PHARMREPPHARMREP
Pharmacy ReportsPharmacy ReportsArtritis reumatoid memerlukan farmakoterapi jangka panjang, dan peresepan yang tidak tepat menimbulkan risiko signifikan terhadap kegagalan pengobatan, kejadian obat yang merugikan, dan peningkatan biaya perawatan kesehatan. Penelitian ini mengevaluasi kesesuaian peresepan untuk pasien artritis reumatoid di rumah sakit rujukan regional publik di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Indonesia, selama tahun 2023. Sebuah studi potong lintang retrospektif menganalisis rekam medis 81 pasien rawat jalan menggunakan lima kriteria yang direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan Indonesia: indikasi yang tepat, pemilihan obat, dosis, pasien, dan interval dosis. Kepatuhan penuh dicapai untuk indikasi yang tepat (100%) dan pemilihan obat (100%). Kesesuaian dosis adalah 81,8%, dengan natrium diklofenak diresepkan di bawah dan etoricoxib di atas rentang terapeutik untuk artritis reumatoid. Kesesuaian pasien adalah 97,0%, dengan natrium diklofenak diresepkan kepada empat pasien lanjut usia (>65 tahun) tanpa dokumentasi gastroproteksi. Kesesuaian interval dosis adalah 81,8%, dengan etoricoxib dan meloxicam diresepkan lebih sering dari yang direkomendasikan. Tingkat kesesuaian peresepan secara keseluruhan adalah 92,1%. Praktik peresepan umumnya sudah sesuai tetapi masih di bawah standar kualitas 95%. Intervensi yang ditargetkan, termasuk sistem pendukung keputusan klinis, edukasi pemberi resep tentang prinsip-prinsip farmakokinetik, dan audit peresepan sistematis, diperlukan untuk mengatasi kekurangan yang teridentifikasi dan mengoptimalkan hasil terapeutik bagi pasien artritis reumatoid.
Penelitian ini menunjukkan bahwa praktik peresepan untuk pasien artritis reumatoid di rumah sakit rujukan regional publik di Jawa Barat mencapai tingkat kesesuaian keseluruhan 92,1% berdasarkan lima kriteria yang ditetapkan.Meskipun indikasi dan pemilihan obat sepenuhnya sesuai, masih terdapat kekurangan pada kesesuaian dosis (81,8%), kesesuaian pasien (97,0%), dan kesesuaian interval dosis (81,8%), yang berada di bawah standar operasional 95% untuk kualitas peresepan.Oleh karena itu, diperlukan intervensi yang ditargetkan seperti implementasi sistem pendukung keputusan klinis, edukasi bagi pemberi resep mengenai prinsip farmakokinetik dan stratifikasi risiko penggunaan NSAID terkait usia, serta audit peresepan berkala untuk meningkatkan kualitas dan mengevaluasi efektivitasnya terhadap hasil klinis.
Untuk penelitian selanjutnya, sangat penting untuk tidak hanya melihat rekam medis, tetapi juga mengikuti pasien secara langsung. Bisakah kita meneliti apakah pasien artritis reumatoid yang menerima resep obat yang lebih tepat mengalami perbaikan kondisi yang lebih baik, seperti berkurangnya nyeri sendi dan peningkatan fungsi, serta lebih sedikit efek samping serius, dibandingkan mereka yang resepnya kurang tepat? Studi ini bisa membandingkan kelompok pasien untuk melihat dampak nyata kesesuaian peresepan pada kualitas hidup. Selain itu, untuk mencari tahu mengapa ada ketidaksesuaian, penting untuk menggali perspektif dokter. Bisakah kita melakukan wawancara atau survei untuk memahami tantangan mereka, seperti beban kerja atau akses informasi, yang memengaruhi keputusan peresepan? Dengan begitu, kita bisa menemukan akar masalah sebenarnya. Terakhir, karena studi ini terbatas pada satu rumah sakit, penelitian multi-pusat akan sangat berharga. Bisakah kita membandingkan pola peresepan dan tingkat kesesuaian di beberapa rumah sakit rujukan di seluruh Jawa Barat? Ini akan menunjukkan apakah masalah ini meluas atau spesifik, membantu pembuatan kebijakan yang lebih baik.
