WASTUKANCANAWASTUKANCANA
Jurnal TeknologikaJurnal TeknologikaIndustri garment merupakan sektor manufaktur yang intensif tenaga kerja dengan aliran produksi yang kompleks, sangat rentan terhadap bottleneck. Bottleneck yang tidak terselesaikan dapat menyebabkan penurunan efisiensi, peningkatan waktu tunggu, dan penurunan produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bottleneck dalam proses produksi garment menggunakan pendekatan simulasi dengan perangkat lunak ProModel. Metode penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif kuantitatif, dimulai dengan pemilihan sistem produksi, pemetaan aliran proses, dan pengembangan serta pengujian model simulasi. Hasil simulasi model asli menunjukkan output produksi sebesar 1.719 unit, dengan bottleneck sebesar 3,86% dan biaya USD 38,01. Situasi ini memerlukan perbaikan, yang dicapai melalui skenario 1, di mana kapasitas produksi di setiap lokasi ditingkatkan, dengan mempertimbangkan biaya yang relatif serupa sebesar USD 41,40. Perubahan ini mengurangi bottleneck menjadi 0,60%, dan total produksi meningkat menjadi 1.811 unit. Pada skenario 2, dengan biaya yang serupa, penulis merekomendasikan penyesuaian lebih lanjut terhadap kapasitas produksi pada proses yang diperlukan. Setelah simulasi, total produksi meningkat menjadi 1.908 unit, dengan biaya USD 41,42. Simulasi menggunakan ProModel terbukti efektif dalam mengidentifikasi dan mengevaluasi solusi bottleneck secara sistematis. Penelitian ini memberikan rekomendasi praktis bagi manajemen industri garment dalam pengambilan keputusan berbasis data untuk meningkatkan efisiensi produksi.
Dalam model asli, proses produksi garment menunjukkan total exit sebesar 1.719 pieces dengan bottleneck sebesar 3,86%, yang menunjukkan kebutuhan akan perbaikan untuk mencegah akumulasi berlebihan dari barang-barang tersebut.Oleh karena itu, tujuan dari Skenario 1 adalah untuk menghilangkan atau mengurangi bottleneck ini dengan meningkatkan kapasitas produksi di setiap lokasi, sambil menjaga biaya relatif dekat dengan USD 41,40.Sebagai hasilnya, bottleneck berkurang menjadi 0,60%, dan total exit atau total produksi mencapai 1.Namun, tantangan yang dihadapi setiap perusahaan adalah untuk mengoptimalkan produksinya sebaik mungkin untuk memenuhi permintaan pelanggan.Karena itu, penulis mengusulkan Skenario 2 untuk meningkatkan produksi lebih lanjut, dengan mempertahankan biaya pada tingkat yang serupa.Pada Skenario 2, penulis merekomendasikan penyesuaian lebih lanjut terhadap kapasitas produksi pada proses yang diperlukan.Setelah simulasi, total exit meningkat menjadi 1.908 pieces, dengan biaya yang sangat dekat dengan USD 41,42.
Berdasarkan penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: (1) Mengembangkan model simulasi yang lebih kompleks untuk mempertimbangkan berbagai skenario dan variabel dalam proses produksi garment, termasuk variasi jenis produk, perubahan permintaan pasar, dan strategi manajemen stok. (2) Menganalisis dampak bottleneck pada kualitas produk dan kinerja operasional secara lebih mendalam, serta mengembangkan strategi mitigasi yang lebih efektif untuk mengatasi bottleneck tersebut. (3) Mengintegrasikan pendekatan simulasi dengan sistem informasi manajemen yang ada di industri garment untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam pengambilan keputusan operasional.
