UIADUIAD
JPDKJPDKTransformasi pendidikan di abad ke-21 menuntut calon guru memiliki kompetensi yang adaptif terhadap perubahan zaman, seperti berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, dan literasi digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara metode pengajaran yang diterapkan di Departemen Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Negeri Makassar (UNM) dengan pencapaian kompetensi calon guru dalam keterampilan abad ke-21; mengidentifikasi paradigma pembelajaran dominan dan dampaknya terhadap keterampilan abad ke-21; memetakan tingkat pencapaian kompetensi siswa dalam keterampilan abad ke-21 dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pencapaian keterampilan abad ke-21. Metode penelitian yang digunakan adalah kombinasi penelitian kuantitatif dan kualitatif (metode campuran), dengan pengumpulan data menggunakan survei dan wawancara, dipilih dan diterapkan dengan konsistensi dan akurasi. Data kuantitatif dianalisis menggunakan teknik statistik, sedangkan data kualitatif dianalisis menggunakan analisis tematik. Sampel penelitian terdiri dari 250 mahasiswa dan 35 dosen. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa: sebagian besar mahasiswa guru berada pada tingkat kompetensi menengah dalam keterampilan abad ke-21; hanya sebagian kecil yang mencapai tingkat mahir, dan hampir tidak ada yang mencapai tingkat ahli; terdapat variasi dalam pencapaian antara indikator; metode pengajaran dan paradigma pembelajaran memainkan peran signifikan dalam mendukung atau membatasi pencapaian ini; dukungan emosional, refleksi diri, dan integrasi teknologi adalah aspek yang perlu diperkuat.
Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan wawasan penting tentang tingkat perkembangan keterampilan abad ke-21 di kalangan mahasiswa PGSD, di mana sebagian besar masih berada pada tingkat menengah dan membutuhkan peningkatan lebih lanjut untuk mencapai tingkat ahli.Temuan ini selaras dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kritis, kreativitas, dan komunikasi masih menjadi tantangan dalam pendidikan tinggi.Temuan baru dalam penelitian ini, yaitu perbedaan tingkat perkembangan keterampilan berbasis teknologi dan keterampilan kognitif, serta pentingnya dukungan emosional, berkontribusi pada pemahaman yang lebih dalam tentang kebutuhan pendidikan di era global.Rekomendasi untuk menerapkan pembelajaran berbasis proyek, menyediakan pelatihan teknologi tingkat lanjut, dan mendukung pembelajaran reflektif dapat membantu mahasiswa mencapai keterampilan abad ke-21 yang lebih holistik dan relevan.
Berdasarkan temuan dan relevansi hasil penelitian, beberapa implikasi praktis dan rekomendasi dapat diusulkan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa PGSD dalam keterampilan abad ke-21: pertama, meningkatkan latihan berpikir kritis dan kreativitas: untuk mengatasi kesenjangan dalam berpikir kritis dan kreativitas, dosen dapat menerapkan pembelajaran berbasis proyek dan studi kasus yang melibatkan analisis mendalam dan pemecahan masalah kreatif. Hal ini akan memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk berlatih keterampilan berpikir kritis dan menemukan solusi inovatif dalam konteks dunia nyata. Penelitian oleh Boud & Feletti (1997) menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan keterampilan analitis dan berpikir kritis mahasiswa, terutama ketika terintegrasi dengan diskusi dan refleksi. Kedua, meningkatkan dukungan emosional dan lingkungan belajar inklusif: dukungan emosional dari dosen dan lingkungan kelas inklusif dapat membantu mahasiswa merasa lebih percaya diri dalam berkomunikasi. Meningkatkan keterlibatan emosional dengan memberikan umpan balik konstruktif dan mendengarkan kesulitan mereka secara langsung dapat membantu mahasiswa merasa lebih didukung. Hal ini sejalan dengan teori oleh Aburumman et al. (2022), yang menekankan pentingnya perawatan dan dukungan emosional dalam proses belajar untuk meningkatkan keterampilan interpersonal