- Evaluation of prescribing rationality for rheumatoid arthritis patients at a regional hospital in Indonesia... pharmrep.org/pharmrep/article/view/109Evaluation of prescribing rationality for rheumatoid arthritis patients at a regional hospital in Indonesia pharmrep pharmrep article view 109
- Rheumatoid Arthritis patients attending rheumatology clinic | OARRR | Dove Medical Press. rheumatoid... dovepress.com/prevalence-clinical-manifestations-and-treatment-pattern-of-patients-w-peer-reviewed-fulltext-article-OARRRRheumatoid Arthritis patients attending rheumatology clinic OARRR Dove Medical Press rheumatoid dovepress prevalence clinical manifestations and treatment pattern of patients w peer reviewed fulltext article OARRR
- DOI Name 10.4103 Values. doi name values index type timestamp data hs serv 21z crossref desc 50z medknow... doi.org/10.4103DOI Name 10 4103 Values doi name values index type timestamp data hs serv 21z crossref desc 50z medknow doi 10 4103
| File size | 169.11 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
STIKES BHMSTIKES BHM Metodologi yang digunakan adalah desain cross‑sectional dengan analisis regresi logistik biner. Hasil menunjukkan prevalensi overweight sebesar 19,07 %.Metodologi yang digunakan adalah desain cross‑sectional dengan analisis regresi logistik biner. Hasil menunjukkan prevalensi overweight sebesar 19,07 %.
UMNUMN Periode krisis COVID-19 tidak memiliki efek yang signifikan pada hubungan nonlinier antara CSR dan kinerja finansial, yang berarti hubungan antara CSRPeriode krisis COVID-19 tidak memiliki efek yang signifikan pada hubungan nonlinier antara CSR dan kinerja finansial, yang berarti hubungan antara CSR
FMIPAUKITFMIPAUKIT Infus biji alpukat dibuat menggunakan pelarut aquades pada suhu 90 °C. Pengujian antipiretik dilakukan pada lima kelompok, yaitu kontrol negatif (Na‑CMC),Infus biji alpukat dibuat menggunakan pelarut aquades pada suhu 90 °C. Pengujian antipiretik dilakukan pada lima kelompok, yaitu kontrol negatif (Na‑CMC),
STIKESPAMENANGSTIKESPAMENANG Penelitian ini bertujuan mengetahui efek Knee Osteoarthritis Exercise Therapy (KOET) pada penurunan nyeri lutut di kalangan lansia. Desain pre‑eksperimentalPenelitian ini bertujuan mengetahui efek Knee Osteoarthritis Exercise Therapy (KOET) pada penurunan nyeri lutut di kalangan lansia. Desain pre‑eksperimental
STIKESPANTIRAPIHSTIKESPANTIRAPIH Metode kuantitatif deskriptif cross-sectional dengan 96 responden menggunakan Diabetes Knowledge Questionnaire (DKQ-24). Hasil menunjukkan bahwa mayoritasMetode kuantitatif deskriptif cross-sectional dengan 96 responden menggunakan Diabetes Knowledge Questionnaire (DKQ-24). Hasil menunjukkan bahwa mayoritas
WYMWYM Populasi penelitian terdiri dari semua perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama tahun 2020-2022. Data dikumpulkan melaluiPopulasi penelitian terdiri dari semua perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama tahun 2020-2022. Data dikumpulkan melalui
WYMWYM Untuk variabel kesempatan yaitu tidak berpengaruh karena adanya pembatasan akses informasi keuangan ataupun non keuangan serta penggunaan uang ataupunUntuk variabel kesempatan yaitu tidak berpengaruh karena adanya pembatasan akses informasi keuangan ataupun non keuangan serta penggunaan uang ataupun
ORLIORLI Tumor necrosis factor alpha (TNF-α) merupakan salah satu sitokin penting dalam proses inflamasi yang berperan dalam rinosinusitis kronis. Tujuan: UntukTumor necrosis factor alpha (TNF-α) merupakan salah satu sitokin penting dalam proses inflamasi yang berperan dalam rinosinusitis kronis. Tujuan: Untuk
Useful /
PHARMREPPHARMREP Studi ini mengembangkan dan mengevaluasi formulasi gel tabir surya yang mengandung ekstrak etanol daun Averrhoa bilimbi dengan konsentrasi berbeda. EkstraksiStudi ini mengembangkan dan mengevaluasi formulasi gel tabir surya yang mengandung ekstrak etanol daun Averrhoa bilimbi dengan konsentrasi berbeda. Ekstraksi
STIKESPAMENANGSTIKESPAMENANG Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) terhadap intensitas nyeri yang dialami petani diPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) terhadap intensitas nyeri yang dialami petani di
STIKESPAMENANGSTIKESPAMENANG Tindakan manajemen PTIK dengan pengaturan posisi head up 30° mampu mengurangi PTIK sehingga penurunan kapasitas adaptif intrakranial dapat dikendalikan.Tindakan manajemen PTIK dengan pengaturan posisi head up 30° mampu mengurangi PTIK sehingga penurunan kapasitas adaptif intrakranial dapat dikendalikan.
STIKESPAMENANGSTIKESPAMENANG Perubahan pengetahuan diukur oleh pre‑test dan post‑test, kemudian diuji dengan uji Wilcoxon. Hasil menunjukkan peningkatan mean pre‑test (65,6)Perubahan pengetahuan diukur oleh pre‑test dan post‑test, kemudian diuji dengan uji Wilcoxon. Hasil menunjukkan peningkatan mean pre‑test (65,6)