LAAROIBALAAROIBA

Reslaj : Religion Education Social Laa Roiba JournalReslaj : Religion Education Social Laa Roiba Journal

Film telah menjadi media komunikasi audio visual yang familiar dinikmati oleh semua kalangan dari berbagai rentang usia dan latar belakang sosial. Film Sayap‑Sayap Patah yang baru‑baru ini hadir di layar perfilman Indonesia menjadi perhatian publik dan trending di media sosial Twitter karena kisahnya yang menceritakan kekejaman teroris. Selain itu, film menampilkan adegan dalang utama teroris yang mengajak rekan‑rekannya melaksanakan tugas dengan dalih kepentingan agama yang berkedok politik. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan representasi terorisme dalam film Sayap‑Sayap Patah menggunakan analisis semiotika. Penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan semiotika Roland Barthes digunakan untuk mengetahui penggambaran atau representasi terorisme yang terjadi dalam film. Hasil menunjukkan adanya adegan yang mengandung simbol‑simbol dan tanda‑tanda mengenai representasi terorisme, baik melalui adegan maupun dialog, yang dianalisis dengan perspektif Barthes menekankan pada sistem pemaknaan tanda atau simbol dalam film.

Analisis semiotik terhadap film *Sayap‑Sayap Patah* mengidentifikasi adanya adegan‑adegan yang memuat simbol dan tanda representasi terorisme, baik melalui visual maupun dialog, yang ditafsirkan melalui tahap denotasi, konotasi, dan mitos menurut Barthes.Representasi tersebut menunjukkan bahwa terorisme diproyeksikan sebagai tindakan yang dibungkus dengan dalih agama, padahal mengandung muatan politik untuk melemahkan institusi kepolisian.Selain itu, film ini mengungkap mitos bahwa terorisme didominasi oleh agama tertentu, meski tidak secara eksplisit disebutkan dalam narasi.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji bagaimana penonton Indonesia memahami representasi terorisme dalam film melalui elemen semiotik, dengan menggunakan survei dan kelompok fokus untuk mengukur persepsi dan interpretasi mereka. Selain itu, analisis semiotik komparatif dapat dilakukan pada berbagai genre film Indonesia—seperti aksi, drama, dan horor—untuk mengidentifikasi pola kodifikasi terorisme yang khas pada tiap genre. Penelitian juga dapat mengeksplorasi pengaruh latar belakang ideologis sutradara terhadap konstruksi mitos terorisme dalam film, dengan menganalisis wawancara sutradara serta teks film untuk menelusuri hubungan antara pandangan pribadi pembuat film dan cara mereka membingkai terorisme. Pendekatan-pendekatan tersebut diharapkan dapat memperluas pemahaman tentang dinamika representasi terorisme dalam sinema Indonesia dan implikasinya bagi persepsi publik.

  1. MENGUAK RELASI PATRIOTISME, REVOLUSI DAN NEGARA DALAM FILM INDONESIA | Jurnal Penelitian Humaniora. menguak... doi.org/10.21831/hum.v16i1.3418MENGUAK RELASI PATRIOTISME REVOLUSI DAN NEGARA DALAM FILM INDONESIA Jurnal Penelitian Humaniora menguak doi 10 21831 hum v16i1 3418
  2. Analisis Kejahatan Terorisme Berkedok Agama | SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i. analisis kejahatan... doi.org/10.15408/sjsbs.v6i2.11041Analisis Kejahatan Terorisme Berkedok Agama SALAM Jurnal Sosial dan Budaya Syar i analisis kejahatan doi 10 15408 sjsbs v6i2 11041
Read online
File size1.92 MB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test