MAYADANIMAYADANI

Masyarakat Berdaya dan InovasiMasyarakat Berdaya dan Inovasi

Kelompok Griya lansia Aisyiyah Baiturrahmah adalah salah satu posyandu yang ada di kelurahan Patangpuluhan dengan jumlah lansia yang cukup banyak dan beberapa lansia menderita keluhan sesak nafas diantaranya karena asma , bronchitus dan faktor yang lain. Secara umum para lansia ini membutuhkan edukasi dan pendampingan dalam mengurangi sesak nafas dengan harapan lansia bisa mengurangi sesak secara mandiri sehingga bisa beraktifitas, meningkatkan kualitas tidur dan mengurangi keluhan dan komplikasi. Untuk itu diperlukan strategi dalam pemberian edukasi dan alat yang presisi mudah berpindah tempat dan mudah digunakan untuk mengurangi sesak nafas yaitu dengan inovasi matras proning. PKM ini merupakan penerapan dari penelitian tim PKM berupa marning matras proning. Inovasi Produk “Marning (matras proning) dibuat sebagai alat bantu untuk melakukan posisi pronasi yang nyaman, aman, tidak memerlukan banyak biaya dan mudah diimplementasikan pada pasien dengan keluhan sesak nafas karena tidak menimbulkan efek samping serta bisa dilakukan mandiri oleh pasien. Terdapat 4 permasalahan konkrit yang akan ditangani dalam kegiatan ini adalah (1) Belum terdapat pendampingan pada pasien dan keluarga berbasis patient care centered di komunitas sebagai program edukasi secara terstruktur dan berkesinambungan tentang penanganan sesak nafas; (2) Belum tedapat program upaya preventive pada komplikasi penyakit kronik (seperti perawatan, mendeteksi dan mengurangi sesak nafas secara mandiri oleh pasien dan keluarga); (3) Belum adanya edukasi penanganan sesak nafas secara mandiri; (4) Belum tersedianya alat peraga edukasi dan alat pengurang sesak nafas yang bisa dipakai secara dan dipindahkan dengan mudah sehingga memungkinkan untuk digunakan secara bergantian oleh lansia dengan keluhan sesak nafas. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan berbasis solusi dari permasalahan mitra tersebut. Kegiatan pengabdian yang telah dilaksanakan adalah (1) pendampingan pada pasien dan keluarga berbasis patient care centered; (2) program upaya preventive pada komplikasi penyakit kronik; (3) pengetahuan mitra tentang penanganan sesak nafas secara mandiri meningkat dan (4) Tersedianya alat peraga edukasi dan alat pengurang sesak nafas yang bisa dipakai secara mandiri dan dipindahkan dengan mudah.

Pengabdian ini dapat terlaksana dengan baik karena mampu mengoptimalkan potensi yang dimiliki mitra.Melalui pendekatan yang terarah dan pemanfaatan sumber daya yang ada, kegiatan ini berhasil mendorong peningkatan produktivitas mitra secara nyata.

Penelitian lanjutan sangat krusial untuk memperdalam pemahaman dan dampak inovasi Marning yang telah diterapkan. Pertama, studi evaluasi komprehensif perlu dilakukan untuk mengukur efektivitas jangka panjang penggunaan matras proning ini terhadap indikator kesehatan lansia secara objektif. Ini termasuk menganalisis perubahan signifikan pada saturasi oksigen, frekuensi dan keparahan episode sesak napas, serta peningkatan kualitas tidur dan kualitas hidup keseluruhan bagi lansia yang rutin menggunakan Marning dibandingkan dengan kelompok kontrol atau intervensi lainnya. Hasil studi ini akan memberikan bukti empiris yang kuat mengenai manfaat klinis inovasi ini. Kedua, sangat penting untuk menyelami aspek pengalaman pengguna dan penerimaan teknologi melalui penelitian kualitatif atau gabungan metode. Bagaimana lansia dan keluarga mereka benar-benar mengintegrasikan Marning dalam rutinitas harian di lingkungan rumah? Apa saja kendala praktis yang muncul, dan bagaimana persepsi mereka terhadap kenyamanan, kemudahan penggunaan, serta tingkat kemandirian yang dirasakan dalam penanganan sesak napas? Selain itu, evaluasi terhadap efektivitas fitur tambahan seperti integrasi dengan alat pengecek saturasi oksigen dan aplikasi mobile juga perlu diteliti untuk melihat sejauh mana teknologi ini dapat meningkatkan kepatuhan dan pemantauan mandiri. Terakhir, untuk memastikan keberlanjutan dan potensi replikasi di skala yang lebih luas, diperlukan studi kelayakan implementasi dan analisis ekonomi. Penelitian ini dapat mengidentifikasi model terbaik untuk mendistribusikan dan mengimplementasikan Marning di berbagai posyandu lansia atau komunitas serupa, serta mengevaluasi rasio biaya-manfaatnya dalam jangka panjang. Dengan demikian, kita dapat memahami apakah inovasi ini tidak hanya efektif secara klinis, tetapi juga berkelanjutan dan efisien secara sumber daya, membuka jalan bagi program kesehatan masyarakat yang lebih inovatif dan berdaya guna.

Read online
File size469.62 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test