JURNALP4IJURNALP4I

KHAZANAH : Jurnal Studi Ilmu Agama, Sosial dan KebudayaanKHAZANAH : Jurnal Studi Ilmu Agama, Sosial dan Kebudayaan

Perkembangan teknologi blockchain telah melahirkan smart contracts sebagai mekanisme transaksi digital yang dapat mengeksekusi perjanjian secara otomatis tanpa perantara, sehingga menimbulkan tantangan bagi penerapan prinsip Uqud al-Muawadhat dalam fikih muamalah. Penelitian ini menganalisis kesesuaian prinsip Uqud al-Muawadhat dalam ekosistem smart contracts, mengidentifikasi titik temu dan ketegangan hukumnya, serta merumuskan model regulasi yang mendukung integrasi teknologi blockchain dengan prinsip syariah. Metode hukum normatif kualitatif dengan pendekatan konseptual, komparatif, dan teori Dekonstruksi Jacques Derrida digunakan untuk memetakan transformasi unsur-unsur akad dan menilai harmonisasi dengan prinsip fikih muamalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa smart contracts memodifikasi unsur-unsur utama akad, menimbulkan tantangan terkait hak khiyar, penyelesaian sengketa, dan risiko gharar digital, namun juga menawarkan peluang harmonisasi melalui audit syariah, pengawasan teknologi, dan perlindungan hukum adaptif.

Smart contracts berbasis blockchain tidak menghilangkan Uqud al-Muawadhat, melainkan memutarbalikkan pemaknaan unsur-unsur akad menjadi representasi digital tanpa mengurangi fungsi dasar.Kesesuaian smart contracts dengan prinsip fikih muamalah tetap bergantung pada terpenuhinya prinsip keadilan, kerelaan, transparansi, dan kepastian hukum, bukan pada bentuk teknis pelaksanaannya.Oleh karena itu, integrasi smart contracts ke dalam kerangka Uqud al‑Muawadhat mendorong pengembangan regulasi dan mekanisme pengawasan syariah yang adaptif, serta penguatan audit dan penyelesaian sengketa berbasis teknologi.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji bagaimana mekanisme audit syariah berbasis blockchain dapat meminimalisir risiko gharar digital sekaligus menjamin kepastian hukum; memeriksa efektivitas model penyelesaian sengketa yang terdesentralisasi dalam konteks hukum Islam; serta menilai dampak penerapan standar internasional audit keuangan digital terhadap legitimasi smart contracts syariah di Indonesia.

  1. Fintech, Digitalization, and Blockchain in Islamic Finance: Retrospective Investigation. fintech blockchain... mdpi.com/2674-1032/1/4/29Fintech Digitalization and Blockchain in Islamic Finance Retrospective Investigation fintech blockchain mdpi 2674 1032 1 4 29
  2. Jurnal Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam. position smart contracts light islamic contract... jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/samarah/article/view/16372Jurnal Samarah Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam position smart contracts light islamic contract jurnal ar raniry ac index php samarah article view 16372
  3. Legal Adaptation to Smart Contract Agreements in Indonesia: Navigating Digital Disruption in Business... ilomata.org/index.php/ijss/article/view/1847Legal Adaptation to Smart Contract Agreements in Indonesia Navigating Digital Disruption in Business ilomata index php ijss article view 1847
  4. The Implementation of Blockchain-Based Smart Contracts in Islamic Finance | Dalwa Islamic Economic Studies:... doi.org/10.38073/dies.v4i2.3760The Implementation of Blockchain Based Smart Contracts in Islamic Finance Dalwa Islamic Economic Studies doi 10 38073 dies v4i2 3760
  5. INTEGRASI TEKNOLOGI BLOCKCHAIN DALAM KEUANGAN SYARIAH: TINJAUAN LITERATUR ATAS SOLUSI DESENTRALISASI... journal.ppmi.web.id/index.php/jakpg/article/view/2370INTEGRASI TEKNOLOGI BLOCKCHAIN DALAM KEUANGAN SYARIAH TINJAUAN LITERATUR ATAS SOLUSI DESENTRALISASI journal ppmi index php jakpg article view 2370
Read online
File size337.38 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test