GERAKANEDUKASIGERAKANEDUKASI

Journal of Education and Learning SciencesJournal of Education and Learning Sciences

Indonesia adalah bangsa yang dicirikan oleh keragaman ras, budaya, dan agama yang kaya. Oleh karena itu, pemahaman komprehensif mengenai fikih kebangsaan sangat penting untuk menjaga eksistensi negara. Mahad Aly Lirboyo telah menunjukkan komitmen kuat untuk melestarikan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan menjadikan fikih kebangsaan sebagai konsentrasi akademik intinya. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengembangan kurikulum fikih kebangsaan di Mahad Aly Lirboyo dan menganalisisnya melalui teori pengembangan kurikulum modern dan Islam. Studi ini menggunakan desain studi kasus kualitatif. Data dikumpulkan melalui analisis tekstual buku Fikih Kebangsaan, cetak biru kurikulum, dan data lapangan dari wawancara mendalam serta observasi. Data yang terkumpul dianalisis melalui reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan validitas dipastikan melalui triangulasi data. Temuan menunjukkan bahwa kurikulum Fikih Kebangsaan selaras dengan prinsip-prinsip inti pengembangan kurikulum modern, yaitu relevansi, fleksibilitas, praktisitas, dan efektivitas. Secara spesifik, model ini menunjukkan relevansinya dengan menyelaraskan hukum Islam dan realitas multi-agama serta politik di Indonesia. Fleksibilitasnya memungkinkan kurikulum beradaptasi dengan beragam latar belakang pendidikan siswa. Praktisitas dicapai melalui kurikulum bidang luas yang terstruktur, yang mengintegrasikan teks-teks klasik (turats) dengan isu-isu sosial kontemporer. Efektivitas dibuktikan melalui operasionalisasinya melalui ijtihad kolektif (baḥtsul masail) untuk merumuskan konsensus hukum nasional yang jelas. Dikembangkan melalui mekanisme ijtihad kolektif, kurikulum ini juga mewujudkan prinsip-prinsip pengembangan kurikulum Islam dengan secara efektif beradaptasi dengan realitas Islam kontemporer di Indonesia sambil tetap berakar kuat pada tradisi turats (teks-teks klasik Islam). Temuan ini merekomendasikan model Fikih Kebangsaan sebagai kurikulum pendidikan Islam alternatif yang mampu menjembatani norma-norma agama dan regulasi negara dalam konteks Indonesia.

Kurikulum Fikih Kebangsaan Mahad Aly Lirboyo berhasil mengkontekstualisasikan kitab klasik (turats) dengan realitas sosial-politik Indonesia, membuktikan validitas akademis dan ideologisnya melalui perumusan materi secara ijtihad jamai.Kurikulum ini memenuhi prinsip pengembangan kurikulum modern, seperti relevansi, fleksibilitas, praktisitas, dan efektivitas, menjadikannya rujukan penting untuk pengembangan ilmu keislaman yang moderat dan responsif terhadap tantangan global.Prospek penelitian ini luas, mencakup analisis perilaku alumni dalam kontra-radikalisme digital, pengembangan teori integrasi ilmu sosial-agama di pesantren, serta adopsi kurikulum ini sebagai standar nasional untuk institusi pendidikan Islam di Indonesia.

Penelitian tentang model pengembangan kurikulum Fikih Kebangsaan di Mahad Aly Lirboyo ini telah memberikan landasan penting, namun masih banyak celah yang dapat dieksplorasi untuk penelitian lanjutan guna memperkaya khazanah ilmu pengetahuan. Salah satu arah yang menarik adalah melakukan studi mendalam mengenai efektivitas alumni Mahad Aly dalam mengimplementasikan nilai-nilai Fikih Kebangsaan secara konkret di tengah masyarakat, khususnya dalam upaya kontra-radikalisme di dunia digital, serta menganalisis faktor-faktor apa saja yang memengaruhi keberhasilan atau hambatan mereka di lapangan. Selain itu, menjadi krusial untuk meneliti bagaimana model kurikulum yang inovatif ini dapat direplikasi atau diadaptasi oleh pesantren atau institusi pendidikan tinggi Islam lainnya di Indonesia, dengan mempertimbangkan variasi konteks lokal dan latar belakang santri, serta mengevaluasi apakah adaptasi tersebut menghasilkan dampak serupa dalam membentuk karakter kebangsaan dan moderasi beragama. Penelitian juga dapat fokus pada upaya memperkuat kontinuitas kurikulum Fikih Kebangsaan dari jenjang pendidikan menengah (Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah) hingga perguruan tinggi (Mahad Aly), mengidentifikasi titik-titik lemah dalam kesinambungan materi dan metodologi, serta merumuskan rekomendasi praktis untuk menciptakan jalur pembelajaran yang lebih terintegrasi dan koheren guna memastikan pemahaman yang mendalam dan berkelanjutan bagi para santri tentang isu-isu kebangsaan yang kompleks. Dengan demikian, penelitian masa depan dapat memperluas jangkauan pemahaman kita tentang bagaimana pendidikan Islam dapat berkontribusi secara signifikan pada penguatan nilai-nilai kebangsaan di tengah dinamika global.

  1. Model Pengembangan Kurikulum Fikih Kebangsaan di Ma’had Aly Lirboyo: Konstruksi Epistemologi dan... jurnal.gerakanedukasi.com/index.php/gerasi/article/view/311Model Pengembangan Kurikulum Fikih Kebangsaan di MaAohad Aly Lirboyo Konstruksi Epistemologi dan jurnal gerakanedukasi index php gerasi article view 311
Read online
File size363.98 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test