BUMIGORABUMIGORA
Humanitatis : Journal of Language and LiteratureHumanitatis : Journal of Language and LiteratureKomunikasi yang baik terjadi ketika pesan yang disampaikan oleh pembicara diterima dengan baik oleh lawan bicara dan baik pembicara maupun lawan bicara merasa nyaman dengan apa yang mereka lakukan bersama. Hal ini menjadikan kesantunan dan bahasa tidak terpisahkan. Kesantunan tidak hanya dapat dilihat dari cara berperilaku, tetapi juga dari penggunaan bahasa. Strategi kesantunan positif dan negatif umumnya diterapkan oleh orang-orang dalam proses komunikasi mereka. Dengan memahami kedua strategi ini, orang dapat berinteraksi lebih baik dalam masyarakat. Studi ini menginvestigasi bagaimana strategi kesantunan positif dan negatif diimplementasikan oleh para karakter dalam film Every Waking Breath, dan strategi mana yang paling dominan diterapkan. Data diambil dari ucapan para karakter. Metode dokumentasi dan observasi digunakan dan dibantu dengan teknik pencatatan untuk memperoleh data. Metode campuran digunakan untuk menyajikan analisis. Hasil penelitian menunjukkan terdapat sembilan jenis strategi kesantunan positif yang diterapkan oleh para karakter (Abigail/ Liz, Mark, dan Sophie). Strategi kesantunan positif yang paling dominan digunakan adalah Strategi 4: [Gunakan penanda identitas kelompok dalam]. Di sisi lain, kami mengidentifikasi lima jenis strategi kesantunan negatif yang diterapkan oleh para karakter. Kesimpulan dari penelitian ini adalah 17 (70,83%) dari total 24 ucapan membangkitkan strategi kesantunan positif sementara 8 (29,17%) mencerminkan strategi kesantunan negatif. Dominasi strategi kesantunan positif menunjukkan hubungan sosial yang erat dan solidaritas antara para penutur dalam film.
Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat sembilan strategi dari lima belas strategi kesantunan positif yang diterapkan oleh karakter dalam komunikasi mereka.Strategi yang digunakan mencakup penggunaan penanda identitas kelompok, intensifikasi minat terhadap lawan bicara, dan pemberian hadiah.Strategi-strategi ini bertujuan untuk menciptakan keakraban dan menunjukkan solidaritas antar karakter.Selain itu, penelitian ini menemukan lima jenis strategi kesantunan negatif yang digunakan, seperti menghindari konfrontasi dan menunjukkan rasa hormat.Secara keseluruhan, strategi kesantunan positif lebih dominan digunakan, yang mencerminkan hubungan sosial yang erat dan solidaritas antar karakter dalam film.Hal ini menunjukkan bahwa komunikasi yang efektif memerlukan pemahaman dan penerapan strategi kesantunan yang sesuai untuk menciptakan interaksi yang harmonis dan saling menghargai.
Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk memperdalam pemahaman tentang kesantunan dalam konteks komunikasi film. Pertama, penelitian dapat difokuskan pada analisis strategi kesantunan yang digunakan dalam genre film yang berbeda, seperti komedi atau horor, untuk melihat apakah terdapat perbedaan pola penggunaan strategi kesantunan. Hal ini dapat memberikan wawasan tentang bagaimana genre film memengaruhi pilihan strategi kesantunan. Kedua, penelitian dapat mengeksplorasi pengaruh faktor-faktor sosial-budaya terhadap penggunaan strategi kesantunan dalam film, misalnya dengan membandingkan penggunaan strategi kesantunan dalam film dari budaya yang berbeda. Dengan demikian, dapat diketahui apakah terdapat variasi strategi kesantunan yang dipengaruhi oleh norma dan nilai-nilai budaya. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis dampak penggunaan strategi kesantunan terhadap persepsi penonton terhadap karakter dan film secara keseluruhan. Hal ini dapat memberikan informasi tentang bagaimana strategi kesantunan dapat memengaruhi pengalaman menonton film dan membentuk opini penonton.
