UNTARUNTAR
Phronesis: Jurnal Psikologi Industri/OrganisasiPhronesis: Jurnal Psikologi Industri/OrganisasiStudi ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat hubungan transformational leadership dan work engagement pada karyawan divisi IT. Transformational leadership ialah perilaku kepemimpinan yang mengutamakan keinginan untuk menggapai pencapaian dan perkembangan diri para pengikutnya, selagi juga memamerkan perkembangan kelompok dan organisasi (Bass & Avolio, 1990). Work engagement adalah keadaan well-being kerja yang positif, afektif-kognitif yang dapat terlihat sebagai kebalikan dari job burnout dengan adanya vigor, dedication, dan absorption (Schaufeli & Bakker, 2003). Penelitian ini melibatkan oleh 168 karyawan tetap atau karyawan kontrak, bekerja di divisi IT, dan masa kerja minimal satu tahun. Penelitian ini menggunakan alat ukur Global Transformational Leaderhip (Carless et al., 2000) dan Utrecht Work Engagement Scale (Schaufeli & Bakker, 2010). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa transformational leadership berhubungan positif dengan work engagement, transformational leadership berhubungan positif dengan dimensi work engagement seperti dan vigor adalah dimensi yang paling tinggi hubungannya dengan transformational leadership. Hal ini mengimplikasikan bahwa transformational leadership dan work engagement memiliki hubungan yang positif.
Berdasarkan temuan dari data-data yang didapat, dapat dikatakan bahwa ditemukannya hubungan positif dan signifikan antara transformational leadership dan work engagement pada karyawan divisi IT.Hal ini menunjukkan bahwa bila semakin tinggi nilai transformational leadership, semakin tinggi pula nilai work engagement.Sebaliknya, semakin rendah nilai transformational leadership, semakin rendah pula nilai work engagement.
Penelitian selanjutnya dapat melakukan studi longitudinal dengan melacak perubahan nilai transformational leadership dan work engagement pada karyawan divisi IT dalam satu perusahaan selama beberapa tahun, untuk menguji apakah hubungan positif tersebut tetap konsisten seiring waktu. Selain itu, peneliti dapat mengeksplorasi peran moderasi psikologis seperti rasa memiliki (psychological ownership) dan dukungan organisasi yang dirasakan (perceived organizational support) dalam memperkuat atau melemahkan pengaruh transformational leadership terhadap work engagement. Terakhir, sebuah studi komparatif antarnegara yang membandingkan perusahaan IT di negara berkembang dengan negara maju dapat membantu mengidentifikasi bagaimana faktor budaya dan konteks ekonomi memengaruhi kekuatan hubungan antara transformational leadership dan work engagement.
- The Impact of Leadership on the Growth of ICT Companies | Journal of Sustainable Business and Economics.... doi.org/10.30564/jsbe.v6i4.5874The Impact of Leadership on the Growth of ICT Companies Journal of Sustainable Business and Economics doi 10 30564 jsbe v6i4 5874
- Linkage in Transformational Leadership and Work Engagement | PRBM | Dove Medical Press. linkage leadership... doi.org/10.2147/PRBM.S344624Linkage in Transformational Leadership and Work Engagement PRBM Dove Medical Press linkage leadership doi 10 2147 PRBM S344624
| File size | 269.49 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
UNTARUNTAR Narrative review adalah tinjauan kritis terhadap penelitian yang sudah pernah diterbitkan mengenai topik tertentu. Hasil kajian menemukan empat artikelNarrative review adalah tinjauan kritis terhadap penelitian yang sudah pernah diterbitkan mengenai topik tertentu. Hasil kajian menemukan empat artikel
UNTARUNTAR 7610, SD = 0. 69921), dan motivasi yang memiliki rata-rata terendah dengan nilai (Mean = 3. 0495, SD = 1. 77664) dengan variabilitas yang cukup besar.7610, SD = 0. 69921), dan motivasi yang memiliki rata-rata terendah dengan nilai (Mean = 3. 0495, SD = 1. 77664) dengan variabilitas yang cukup besar.
UNTARUNTAR Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa karyawan yang berada di bawah gaya kepemimpinan transformasional serta merasakan kesejahteraan psikologis di tempatOleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa karyawan yang berada di bawah gaya kepemimpinan transformasional serta merasakan kesejahteraan psikologis di tempat
UNTARUNTAR Semakin tinggi nilai self-compassion, semakin tinggi pula tingkat subjective well-being yang dimiliki. Kedua variabel tersebut berada pada kategori tinggi,Semakin tinggi nilai self-compassion, semakin tinggi pula tingkat subjective well-being yang dimiliki. Kedua variabel tersebut berada pada kategori tinggi,
UNTARUNTAR Penelitian ini menggunakan dua alat ukur yaitu alat ukur Learning Climate Questionnaire yang telah diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia oleh SalsabilaPenelitian ini menggunakan dua alat ukur yaitu alat ukur Learning Climate Questionnaire yang telah diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia oleh Salsabila
UNTARUNTAR Data yang terkumpul dianalisis menggunakan JASP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kerja yang mendukung memiliki peran signifikan dalam meningkatkanData yang terkumpul dianalisis menggunakan JASP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kerja yang mendukung memiliki peran signifikan dalam meningkatkan
UNTARUNTAR Selain itu tidak ada perbedaan signifikan antara jenis kelamin dan umur karyawan senior dalam hal kepuasan pekerjaannya. Saran penelitian berikutnya agarSelain itu tidak ada perbedaan signifikan antara jenis kelamin dan umur karyawan senior dalam hal kepuasan pekerjaannya. Saran penelitian berikutnya agar
UNTARUNTAR , 2002). WE diukur dengan menggunakan Utrecht Work Engagement Scale (UWES) (Schaufeli & Bakker, 2003). Partisipan penelitian ini meliputi 152 karyawan, 2002). WE diukur dengan menggunakan Utrecht Work Engagement Scale (UWES) (Schaufeli & Bakker, 2003). Partisipan penelitian ini meliputi 152 karyawan
Useful /
UNTARUNTAR Mematuhi standar PRISMA-P dan terdaftar di jaringan PROSPERO, tinjauan ini akan mencari tiga basis data online utama (PubMed, PsycInfo, dan Scopus) untukMematuhi standar PRISMA-P dan terdaftar di jaringan PROSPERO, tinjauan ini akan mencari tiga basis data online utama (PubMed, PsycInfo, dan Scopus) untuk
UNTARUNTAR Pada hasil kategorisasi dimensi-dimensi toxic relationship seperti emotional abuse, physical abuse, dan sikap manipulative, mean empirik sama dengan meanPada hasil kategorisasi dimensi-dimensi toxic relationship seperti emotional abuse, physical abuse, dan sikap manipulative, mean empirik sama dengan mean
UNTARUNTAR Penggunaan aplikasi kencan didorong oleh keinginan untuk mencari teman dan memperluas jejaring sosial, karena kesenjangan sosial dapat memicu rasa kesepian.Penggunaan aplikasi kencan didorong oleh keinginan untuk mencari teman dan memperluas jejaring sosial, karena kesenjangan sosial dapat memicu rasa kesepian.
UNTARUNTAR Resiliensi diukur dengan Connor-Davidson Resilience scale (CD‑RISC), yang dikemukakan oleh Connor dan Davidson, (2003). Jumlah partisipan pada penelitianResiliensi diukur dengan Connor-Davidson Resilience scale (CD‑RISC), yang dikemukakan oleh Connor dan Davidson, (2003). Jumlah partisipan pada penelitian