ITK AVICENNAITK AVICENNA

Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan AvicennaJurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna

Latar Belakang: Masa remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa. Pada masa puberitas, umumnya remaja mengalami kesulitan dalam beradaptasi terlebih perubahan sekunder seperti siklus menstruasi pada remaja putri. Hal ini menyebabkan remaja putri mengalami tingkat stres dan depresi yang lebih tinggi. Stres yang dialami dapat berdampak pada kesehatan reproduksi yaitu mengakibatkan dismenore primer. Tujuan: Menganalisis hubungan tingkat depresi, kecemasan, stres dengan kejadian dismenore primer pada remaja putri di SMP Negeri 06 Kota Pekalongan. Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan analitik observasional desain cross-sectional. Populasi sampel penelitian adalah siswi SMPN 06 Kota Pekalongan yang sudah mengalami menstruasi. Teknik pengambilan sampel secara Stratified Random Sampling menggunakan rumus Lemeshow diperoleh 189 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner baku yang sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas, yaitu Menstrual Symptoms Questionnaire, International Physical Activity Questionnaire, dan DASS-21. Data diolah menggunakan analisis uji statistik chi square dengan bantuan IBM SPSS Statistics 25. Hasil: Uji statistik menggunakan Uji Chi-square pada variabel tingkat depresi dan stress menghasilkan p-value 0,044 <0,05 dan 0,028 < 0,05 yang berarti terdapat hubungan antara depresi dan stress dengan dismenore primer. Sedangkan variabel cemas tidak berhubungan. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tingkat depresi dan stress dengan kejadian dismenore primer pada siswi di SMPN 06 Kota Pekalongan.

Terdapat hubungan antara tingkat depresi dan stress dengan kejadian dismenore primer pada siswi di SMPN 06 Kota Pekalongan.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi peran kecemasan lebih dalam melalui pendekatan kualitatif untuk memahami mekanisme psikologisnya. Studi longitudinal bisa dilakukan untuk mengamati dampak jangka panjang pengelolaan stres pada remaja terhadap frekuensi dismenore. Selain itu, perlu dikembangkan program intervensi berbasis edukasi dan teknik relaksasi untuk mengurangi gejala dismenore primer melalui pendekatan multidisiplin antara psikologi dan kesehatan reproduksi.

Read online
File size193.3 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test