ANTISPUBLISHERANTISPUBLISHER

Journal of Contemporary Business Law & Technology: Cyber Law, Blockchain, and Legal InnovationsJournal of Contemporary Business Law & Technology: Cyber Law, Blockchain, and Legal Innovations

Artikel ini meneliti fitur prosedural hukum terkait regulasi energi nuklir dan penyelesaian sengketa di sektor ini. Mengingat risiko tinggi yang terkait dengan operasi fasilitas nuklir, sistem peradilan harus mempertimbangkan norma hukum nasional dan perjanjian internasional seperti Konvensi Vienna 1963 tentang Tanggung Jawab Sipil atas Kerusakan Nuklir. Karya ini menganalisis mekanisme tanggung jawab sipil atas kerusakan nuklir dan prosedur kompensasi menggunakan contoh dari Amerika Serikat, Prancis, Rusia, dan Tiongkok. Perhatian khusus diberikan pada keterlibatan ahli, norma prosedural, masalah asuransi bagi operator nuklir, dan mekanisme banding. Selain itu, tantangan dalam menjamin independensi hakim dalam kasus insiden nuklir dan peran kerja sama internasional dalam menciptakan standar keselamatan nuklir yang seragam dieksplorasi.

Sistem prosedural peradilan di bidang energi nuklir unik karena sifat risiko tinggi dan kompleksitas teknis industri ini.Tanggung jawab ketat, keahlian ilmiah, dan badan khusus menjadi esensial dalam mengelola sengketa terkait nuklir.Konvensi internasional seperti Konvensi Vienna 1963 memberikan dasar untuk standar tanggung jawab dan kompensasi global, dengan negara-negara seperti AS, Prancis, Rusia, dan Tiongkok menunjukkan keselarasan dengan norma ini sambil menyesuaikannya secara lokal.Insiden bersejarah seperti Chernobyl dan Fukushima menegaskan kebutuhan kerja sama internasional dan mekanisme kompensasi cepat serta adil.Seiring ekspansi energi nuklir secara global, pengembangan kerangka hukum nasional dan internasional akan menjadi penting, dengan organisasi seperti IAEA berperan kritis dalam meningkatkan keselamatan, akuntabilitas, dan kolaborasi lintas batas.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada perbandingan kerangka hukum nasional dengan standar internasional dalam menangani tanggung jawab nuklir. Studi juga diperlukan untuk menganalisis efektivitas Konvensi Vienna 1963 dalam menyelesaikan sengketa lintas batas. Selain itu, penelitian tentang peran Organisasi Energi Atom Internasional (IAEA) dalam memfasilitasi kerja sama internasional untuk standarisasi keselamatan nuklir dapat dikembangkan. Penelitian ini dapat menghasilkan rekomendasi untuk memperkuat mekanisme kompensasi dan meningkatkan transparansi dalam penanganan insiden nuklir. Analisis lebih mendalam tentang tantangan implementasi norma internasional di negara berkembang juga diperlukan. Penelitian tentang dampak perubahan iklim terhadap risiko nuklir dan adaptasi kerangka hukum terhadapnya dapat menjadi arah baru. Terakhir, studi tentang partisipasi masyarakat dalam proses peradilan nuklir dan hak-hak korban perlu dikembangkan untuk memastikan keadilan yang lebih luas.

  1. FEATURES OF THE JUDICIAL PROCEDURAL SYSTEM IN NUCLEAR ENERGY | Journal of Contemporary Business Law &... journal.antispublisher.id/index.php/EJCBLT/article/view/1032FEATURES OF THE JUDICIAL PROCEDURAL SYSTEM IN NUCLEAR ENERGY Journal of Contemporary Business Law journal antispublisher index php EJCBLT article view 1032
Read online
File size265.64 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test