UBAYAUBAYA

Jurnal Bisnis TerapanJurnal Bisnis Terapan

Penelitian ini merupakan studi kasus untuk menjelaskan hubungan kausal antar variabel dalam model penelitian, yaitu kualitas produk, kualitas layanan, persepsi harga, dan asosiasi merek terhadap kepuasan pelanggan serta loyalitas pelanggan. Penelitian dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada 130 responden yang memiliki dua atau lebih sepeda motor Honda dalam lima tahun terakhir di Surabaya, kemudian data diolah menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) dengan bantuan perangkat lunak AMOS 20.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh langsung kualitas produk terhadap loyalitas pelanggan sebesar 0,270, sedangkan pengaruh tidak langsung melalui mediasi kepuasan pelanggan sebesar 0,102. Nilai pengaruh langsung lebih besar daripada pengaruh tidak langsung. Tidak terdapat pengaruh langsung kualitas layanan terhadap loyalitas pelanggan karena nilainya sangat kecil, yaitu 0,065, begitu pula pengaruh tidak langsung melalui kepuasan pelanggan yang juga sangat kecil, yaitu 0,049. Pengaruh langsung persepsi harga terhadap loyalitas pelanggan sebesar 0,236, sedangkan pengaruh tidak langsung melalui kepuasan pelanggan sebesar 0,064. Pengaruh langsung asosiasi merek terhadap loyalitas pelanggan sebesar 0,318, sedangkan pengaruh tidak langsung melalui kepuasan pelanggan sebesar 0,041.

Terdapat pengaruh kualitas produk, persepsi harga, dan asosiasi merek terhadap kepuasan dan loyalitas pelanggan sepeda motor Honda di Surabaya, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui mediasi kepuasan pelanggan.Pengaruh langsung dari ketiga variabel tersebut terhadap loyalitas pelanggan lebih besar dibandingkan pengaruh tidak langsung melalui kepuasan pelanggan.Namun, kualitas layanan tidak berpengaruh langsung terhadap loyalitas pelanggan karena nilai pengaruhnya sangat kecil dan tidak signifikan.

Pertama, perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan sampel yang lebih besar untuk menguji apakah model hubungan antar variabel tetap konsisten dan menghasilkan kesesuaian model yang lebih baik dengan data empirik. Kedua, penelitian serupa sebaiknya dilakukan di kota-kota besar lain di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, atau Makassar untuk membandingkan temuan di Surabaya dan melihat pengaruh konteks lokasi terhadap loyalitas pelanggan. Ketiga, model penelitian ini dapat diterapkan pada merek pesaing utama seperti Yamaha untuk memahami perbedaan faktor pendorong loyalitas antar merek di pasar sepeda motor yang kompetitif. Dengan memperluas cakupan sampel, lokasi, dan objek merek, hasil penelitian dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang dinamika loyalitas pelanggan di industri otomotif sepeda motor. Studi lanjutan juga dapat menggali lebih dalam mengapa kualitas layanan tidak berdampak langsung pada loyalitas, meskipun berpengaruh pada kepuasan. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi faktor-faktor lain di luar model ini yang mungkin memengaruhi loyalitas, seperti pengalaman digital atau program loyalitas pelanggan. Penelitian selanjutnya juga bisa menguji peran moderasi seperti usia atau tingkat pendidikan pelanggan dalam memperkuat atau melemahkan hubungan antar variabel. Dengan pendekatan multi-lokasi dan multi-merek, temuan akan lebih relevan bagi kebijakan pemasaran nasional. Akhirnya, pengembangan model yang lebih kompleks dengan variabel tambahan dapat meningkatkan validitas prediktif terhadap perilaku nyata pelanggan.

  1. PENGARUH KUALITAS PRODUK, KUALITAS LAYANAN, PERSEPSI HARGA, DAN ASOSIASI MEREK TERHADAP KEPUASAN DAN... doi.org/10.24123/jbt.v2i01.1082PENGARUH KUALITAS PRODUK KUALITAS LAYANAN PERSEPSI HARGA DAN ASOSIASI MEREK TERHADAP KEPUASAN DAN doi 10 24123 jbt v2i01 1082
Read online
File size844.25 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test