UBUB

Journal of Psychiatry Psychology and Behavioral ResearchJournal of Psychiatry Psychology and Behavioral Research

Latar Belakang: Kematian Janin Intrauterin (IUFD) adalah kematian janin dalam kandungan yang menyebabkan ibu merasa trauma dan berisiko mengalami kecemasan atau depresi. IUFD biasanya termasuk dalam angka kematian lahir mati. Jumlah kematian lahir mati pada tahun 2017 di Indonesia adalah sekitar 13 per 1.000 kelahiran hidup.. Tujuan: Untuk mengevaluasi dan memberikan dukungan awal bagi kondisi kecemasan dan depresi pada ibu akibat pengalaman IUFD.. Metode: Kasus dievaluasi menggunakan kuesioner HARS untuk menilai tingkat kecemasan ibu dan kuesioner HDRS untuk menentukan depresi ibu.. Hasil: Total skor HARS adalah 13 dan skor HDRS adalah 12, yang mengategorikan ibu mengalami kecemasan ringan dan depresi ringan.. Kesimpulan: Deteksi dini dapat membantu masalah psikologis ibu pada fase awal. Selama kasus masih dapat diselesaikan dengan non-farmakologi, tidak diperlukan farmakologi jika manajemen penerimaan ibu berasal dari konseling dan dukungan keluarga sudah cukup dan berhasil. Kasus ini, tentu saja, membutuhkan dukungan dan bantuan dari psikiater atau psikolog jika sudah masuk kategori sedang/berat.

Kematian janin dalam kandungan (IUFD) merupakan peristiwa traumatis yang dapat menyebabkan depresi dan kecemasan pada ibu.Deteksi dini kondisi mental ibu sangat penting untuk penanganan awal yang efektif.Kasus depresi atau kecemasan ringan dapat diatasi secara non-farmakologis melalui konseling dan dukungan keluarga yang memadai, namun kasus yang lebih berat memerlukan bantuan profesional dari psikiater atau psikolog.

Penelitian selanjutnya dapat menggali lebih dalam berbagai aspek penanganan dan dukungan bagi ibu yang mengalami kematian janin dalam kandungan (IUFD). Pertama, penting untuk melakukan studi komparatif guna mengevaluasi efektivitas jenis intervensi non-farmakologis yang berbeda, seperti konseling berbasis kognitif perilaku atau program dukungan kelompok, dibandingkan dengan dukungan keluarga biasa dalam mengurangi tingkat kecemasan dan depresi pada ibu pasca-IUFD. Penelitian semacam ini dapat mengidentifikasi pendekatan mana yang paling memberikan dampak positif secara signifikan terhadap kesehatan mental ibu. Kedua, mengingat adanya isu stigma yang merugikan, perlu dilakukan penelitian kualitatif atau survei skala besar untuk memahami secara komprehensif prevalensi, bentuk, dan dampak spesifik dari stigma sosial yang dialami oleh ibu-ibu di Indonesia setelah mengalami IUFD. Dengan demikian, kita dapat merancang intervensi berbasis komunitas atau kampanye edukasi yang lebih tepat sasaran untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dan mengurangi beban psikologis akibat stigma. Terakhir, mengingat peran krusial tenaga kesehatan, khususnya bidan, dalam deteksi dini dan pemberian dukungan awal, penelitian dapat berfokus pada pengembangan dan validasi program pelatihan khusus bagi bidan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mereka dalam memberikan konseling psikologis yang peka budaya, edukasi yang relevan mengenai tanda bahaya kehamilan, dan panduan praktis bagi keluarga untuk memberikan dukungan yang optimal, sehingga dapat mencegah kondisi mental ibu memburuk lebih lanjut.

  1. MATERNAL ANXIETY AND DEPRESSION IN THIRD-TRIMESTER INTRAUTERINE FETAL DEATH: A CASE REPORT | Journal... doi.org/10.21776/ub.jppbr.2022.003.02.3MATERNAL ANXIETY AND DEPRESSION IN THIRD TRIMESTER INTRAUTERINE FETAL DEATH A CASE REPORT Journal doi 10 21776 ub jppbr 2022 003 02 3
Read online
File size205.45 KB
Pages3
DMCAReport

Related /

ads-block-test