UMRAHUMRAH
SELATSELATMelalui Putusan Nomor 46/PUU-XIV/2016, Mahkamah Konstitusi menegaskan bahwa Mahkamah Konstitusi tidak berwenang memberikan perluasan terhadap sebuah norma undang-undang atau membuat norma baru, padahal norma yang diuji ini berkaitan dengan keberkahan bangsa ini, yaitu perzinahan. Karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dapat atau tidaknya Mahkamah Konstitusi membentuk norma baru dalam perkara pengujian undang-undang. Penelitian ini merupakan penelitian hukum yang menggunakan pendekatan peraturan perundang-undangan, pendekatan sosiologis, pendekatan sejarah, pendekatan konsep dan pendekatan perbandingan. Mahkamah Konstitusi dapat membentuk norma baru di dalam Putusan Nomor 46/PUU-XIV/2016 dengan beberapa alasan, yaitu adanya Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 48/PUU-IX/2011 yang membatalkan pasal perihal larangan Mahkamah Konstitusi untuk membentuk norma baru, politik hukum kekuasaan kehakiman di Indonesia, kebutuhan hukum di dalam masyarakat, dan praktik yang terjadi selama ini di mana Mahkamah Konstitusi beberapa kali membentuk norma baru. Namun alasan yang paling utama adalah keberadaan Pasal 29 Ayat 1 Undang-Undang Dasar 1945 sebagai dasar utama negara menyebutkan bahwa Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa. Konsekuensinya adalah hal-hal yang berbau kemaksiatan tidak boleh dibiarkan hidup di Indonesia. Kemaksiatan pastinya mendatangkan kemarahan Allah.
Mahkamah Konstitusi dapat membentuk norma baru berdasarkan pembatalan larangan pada Pasal 57 ayat (2a) melalui Putusan Nomor 48/PUU-IX/2011.Politik hukum kekuasaan kehakiman dalam UUD 1945 serta kebutuhan hukum masyarakat mendukung pembentukan norma baru, sebagaimana diatur dalam Pasal 5 ayat (1) UU No.Praktik Mahkamah Konstitusi yang telah beberapa kali menciptakan norma baru, termasuk dalam Putusan Nomor 102/PUU-VII/2009, sejalan dengan prinsip negara berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa.
Penelitian selanjutnya dapat mengkaji secara empiris bagaimana norma‑norma baru yang dibentuk oleh Mahkamah Konstitusi memengaruhi kepastian hukum dan praktik peradilan di tingkat daerah, sehingga dapat menilai efektivitas kebijakan tersebut dalam konteks keadilan sosial. Selanjutnya, studi perbandingan lintas‑negara mengenai wewenang pengadilan konstitusi untuk menciptakan norma baru dapat memberikan wawasan tentang model‑model alternatif yang dapat diadaptasi atau dihindari oleh Indonesia, khususnya dalam mengatasi konflik antara nilai agama dan norma hukum positif. Terakhir, penelitian kualitatif yang melibatkan masyarakat luas dapat mengevaluasi persepsi publik terhadap peran Mahkamah Konstitusi dalam isu‑isu moral seperti perzinahan, guna menilai legitimasi sosial keputusan‑keputusan yang bersifat normatif dan mengidentifikasi faktor‑faktor yang memengaruhi kepatuhan masyarakat terhadap norma‑norma tersebut.