mahasiswa; ketiga, mengembangkan program pelatihan literasi digital tingkat lanjut: meskipun literasi digital mahasiswa cukup tinggi (sekitar 42,3% berada pada tingkat mahir), banyak yang masih perlu belajar menggunakan teknologi yang lebih kompleks. Menyediakan pelatihan teknologi tingkat lanjut, seperti kursus desain grafis, analisis data, atau manajemen media digital, dapat membantu mereka menguasai keterampilan yang relevan di era digital. Partnership for 21st Century Skills (P21) mengungkapkan bahwa keterampilan teknologi tidak hanya mencakup penggunaan perangkat lunak dasar, tetapi juga kemampuan untuk beradaptasi dengan teknologi baru dalam berbagai konteks; keempat, mendorong pembelajaran berbasis refleksi: dosen dapat meningkatkan refleksi diri mahasiswa dengan menyediakan ruang atau waktu untuk evaluasi diri setelah menyelesaikan proyek atau tugas. Cattaneo & Motta (2021) menyatakan bahwa refleksi-dalam-aksi adalah kunci dalam pembelajaran profesional, karena membantu individu memahami proses belajar mereka dan memperbaiki kekurangan mereka. Mahasiswa perlu didorong untuk merefleksikan proses belajar mereka melalui jurnal, diskusi, atau sesi umpan balik dari dosen; kelima, mengintegrasikan keterampilan kolaborasi yang lebih kompleks: meskipun keterampilan kolaborasi mahasiswa telah berkembang dengan baik, integrasi kolaborasi lintas disiplin diperlukan untuk menghadapi situasi yang lebih kompleks. Dosen dapat mendorong kolaborasi dengan mahasiswa dari jurusan atau latar belakang yang berbeda untuk meningkatkan kemampuan adaptasi dan keterampilan kolaborasi lintas budaya. Menurut Johnson et al. (1998), kolaborasi lintas disiplin dapat membantu mahasiswa mengembangkan pemahaman yang lebih luas dan mempersiapkan mereka untuk lingkungan kerja yang semakin beragam.
- Assessing Prospective Teachers' Readiness: An Integrative Study of Teaching Methods and the Achievement... journal.uiad.ac.id/index.php/JPDK/article/view/4450Assessing Prospective Teachers Readiness An Integrative Study of Teaching Methods and the Achievement journal uiad ac index php JPDK article view 4450
- Analisis kompetensi dan peran coach akademik terhadap kemampuan guru dalam menerapkan strategi pengembangan... jurnal.konselingindonesia.com/index.php/jkp/article/view/693Analisis kompetensi dan peran coach akademik terhadap kemampuan guru dalam menerapkan strategi pengembangan jurnal konselingindonesia index php jkp article view 693
- RELEVANSI KAMPUS MERDEKA TERHADAP KOMPETENSI GURU ERA 4.0 DALAM PERSPEKTIF EXPERIENTIAL LEARNING THEORY... journalfai.unisla.ac.id/index.php/at-thulab/article/view/120RELEVANSI KAMPUS MERDEKA TERHADAP KOMPETENSI GURU ERA 4 0 DALAM PERSPEKTIF EXPERIENTIAL LEARNING THEORY journalfai unisla ac index php at thulab article view 120
- Innovative Pedagogies in Higher Education to Become Effective Teachers of 21st Century Skills: Unpacking... doi.org/10.5430/ijhe.v3n4p37Innovative Pedagogies in Higher Education to Become Effective Teachers of 21st Century Skills Unpacking doi 10 5430 ijhe v3n4p37
| File size | 669.26 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
UIADUIAD Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) yang dibantu oleh aplikasi Quizizz terhadapPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) yang dibantu oleh aplikasi Quizizz terhadap
UIADUIAD Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) sekolah memfasilitasi pembelajaran mendalam melalui penyediaan fasilitas belajar serta dukungan kepala sekolahHasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) sekolah memfasilitasi pembelajaran mendalam melalui penyediaan fasilitas belajar serta dukungan kepala sekolah
UIADUIAD 0 dan bersertifikasi DUDI) serta memiliki etika Islami (integritas lebih baik dibandingkan SMK lain). Pendekatan ini selaras dengan Quran Surah Al-Jumuah.0 dan bersertifikasi DUDI) serta memiliki etika Islami (integritas lebih baik dibandingkan SMK lain). Pendekatan ini selaras dengan Quran Surah Al-Jumuah.
