UIN WALISONGOUIN WALISONGO

Economica: Jurnal Ekonomi IslamEconomica: Jurnal Ekonomi Islam

Sistem ekonomi kapitalis saat ini, yang berakar pada ideologi sekuler Barat, telah berkembang melampaui mekanisme pasar menjadi gaya hidup yang meresap yang menekankan materialisme, otonomi, dan kemajuan yang berpusat pada manusia. Namun, sistem ini secara mendasar bertentangan dengan ajaran Islam, yang mengintegrasikan kehidupan duniawi dan spiritual di bawah kedaulatan ilahi. Studi ini menggunakan metode deskriptif-analisis untuk menilai secara kritis kapitalisme melalui pemikiran Syed Muhammad Naquib Al-Attas. Al-Attas berpendapat bahwa kapitalisme menyebabkan disintegrasi moral dan alienasi spiritual dengan memisahkan perilaku ekonomi dari akar metafisiknya. Sebagai koreksi, ia menganjurkan untuk kembali ke pandangan dunia Islam yang autentik yang berbasis pada tawhid dan adab. Temuan menunjukkan bahwa mengatasi kegagalan kapitalisme memerlukan adopsi jalan yang seimbang - yang menyelaraskan kesejahteraan materi dengan kepuasan spiritual. Visi Al-Attas, yang berpusat pada Islamisasi pengetahuan, menawarkan fondasi transformasional untuk mengembangkan sistem ekonomi Islam yang secara etis berakar dan adil secara sosial.

Dominasi kapitalisme sebagai paradigma ekonomi global telah membawa kemajuan materi yang signifikan, tetapi juga mengungkapkan kekurangan mendalam, terutama dalam menangani dimensi moral, spiritual, dan psikologis kesejahteraan manusia.Berakar pada pandangan dunia sekuler, kapitalisme memprioritaskan individualisme, efisiensi pasar, dan maksimalisasi keuntungan - sering kali mengorbankan keadilan sosial, integritas etika, dan kesehatan mental.Seperti yang ditunjukkan oleh angka bunuh diri yang meningkat, ketidaksamaan yang semakin besar, dan erosi ikatan komunitas di negara-negara berkembang, model kapitalis telah gagal menyediakan visi kesejahteraan yang holistik dan berkelanjutan.Sebaliknya, kerangka ekonomi Islam menawarkan alternatif yang mendalam, yang berakar pada wahyu ilahi dan pandangan yang terintegrasi tentang kehidupan materi dan spiritual.Sistem ini berpusat pada falah (kesejahteraan sejati), keadilan (adl), tanggung jawab etika, dan distribusi kekayaan yang adil - prinsip-prinsip yang tidak hanya memupuk keseimbangan ekonomi tetapi juga kedamaian batin dan kohesi sosial.Dalam konteks ini, kontribusi Syed Muhammad Naquib Al-Attas menjadi sangat penting.Panggilannya untuk Islamisasi pengetahuan, yang berakar pada tawhid dan konsep adab, menyediakan fondasi epistemologis dan moral yang kuat untuk merekonstruksi pemikiran dan praktik ekonomi dalam tradisi Islam.Al-Attas menantang para cendekiawan dan institusi Muslim untuk menilai secara kritis model asal Barat yang mendominasi keuangan Islam saat ini dan untuk mengejar reformasi yang memulihkan autentisitas, keadilan, dan tujuan spiritual dalam kehidupan ekonomi.Kerangka multidimensionalnya - yang mencakup ontologi, epistemologi, teologi, hukum, dan pemikiran sosial - memungkinkan pengembangan metodologi ekonomi Islam yang tidak hanya secara akademis ketat tetapi juga transformatif secara moral.Visi ini mendukung upaya untuk merancang lembaga keuangan Islam yang memprioritaskan kepentingan publik (maslahah), menegakkan tata kelola etis, dan mengatasi ketidaksamaan struktural melalui instrumen seperti zakat, waqf, dan qard al-hasan.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menyelidiki lebih lanjut bagaimana Islamisasi pengetahuan dapat diterapkan dalam praktik keuangan Islam, terutama dalam konteks globalisasi dan tekanan kapitalis. Selain itu, studi komparatif tentang bagaimana prinsip-prinsip ekonomi Islam dapat diterapkan dalam berbagai konteks sosial dan budaya akan memberikan wawasan yang berharga. Akhirnya, penelitian tentang bagaimana pemikiran Al-Attas dapat diterapkan dalam pendidikan ekonomi Islam dan bagaimana hal itu dapat membantu mengatasi tantangan ekonomi dan sosial kontemporer akan menjadi kontribusi yang berharga bagi literatur ini.

  1. Ad-Deenar: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam. etika distribusi ekonomi islam perbandingan sistem kapitalis... doi.org/10.30868/ad.v4i01.652Ad Deenar Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam etika distribusi ekonomi islam perbandingan sistem kapitalis doi 10 30868 ad v4i01 652
  2. From Secular Capitalism to Spiritual Balance: The Relevance of Naquib Al-Attas’s Vision in Contemporary... journal.walisongo.ac.id/index.php/economica/article/view/20891From Secular Capitalism to Spiritual Balance The Relevance of Naquib Al AttasAos Vision in Contemporary journal walisongo ac index php economica article view 20891
Read online
File size337.77 KB
Pages20
DMCAReport

Related /

ads-block-test