| File size | 1011.34 KB |
| Pages | 17 |
| DMCA | Report |
Related /
MERCUBAKTIJAYAMERCUBAKTIJAYA Djamil Padang. Hasil: Hasil pengabdian kepada 18 orang pasien didapatkan pengetahuan sebelum diberikan edukasi 17% kategori baik, 28% kategori cukup, 55%Djamil Padang. Hasil: Hasil pengabdian kepada 18 orang pasien didapatkan pengetahuan sebelum diberikan edukasi 17% kategori baik, 28% kategori cukup, 55%
UNRAMUNRAM Teknik analisis data dilakukan melalui uji Prasyarat dan uji korelasi product moment. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh nilai signifikansi antaraTeknik analisis data dilakukan melalui uji Prasyarat dan uji korelasi product moment. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh nilai signifikansi antara
UBTUBT Hasil olah data dengan menggunakan metode Analytical Hieararchy Process (AHP) maka moda yang efisien digunakan dalam proses pendistribusian komoditi hasilHasil olah data dengan menggunakan metode Analytical Hieararchy Process (AHP) maka moda yang efisien digunakan dalam proses pendistribusian komoditi hasil
MERCUBAKTIJAYAMERCUBAKTIJAYA Hasil dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah terjadinya peningkatan pengetahuan mengenai PHBS, para santri dapat melakukan cuci tangan pakai sabunHasil dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah terjadinya peningkatan pengetahuan mengenai PHBS, para santri dapat melakukan cuci tangan pakai sabun
UMRAHUMRAH Hasil penelitian yang didapatkan yaitu pertama, Mucikari dapat dijerat ancaman hukuman baik itu hukuman pidana kurungan maupun pidana denda, larangan melakukanHasil penelitian yang didapatkan yaitu pertama, Mucikari dapat dijerat ancaman hukuman baik itu hukuman pidana kurungan maupun pidana denda, larangan melakukan
UMRAHUMRAH Penulisan ini disusun melalui metode analisa yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang‑undangan (statute approach), pendekatan konseptualPenulisan ini disusun melalui metode analisa yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang‑undangan (statute approach), pendekatan konseptual
UMRAHUMRAH Penerapan hukum gawal tidak pertentangan dengan Hak Asasi Manusia karena merupakan sistem nilai yang berlaku sebagai kearifan lokal dan tidak dilakukanPenerapan hukum gawal tidak pertentangan dengan Hak Asasi Manusia karena merupakan sistem nilai yang berlaku sebagai kearifan lokal dan tidak dilakukan
UMRAHUMRAH Pasal 9 ayat (1) Undang‑Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik menyatakan bahwa asas partai politik tidak boleh bertentangan dengan PancasilaPasal 9 ayat (1) Undang‑Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik menyatakan bahwa asas partai politik tidak boleh bertentangan dengan Pancasila
Useful /
ISKIISKI Pada tahun 2023, pemerintah Indonesia mengambil kebijakan untuk meningkatkan kuota impor beras Indonesia, menurut United States Department of Agriculture,Pada tahun 2023, pemerintah Indonesia mengambil kebijakan untuk meningkatkan kuota impor beras Indonesia, menurut United States Department of Agriculture,
UNIVERSITASMULIAUNIVERSITASMULIA Secara statistik, hasil analisis menunjukkan korelasi yang signifikan antara kedua variabel yang diteliti. Temuan ini tercermin dalam nilai koefisien korelasiSecara statistik, hasil analisis menunjukkan korelasi yang signifikan antara kedua variabel yang diteliti. Temuan ini tercermin dalam nilai koefisien korelasi
UNIVERSITASMULIAUNIVERSITASMULIA Artinya, semakin aktif dan konsisten peran orang tua, maka semakin tinggi pula keterampilan literasi yang dimiliki anak usia dini. Dengan begitu, keterlibatanArtinya, semakin aktif dan konsisten peran orang tua, maka semakin tinggi pula keterampilan literasi yang dimiliki anak usia dini. Dengan begitu, keterlibatan
UNIVERSITASMULIAUNIVERSITASMULIA Aktivitas ini meningkatkan motorik halus, tanggung jawab, dan kreativitas anak. Guru perlu menciptakan lingkungan belajar yang mendukung dan memberikanAktivitas ini meningkatkan motorik halus, tanggung jawab, dan kreativitas anak. Guru perlu menciptakan lingkungan belajar yang mendukung dan memberikan