- The Positive and Negative Politeness Strategies by the Characters Every Waking Breath Movie | Humanitatis... journal.universitasbumigora.ac.id/index.php/humanitatis/article/view/1911The Positive and Negative Politeness Strategies by the Characters Every Waking Breath Movie Humanitatis journal universitasbumigora ac index php humanitatis article view 1911
- Dataset of Article Positive and Negative Politeness Strategies Used by the Characters Every Waking Breath... figshare.com/articles/dataset/Dataset_of_Article_Positive_and_Negative_Politeness_Strategies_Used_by_the_Characters_i_Every_Waking_Breath_i_Movie_i_i_/19501274Dataset of Article Positive and Negative Politeness Strategies Used by the Characters Every Waking Breath figshare articles dataset Dataset of Article Positive and Negative Politeness Strategies Used by the Characters i Every Waking Breath i Movie i i 19501274
| File size | 681.8 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
POLTEKKES JAKARTA 3POLTEKKES JAKARTA 3 Ditemukan hubungan signifikan antara intensitas penggunaan media sosial dan regulasi emosional remaja (χ² = 28,694, df = 2, p < 0,001), menunjukkan bahwaDitemukan hubungan signifikan antara intensitas penggunaan media sosial dan regulasi emosional remaja (χ² = 28,694, df = 2, p < 0,001), menunjukkan bahwa
UNUJAUNUJA Temuan ini sejalan dengan teori yang menyatakan bahwa komunikasi krisis yang efektif memerlukan kompetensi digital serta keterampilan interpersonal dariTemuan ini sejalan dengan teori yang menyatakan bahwa komunikasi krisis yang efektif memerlukan kompetensi digital serta keterampilan interpersonal dari
OJSOJS Objek langsung dalam tata bahasa Inggris menengah adalah kata benda, frasa kata benda, atau kata ganti yang menerima aksi dari kata kerja transitif. ObjekObjek langsung dalam tata bahasa Inggris menengah adalah kata benda, frasa kata benda, atau kata ganti yang menerima aksi dari kata kerja transitif. Objek
BUMIGORABUMIGORA Film The Hobbit: An Unexpected Journey memiliki 1298 kalimat, di mana kalimat sederhana mendominasi sebanyak 62% (809 kalimat), diikuti kalimat majemukFilm The Hobbit: An Unexpected Journey memiliki 1298 kalimat, di mana kalimat sederhana mendominasi sebanyak 62% (809 kalimat), diikuti kalimat majemuk
BUMIGORABUMIGORA Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat dua jenis kesalahan linguistik, yaitu. Kedua tipe kesalahan ini disebabkan oleh kurangnya akurasi dalam penyusunanHasil analisis menunjukkan bahwa terdapat dua jenis kesalahan linguistik, yaitu. Kedua tipe kesalahan ini disebabkan oleh kurangnya akurasi dalam penyusunan
BUMIGORABUMIGORA Proses Material memiliki jumlah kejadian tertinggi dalam teks, yaitu sebesar 40,2%, diikuti oleh tipe proses lainnya. Relasional 35,9%, Mental 13,0%, BehavioralProses Material memiliki jumlah kejadian tertinggi dalam teks, yaitu sebesar 40,2%, diikuti oleh tipe proses lainnya. Relasional 35,9%, Mental 13,0%, Behavioral
BUMIGORABUMIGORA The study reveals how the Samsa familys detachment and inability to recognize Gregors inherent worth contribute to his profound sense of isolation. ThroughThe study reveals how the Samsa familys detachment and inability to recognize Gregors inherent worth contribute to his profound sense of isolation. Through
UNUDUNUD Based on the sentence structure, all the study samples used simple sentences and an imperative sentence. There is no rhetorical device in the whole advertisements,Based on the sentence structure, all the study samples used simple sentences and an imperative sentence. There is no rhetorical device in the whole advertisements,
Useful /
POLTEKKES JAKARTA 3POLTEKKES JAKARTA 3 Metode penelitian yang digunakan berupa pendekatan kuantitatif cross‑sectional dengan 112 responden wanita berusia 18–59 tahun yang dipilih melaluiMetode penelitian yang digunakan berupa pendekatan kuantitatif cross‑sectional dengan 112 responden wanita berusia 18–59 tahun yang dipilih melalui
OJSOJS Pendidikan inklusif menempatkan keberagaman sebagai kekuatan yang memperkaya proses belajar dengan menghormati dan mengakomodasi perbedaan siswa, sehinggaPendidikan inklusif menempatkan keberagaman sebagai kekuatan yang memperkaya proses belajar dengan menghormati dan mengakomodasi perbedaan siswa, sehingga
OJSOJS Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan melibatkan siswa kelas X MPLB - 4 SMK Al Basyariah. Pengumpulan data penelitian diperoleh dariJenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan melibatkan siswa kelas X MPLB - 4 SMK Al Basyariah. Pengumpulan data penelitian diperoleh dari
OJSOJS Materi pelatihan mencakup pengaturan meja, teknik komunikasi yang efektif, manajemen konflik, serta strategi untuk meningkatkan pengalaman pelanggan. MetodeMateri pelatihan mencakup pengaturan meja, teknik komunikasi yang efektif, manajemen konflik, serta strategi untuk meningkatkan pengalaman pelanggan. Metode