of celebrity worship - McCutcheon - 2002 - British Journal of Psychology... bpspsychub.onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1348/000712602162454Conceptualization and measurement of celebrity worship McCutcheon 2002 British Journal of Psychology bpspsychub onlinelibrary wiley doi 10 1348 000712602162454
- Personality and coping: A context for examining celebrity worship and mental health - Maltby - 2004 -... bpspsychub.onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1348/0007126042369794Personality and coping A context for examining celebrity worship and mental health Maltby 2004 bpspsychub onlinelibrary wiley doi 10 1348 0007126042369794
- The Relationship between Celebrity Worship and Psychological Well-Being in Students of the Faculty of... doi.org/10.17977/um023v13i12024p104-118The Relationship between Celebrity Worship and Psychological Well Being in Students of the Faculty of doi 10 17977 um023v13i12024p104 118
| File size | 353.38 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
STIKESPANTIWALUYASTIKESPANTIWALUYA Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan RME menggunakan metode Human-Organization-Technology Fit (HOT-Fit). Hasil penelitian menunjukkanPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan RME menggunakan metode Human-Organization-Technology Fit (HOT-Fit). Hasil penelitian menunjukkan
JURNALPOLTEKBANGJAYAPURAJURNALPOLTEKBANGJAYAPURA Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan observasi, dokumentasi dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media iklanPenelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan observasi, dokumentasi dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media iklan
IKMIIKMI Penelitian ini mengembangkan sistem kontrol otomatis berbasis PLC yang dilengkapi dengan Virtual HMI dan Mobile HMI untuk pemantauan real-time yang efisienPenelitian ini mengembangkan sistem kontrol otomatis berbasis PLC yang dilengkapi dengan Virtual HMI dan Mobile HMI untuk pemantauan real-time yang efisien
AMIKLPSAMIKLPS Dalam perancangan sistem, metode pengembangan menggunakan SDLC model Waterfall dan alat bantu perancangan sistem menggunakan UML. Hasil dari penelitianDalam perancangan sistem, metode pengembangan menggunakan SDLC model Waterfall dan alat bantu perancangan sistem menggunakan UML. Hasil dari penelitian
AMIKLPSAMIKLPS Penelitian ini menggunakan metode usability testing dengan pendekatan task-based testing, di mana partisipan diminta menyelesaikan tugas tertentu padaPenelitian ini menggunakan metode usability testing dengan pendekatan task-based testing, di mana partisipan diminta menyelesaikan tugas tertentu pada
STTDBSTTDB Sistem informasi penyewaan alat konstruksi berbasis website yang dirancang telah berhasil memenuhi kebutuhan dasar operasional PT. Sistem ini mampu memberikanSistem informasi penyewaan alat konstruksi berbasis website yang dirancang telah berhasil memenuhi kebutuhan dasar operasional PT. Sistem ini mampu memberikan
NINETYJOURNALNINETYJOURNAL Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik kepada penyedia layanan terkait kebutuhan dan ekspektasi pelanggan, sehingga dapatPenelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik kepada penyedia layanan terkait kebutuhan dan ekspektasi pelanggan, sehingga dapat
UMPPUMPP Hasil analisa menunjukkan bahwa kualitas interaksi dan kualitas kemudahan penggunaan tidak memberikan pengaruh terhadap kepuasan penggunaan skadda. SedangkanHasil analisa menunjukkan bahwa kualitas interaksi dan kualitas kemudahan penggunaan tidak memberikan pengaruh terhadap kepuasan penggunaan skadda. Sedangkan
Useful /
AMIKLPSAMIKLPS Pengelolaan arsip administrasi kependudukan secara manual di Disdukcapil risiko Kabupaten Blitar menimbulkan keterlambatan pencarian dan kehilanganPengelolaan arsip administrasi kependudukan secara manual di Disdukcapil risiko Kabupaten Blitar menimbulkan keterlambatan pencarian dan kehilangan
UNTARUNTAR Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan kuesioner daring yang didistribusikan kepada 42 partisipan, terdiri dari pegawai ASN dan PPNPNPenelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan kuesioner daring yang didistribusikan kepada 42 partisipan, terdiri dari pegawai ASN dan PPNPN
UNTARUNTAR Transformational leadership ialah perilaku kepemimpinan yang mengutamakan keinginan untuk menggapai pencapaian dan perkembangan diri para pengikutnya,Transformational leadership ialah perilaku kepemimpinan yang mengutamakan keinginan untuk menggapai pencapaian dan perkembangan diri para pengikutnya,
UNTARUNTAR Penelitian menggunakan metode kuantitatif. Kualitas magang diukur menggunakan internship quality inventory (Gamboa, 2011). Alat ukur ini terdiri dari 40Penelitian menggunakan metode kuantitatif. Kualitas magang diukur menggunakan internship quality inventory (Gamboa, 2011). Alat ukur ini terdiri dari 40