POLTEKKESKUPANGPOLTEKKESKUPANG
Journal of Tropical Diseases and Health ScienceJournal of Tropical Diseases and Health SciencePenggunaan media sosial pada remaja mengalami peningkatan yang sangat pesat dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Intensitas penggunaan media sosial yang tinggi dapat memberikan dampak negatif terhadap kesehatan mental remaja, salah satunya adalah kecemasan sosial. Kecemasan sosial merupakan kondisi ketika individu merasa takut berlebihan terhadap penilaian negatif dari orang lain sehingga mengganggu interaksi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara intensitas penggunaan media sosial dengan kecemasan sosial pada remaja di SMP Negeri 21 Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik observasional melalui pendekatan cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 265 siswa kelas VIII SMP Negeri 21 Kota Bengkulu. Sampel penelitian sebanyak 73 responden dipilih menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner intensitas penggunaan media sosial dan kuesioner kecemasan sosial. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki intensitas penggunaan media sosial kategori sedang sebanyak 63 responden (86,3%) dan tingkat kecemasan sosial sebagian besar berada pada kategori sedang sebanyak 68 responden (93,2%). Hasil analisis bivariat menunjukkan nilai p-value sebesar 0,040 (p<0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas penggunaan media sosial dengan kecemasan sosial pada remaja. Terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas penggunaan media sosial dengan kecemasan sosial pada remaja. Semakin tinggi intensitas penggunaan media sosial maka semakin tinggi risiko terjadinya kecemasan sosial.
Sebagian besar siswa kelas VIII di SMP Negeri 21 Kota Bengkulu intensitas penggunaan media sosialnya berada pada kategori sedang yaitu 86,3%.Kecemasan sosial siswa kelas VIII di SMP Negeri 21 Kota Bengkulu sebagian besar berada pada kategori sedang yaitu 93,2.Terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas penggunaan media sosial dengan kecemasan sosial pada remaja kelas VIII di SMP Negeri 21 Kota Bengkulu dengan nilai ρ value = 0,040 dimana (ρ < 0,05).
Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi peran mediasi orang tua dan literasi digital dalam memoderasi hubungan antara intensitas penggunaan media sosial dan kecemasan sosial pada remaja, misalnya dengan membandingkan sampel dari berbagai sekolah menengah pertama. Selain itu, studi longitudinal dapat dilakukan untuk memantau perubahan pola penggunaan media sosial dan perkembangan kecemasan sosial selama beberapa tahun, sehingga dapat mengidentifikasi efek jangka panjang dan faktor risiko yang muncul seiring waktu. Selanjutnya, diperlukan evaluasi intervensi berbasis program literasi media di lingkungan sekolah yang dirancang untuk mengurangi kecemasan sosial, dengan mengukur efektivitasnya melalui desain eksperimental atau quasi‑eksperimental serta analisis kualitatif tentang persepsi siswa terhadap penggunaan media sosial yang lebih sehat.