UIADUIAD Dengan demikian, penerapan PjBL yang dilengkapi media teka‑teki silang berkontribusi terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Penerapan model PembelajaranDengan demikian, penerapan PjBL yang dilengkapi media teka‑teki silang berkontribusi terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Penerapan model Pembelajaran
UIADUIAD , 2022). Hal ini tidak hanya membebani guru, tetapi juga berdampak negatif pada kepercayaan diri siswa, menghambat pengembangan keterampilan bahasa Arab, 2022). Hal ini tidak hanya membebani guru, tetapi juga berdampak negatif pada kepercayaan diri siswa, menghambat pengembangan keterampilan bahasa Arab
UIADUIAD Pendekatan kualitatif dipilih karena memungkinkan eksplorasi yang kaya terhadap proses pembelajaran, dinamika kelas, refleksi siswa, serta transformasiPendekatan kualitatif dipilih karena memungkinkan eksplorasi yang kaya terhadap proses pembelajaran, dinamika kelas, refleksi siswa, serta transformasi
UIADUIAD B) dan 17 di kelompok kontrol (Kelas V. A). Data dikumpulkan melalui tes pilihan ganda 30 item yang tervalidasi dan dianalisis menggunakan IndependentB) dan 17 di kelompok kontrol (Kelas V. A). Data dikumpulkan melalui tes pilihan ganda 30 item yang tervalidasi dan dianalisis menggunakan Independent
UNNESUNNES Kepemimpinan yang bersifat terbuka dan berani mengambil risiko terkait penggunaan ChatGPT merupakan tindakan yang baik untuk menghadapi penggunaan ChatGPT.Kepemimpinan yang bersifat terbuka dan berani mengambil risiko terkait penggunaan ChatGPT merupakan tindakan yang baik untuk menghadapi penggunaan ChatGPT.
Useful /
UIADUIAD Analisis statistik deskriptif dan inferensial (uji normalitas, homogenitas, dan t‑uji pasangan) menunjukkan peningkatan skor rata‑rata dari 31,92 menjadiAnalisis statistik deskriptif dan inferensial (uji normalitas, homogenitas, dan t‑uji pasangan) menunjukkan peningkatan skor rata‑rata dari 31,92 menjadi
UIADUIAD Nilai rata‑rata skor juga meningkat signifikan, yaitu dari 63,8 % pada tahap pre‑action menjadi 72,6 % pada siklus I dan 85 % pada siklus II.Nilai rata‑rata skor juga meningkat signifikan, yaitu dari 63,8 % pada tahap pre‑action menjadi 72,6 % pada siklus I dan 85 % pada siklus II.
UNNESUNNES Pengelolaan program studi Pascasarjana (strata 2 dan strata 3 serta Program Profesi) di Universitas Islam Indonesia pada awal eksistensinya adalah berbasisPengelolaan program studi Pascasarjana (strata 2 dan strata 3 serta Program Profesi) di Universitas Islam Indonesia pada awal eksistensinya adalah berbasis
UNNESUNNES Penelitian bersifat deskriptif kualitatif, menggunakan sumber data literatur yang telah dipublikasikan, dan menemukan bahwa kepemimpinan yang efektif bukanPenelitian bersifat deskriptif kualitatif, menggunakan sumber data literatur yang telah dipublikasikan, dan menemukan bahwa kepemimpinan yang efektif bukan