STIKESHT TPISTIKESHT TPI

Jurnal Pengabdian MasyarakatJurnal Pengabdian Masyarakat

Indonesia telah memasuki era ageing population dengan jumlah penduduk lanjut usia (lansia) yang terus meningkat dan diperkirakan akan terus meningkat hingga mencapai 20% pada tahun 2045 (BPS, 2021). Proses penuaan menyebabkan berbagai perubahan fisik, psikologis, sosial, dan spiritual yang dapat meningkatkan kerentanan lansia terhadap masalah kesehatan, termasuk stress (WHO, 2026). Stres pada lansia dapat dipicu oleh penurunan kondisi kesehatan, kehilangan pasangan atau anggota keluarga, berkurangnya peran sosial, keterbatasan aktivitas, serta konflik dalam keluarga maupun lingkungan sosial. Apabila tidak dikelola dengan baik, stres dapat berdampak pada kesehatan fisik dan mental serta menurunkan kualitas hidup lansia (WHO, 2026). Berdasarkan hasil observasi awal di UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai, ditemukan bahwa sebagian lansia mengalami keluhan stres, gangguan tidur, kecemasan, dan ketegangan otot. Selain itu, belum tersedia program pengelolaan stres yang terstruktur dan berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan kemampuan lansia dalam mengenali dan mengelola stres secara mandiri. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan lansia dalam mengelola stres melalui edukasi manajemen stres dan pelatihan teknik relaksasi napas dalam. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, diskusi, demonstrasi, dan praktik langsung teknik relaksasi napas dalam. Evaluasi dilakukan melalui pre‑test dan post‑test serta observasi keterampilan peserta. Hasil yang diharapkan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatnya pengetahuan lansia mengenai manajemen stres, kemampuan melakukan teknik relaksasi napas dalam secara mandiri, serta terbentuknya perilaku pengelolaan stres yang positif. Melalui kegiatan ini, diharapkan lansia mampu mengelola stres secara lebih efektif sehingga mendukung terwujudnya penuaan yang sehat dan peningkatan kualitas hidup lansia.

Kegiatan edukasi manajemen stres dan teknik relaksasi napas dalam memberikan manfaat bagi lansia dengan meningkatkan pemahaman dan kemampuan mengelola stres, sehingga mereka merasakan rasa tenang, nyaman, dan lebih rileks dalam aktivitas sehari‑hari.Lansia diharapkan dapat menerapkan teknik relaksasi napas dalam secara rutin sebagai cara utama mengelola stres dan menjaga kesehatan mental.Selain itu, lansia diharapkan tetap aktif menjaga kesehatan, mengikuti kegiatan positif, dan menyebarkan pengetahuan yang diperoleh kepada sesama lansia untuk meningkatkan kualitas hidup secara berkelanjutan.

Penelitian lanjutan dapat meneliti efek jangka panjang penerapan teknik relaksasi napas dalam terhadap tingkat stres dan kualitas hidup lansia, misalnya dengan melakukan studi kohort selama enam hingga dua belas bulan setelah intervensi. Selanjutnya, perlu dilakukan perbandingan efektivitas antara teknik relaksasi napas dalam dengan metode relaksasi lainnya, seperti relaksasi otot progresif atau meditasi mindfulness, untuk menentukan pendekatan terbaik bagi populasi lansia yang berbeda. Selain itu, kajian dapat difokuskan pada adaptasi program edukasi dan latihan relaksasi bagi lansia yang memiliki keterbatasan kognitif atau mobilitas, guna mengevaluasi apakah penyesuaian materi dan metode pelaksanaan dapat meningkatkan partisipasi dan manfaat kesehatan pada kelompok rentan tersebut.

Read online
File size468.72 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test