| File size | 343.22 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
AKPERRSPADJAKARTAAKPERRSPADJAKARTA Hasilnya menunjukkan bahwa 68% ibu mengalami lahir siung bokong pura‑pura dan 32% mengalami siung bokong sejajar. Faktor usia ibu dan previa plasentaHasilnya menunjukkan bahwa 68% ibu mengalami lahir siung bokong pura‑pura dan 32% mengalami siung bokong sejajar. Faktor usia ibu dan previa plasenta
STIT BUNTETPESANTRENSTIT BUNTETPESANTREN Pendidikan Kreatif yang diterapkan di Pesantren Assalafie ini cukup baik, dengan beberapa cabang kreativitas yang dimiliki sangat membantu para SantriPendidikan Kreatif yang diterapkan di Pesantren Assalafie ini cukup baik, dengan beberapa cabang kreativitas yang dimiliki sangat membantu para Santri
AKPERRSPADJAKARTAAKPERRSPADJAKARTA Hasil: Nilai rata‑rata pengetahuan mahasiswa meningkat dari 78,33 ± 16,681 sebelum intervensi menjadi 99,42 ± 2,015 setelah diberikan metodeHasil: Nilai rata‑rata pengetahuan mahasiswa meningkat dari 78,33 ± 16,681 sebelum intervensi menjadi 99,42 ± 2,015 setelah diberikan metode
UNTANUNTAN Hasil ini mengkonfirmasi teori pemangku kepentingan, teori legitimasi, dan teori manajemen risiko, karena adopsi energi terbarukan secara bersamaan meningkatkanHasil ini mengkonfirmasi teori pemangku kepentingan, teori legitimasi, dan teori manajemen risiko, karena adopsi energi terbarukan secara bersamaan meningkatkan
UNIVPGRI PALEMBANGUNIVPGRI PALEMBANG Parameter yang diamati meliputi tingkat kelangsungan hidup (TKH), laju pertumbuhan spesifik (LPS), dan kualitas air. Hasil menunjukkan bahwa akudalon denganParameter yang diamati meliputi tingkat kelangsungan hidup (TKH), laju pertumbuhan spesifik (LPS), dan kualitas air. Hasil menunjukkan bahwa akudalon dengan
ESDMESDM Beberapa studi LSM sebelumnya tidak membahas penyetelan hiperparameter, dan beberapa lainnya tidak menyebutkan akurasi pelatihan. Oleh karena itu, penelitianBeberapa studi LSM sebelumnya tidak membahas penyetelan hiperparameter, dan beberapa lainnya tidak menyebutkan akurasi pelatihan. Oleh karena itu, penelitian
STIT BUNTETPESANTRENSTIT BUNTETPESANTREN Berdasarkan penelitian yang dilakukan diatas upaya peningkatan kompetensi guru harus terus dilakukan dan di perbaiki. Baik kompetensi pedagogik, kompetensiBerdasarkan penelitian yang dilakukan diatas upaya peningkatan kompetensi guru harus terus dilakukan dan di perbaiki. Baik kompetensi pedagogik, kompetensi
UNMUH BABELUNMUH BABEL Jalan Brigjend Katamso termasuk daerah rawan kecelakaan karena pada ruas jalan ini terdapat banyak kegiatan masyarakat, pertokoan, kios-kios, pedagangJalan Brigjend Katamso termasuk daerah rawan kecelakaan karena pada ruas jalan ini terdapat banyak kegiatan masyarakat, pertokoan, kios-kios, pedagang
Useful /
POLTEKKESKUPANGPOLTEKKESKUPANG Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Responden dalam penelitian ini meliputi 24 orang dengan jumlah responden perempuan sebesarMetode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Responden dalam penelitian ini meliputi 24 orang dengan jumlah responden perempuan sebesar
POLTEKKESKUPANGPOLTEKKESKUPANG Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada hubungan bermakna antara umur, jarak kehamilan, frekwensi ANC, status gizi, pendidikan dan tingkat kepatuhanHasil penelitian ini menunjukan bahwa ada hubungan bermakna antara umur, jarak kehamilan, frekwensi ANC, status gizi, pendidikan dan tingkat kepatuhan
STIT BUNTETPESANTRENSTIT BUNTETPESANTREN Analisis sepuluh era kurikulum (1945‑2026), dengan mengacu pada Apple, Bernstein, dan Popkewitz, mengidentifikasi lima mekanisme yang بصورة berulang.Analisis sepuluh era kurikulum (1945‑2026), dengan mengacu pada Apple, Bernstein, dan Popkewitz, mengidentifikasi lima mekanisme yang بصورة berulang.
STIT BUNTETPESANTRENSTIT BUNTETPESANTREN Implementasi ini memperkuat koordinasi antara guru, siswa, dan lingkungan keluarga, membuktikan bahwa pendidikan agama Islam dapat memperbaiki perilakuImplementasi ini memperkuat koordinasi antara guru, siswa, dan lingkungan keluarga, membuktikan bahwa pendidikan agama Islam dapat memperbaiki perilaku