UNTARUNTAR

Phronesis: Jurnal Psikologi Industri/OrganisasiPhronesis: Jurnal Psikologi Industri/Organisasi

Pendidikan tinggi bukan penjamin utama kesuksesan untuk mendapatkan pekerjaan. Di samping pengetahuan yang didapat dari pendidikan tinggi, mahasiswa perlu berusaha untuk mendapatkan keterampilan bekerja melalui pengalaman dalam kegiatan magang. Magang menyediakan pengalaman belajar bagi mahasiswa agar merasa siap ketika tiba waktunya untuk mendapatkan dan memasuki dunia kerja. Namun faktanya di lapangan, tidak semua mahasiswa yang telah melakukan magang merasa yakin atau siap mendapatkan pekerjaan. Studi ini bertujuan untuk mengetahui peran kualitas dari suatu magang (internship quality) dalam memprediksi employability. Internship Quality adalah bagaimana individu mempersepsi kualitas dari suatu magang (Gamboa et al., 2013). Employability adalah tentang memiliki kemampuan untuk memperoleh pekerjaan awal, mempertahankan pekerjaan dan memperoleh pekerjaan baru apabila diperlukan (Hillage dan Pollard, 1998). Penelitian dilakukan menggunakan data responden sebanyak 96 orang, pengambilan data menggunakan metode convenience sampling. Usia partisipan adalah 18 s.d. 24 tahun dengan rata-rata usia 21,13 tahun (SD = 1,33). Partisipan paling banyak (44.8%) sedang berada pada Semester 5. Penelitian menggunakan metode kuantitatif. Kualitas magang diukur menggunakan internship quality inventory (Gamboa, 2011). Alat ukur ini terdiri dari 40 butir pertanyaan positif dengan skala Likert (1-5), dengan nilai Cronbachs Alpha Coefficient sebesar 0.770. Employability diukur menggunakan self-perceived employability scale (Rothwell, 2008). Alat ukur ini terdiri dari 8 butir positif dan 8 butir negatif dengan skala Likert (1-5), dengan nilai Cronbachs Alpha Coefficient sebesar 0.858. Berdasarkan hasil studi, tidak terdapat hubungan antara internship quality dan employability rs(96)=(0.174, p = 0.090 > 0.05). Semakin tinggi internship quality, tidak dapat memastikan bahwa semakin tinggi juga employability (keyakinan individu dapat diterima di dunia kerja).

Berdasarkan data 96 mahasiswa S1 yang telah magang di perusahaan swasta di DKI Jakarta, internship quality tidak menunjukkan hubungan signifikan dengan employability, sejalan dengan temuan Ebner et al.(2021) yang tidak menemukan hubungan positif antara keduanya.Dengan demikian, peningkatan kualitas magang belum tentu meningkatkan employability.Penelitian ini terbatas pada sampel dengan jenis kelamin yang tidak spesifik dan hanya mencakup perusahaan swasta, sehingga tidak mencakup BUMN.

Penelitian selanjutnya dapat meneliti apakah terdapat perbedaan pengaruh kualitas magang terhadap employability antara mahasiswa laki-laki dan perempuan, sehingga dapat mengidentifikasi faktor gender yang mungkin memoderasi hubungan tersebut. Selain itu, penting untuk membandingkan hubungan kualitas magang dan employability pada magang yang dilakukan di perusahaan BUMN versus perusahaan swasta, guna memahami konteks organisasi yang memengaruhi persepsi mahasiswa. Selanjutnya, penelitian dapat mengeksplorasi peran variabel mediasi seperti career-entry worries atau dukungan sosial dalam memediasi pengaruh kualitas magang terhadap employability, sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang mekanisme psikologis yang terlibat.

  1. Stress and Health: Major Findings and Policy Implications - Peggy A. Thoits, 2010. stress health major... doi.org/10.1177/0022146510383499Stress and Health Major Findings and Policy Implications Peggy A Thoits 2010 stress health major doi 10 1177 0022146510383499
Read online
File size359.05 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test