UIN WALISONGOUIN WALISONGO

Economica: Jurnal Ekonomi IslamEconomica: Jurnal Ekonomi Islam

Perbankan syariah muncul sebagai respons terhadap keterbatasan sistem keuangan berbasis bunga, menawarkan model alternatif yang berakar pada prinsip Syariah - terutama mekanisme bagi hasil laba-rugi (PLS). Studi ini meninjau kembali implementasi PLS di bank syariah, mengidentifikasi tantangan kunci dan merancang arah penelitian masa depan dalam kerangka praktik keuangan yang sesuai dengan Syariah. Dengan menggunakan tinjauan literatur sistematis dari artikel jurnal yang terindeks Scopus, studi ini membandingkan dasar-dasar teoritis dan bukti empiris yang mengelilingi aplikasi PLS dalam perbankan Islam kontemporer. Temuan menunjukkan bahwa praktik PLS tetap hanya sebagian selaras dengan prinsip Syariah, dibatasi oleh pengawasan regulasi, risiko kredit yang meningkat, dan kekhawatiran moral hazard. Studi ini juga mengidentifikasi kesenjangan kritis dalam kesadaran masyarakat dan manajemen operasional, menekankan kebutuhan akan inovasi produk, struktur tata kelola yang lebih kuat, dan inisiatif pendidikan yang ditargetkan. Temuan ini mengarah pada tiga prioritas strategis bagi pemangku kepentingan: meningkatkan tata kelola untuk mengurangi moral hazard, mengintegrasikan dukungan kebijakan makroekonomi untuk meningkatkan skalabilitas PLS, dan memperluas pendidikan publik untuk menutup kesenjangan pengetahuan. Bersama-sama, langkah-langkah ini dapat mendukung sektor perbankan syariah yang lebih berkelanjutan, adil, dan kompetitif.

Studi ini menemukan bahwa implementasi bagi hasil laba-rugi (PLS) dalam perbankan Islam masih hanya sebagian selaras dengan prinsip Syariah dan terhambat oleh pengawasan yang tidak memadai, risiko kredit, dan kekhawatiran moral hazard.Studi ini juga mengidentifikasi kebutuhan mendesak untuk inovasi dalam instrumen pembiayaan, peningkatan pemahaman publik tentang mekanisme PLS, dan penguatan manajemen operasional untuk meningkatkan keuntungan dan kepercayaan pelanggan.Analisis ini menyoroti ketegangan praktis antara ideal teoritis keuangan Islam dan realitas pasar yang dihadapi bank Islam.Menyesuaikan praktik PLS lebih dekat dengan nilai-nilai Syariah akan memerlukan upaya terkoordinasi yang melibatkan reformasi regulasi, pengembangan produk strategis, dan peningkatan keterlibatan publik.Temuan ini memiliki implikasi jelas bagi pembuat kebijakan dan praktisi yang bertujuan untuk meningkatkan efektivitas, ketahanan, dan daya saing sistem perbankan Islam jangka panjang.

Berdasarkan temuan dan kesimpulan, penelitian selanjutnya dapat mengusulkan tiga arah studi baru: Pertama, penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana tata kelola yang lebih kuat dapat mengurangi moral hazard dalam praktik PLS, memastikan bahwa prinsip-prinsip Syariah dipatuhi dan kepercayaan pelanggan ditingkatkan. Kedua, studi dapat menyelidiki bagaimana dukungan kebijakan makroekonomi dapat meningkatkan skalabilitas PLS, dengan mempertimbangkan bagaimana kebijakan pemerintah dapat mendorong adopsi dan implementasi PLS yang lebih luas. Terakhir, penelitian dapat fokus pada pengembangan inisiatif pendidikan yang ditargetkan untuk meningkatkan pemahaman publik tentang PLS, termasuk manfaat dan risiko yang terkait dengan model pembiayaan ini. Dengan menggabungkan tiga saran ini, penelitian dapat berkontribusi pada pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana meningkatkan efektivitas, ketahanan, dan daya saing perbankan Islam, memastikan bahwa praktik PLS selaras dengan prinsip-prinsip Syariah dan memenuhi kebutuhan pelanggan.

  1. Is Islamic Banking in Turkey really interest-free? in: Society and Economy Volume 43 Issue 4 (2021).... akjournals.com/view/journals/204/43/4/article-p391.xmlIs Islamic Banking in Turkey really interest free in Society and Economy Volume 43 Issue 4 2021 akjournals view journals 204 43 4 article p391 xml
Read online
File size475.17 KB
Pages30
DMCAReport

Related /

ads-block-test