- Solution of Bottlenecks in the Logistics Flow by Applying the Kanban Module in the Tecnomatix Plant Simulation... mdpi.com/2071-1050/13/14/7989Solution of Bottlenecks in the Logistics Flow by Applying the Kanban Module in the Tecnomatix Plant Simulation mdpi 2071 1050 13 14 7989
- APEM | Vol. 17 | No. 2. apem vol home events sponsorship advances production engineering management journal... doi.org/10.14743/apem2022.2.434APEM Vol 17 No 2 apem vol home events sponsorship advances production engineering management journal doi 10 14743 apem2022 2 434
- Simulation metamodeling approach to complex design of garment assembly lines | PLOS One. simulation metamodeling... journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0239410Simulation metamodeling approach to complex design of garment assembly lines PLOS One simulation metamodeling journals plos plosone article id 10 1371 journal pone 0239410
- SIMULASI PROSES PRODUKSI KERUPUK KULIT DOROKDOK PD.ABC SUKAREGANG – GARUT | Jurnal Teknologika.... jurnal.wastukancana.ac.id/index.php/teknologika/article/view/364SIMULASI PROSES PRODUKSI KERUPUK KULIT DOROKDOK PD ABC SUKAREGANG Ae GARUT Jurnal Teknologika jurnal wastukancana ac index php teknologika article view 364
| File size | 608.21 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
WASTUKANCANAWASTUKANCANA Data yang dikumpulkan meliputi waktu proses pada setiap stasiun kerja serta kapasitas mesin, yang kemudian digunakan untuk membangun model simulasi yangData yang dikumpulkan meliputi waktu proses pada setiap stasiun kerja serta kapasitas mesin, yang kemudian digunakan untuk membangun model simulasi yang
WASTUKANCANAWASTUKANCANA Penelitian ini bertujuan menganalisis kemampuan induktor dalam menjaga suhu main pot, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi efisiensi pemanasan,Penelitian ini bertujuan menganalisis kemampuan induktor dalam menjaga suhu main pot, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi efisiensi pemanasan,
WASTUKANCANAWASTUKANCANA Hasil Uji Kontinum variabel kepuasan pelanggan (Y) melalui jumlah perhitungan berada pada kolom baik dengan skor totak variabel kepuasan pelanggan 1. 872,Hasil Uji Kontinum variabel kepuasan pelanggan (Y) melalui jumlah perhitungan berada pada kolom baik dengan skor totak variabel kepuasan pelanggan 1. 872,
WASTUKANCANAWASTUKANCANA Metode OEE digunakan untuk mengukur efektivitas mesin berdasarkan tiga komponen utama, yaitu availability, performance efficiency, dan quality. PenelitianMetode OEE digunakan untuk mengukur efektivitas mesin berdasarkan tiga komponen utama, yaitu availability, performance efficiency, dan quality. Penelitian
PENERBITWIDINAPENERBITWIDINA Pembelajaran Pendidikan Pancasila di lingkungan sekolah berfungsi tidak hanya sebagai pengetahuan tetapi juga media efektif untuk menanamkan sikap toleransi.Pembelajaran Pendidikan Pancasila di lingkungan sekolah berfungsi tidak hanya sebagai pengetahuan tetapi juga media efektif untuk menanamkan sikap toleransi.
WASTUKANCANAWASTUKANCANA Hasil simulasi awal menunjukkan waktu menganggur (idle time) yang signifikan sebesar 15,4%, dengan akumulasi pada stasiun kerja Bahan Baku (12,30%), stasiunHasil simulasi awal menunjukkan waktu menganggur (idle time) yang signifikan sebesar 15,4%, dengan akumulasi pada stasiun kerja Bahan Baku (12,30%), stasiun
WASTUKANCANAWASTUKANCANA Sektor alas kaki olahraga menghadapi tantangan manajemen persediaan yang unik karena pola permintaan yang kompleks yang dipengaruhi oleh musim, tren mode,Sektor alas kaki olahraga menghadapi tantangan manajemen persediaan yang unik karena pola permintaan yang kompleks yang dipengaruhi oleh musim, tren mode,
WASTUKANCANAWASTUKANCANA Penelitian menunjukkan bahwa model inspirasi Connect the Dots efektif untuk pemula bisnis industri seperti RMB, dengan proses penentuan dan penghubunganPenelitian menunjukkan bahwa model inspirasi Connect the Dots efektif untuk pemula bisnis industri seperti RMB, dengan proses penentuan dan penghubungan
Useful /
WASTUKANCANAWASTUKANCANA Bilangan Reynolds menunjukkan nilai 73,308. Maka jenis aliran fluida di dalam pipa adalah Turbulent Flow. LMTD memberikan laju rata-rata panas tertransferBilangan Reynolds menunjukkan nilai 73,308. Maka jenis aliran fluida di dalam pipa adalah Turbulent Flow. LMTD memberikan laju rata-rata panas tertransfer
WASTUKANCANAWASTUKANCANA Hasil akhir sistem termasuk laporan stok, transaksi pembelian dan penjualan, pembelian, dan data pegawai dan supplier. Sistem informasi persediaan barangHasil akhir sistem termasuk laporan stok, transaksi pembelian dan penjualan, pembelian, dan data pegawai dan supplier. Sistem informasi persediaan barang
WASTUKANCANAWASTUKANCANA Metode end-to-end menggunakan satu model untuk deteksi dan pengenalan, meningkatkan efisiensi dan mengurangi kesalahan. Metode multi-cabang menggunakanMetode end-to-end menggunakan satu model untuk deteksi dan pengenalan, meningkatkan efisiensi dan mengurangi kesalahan. Metode multi-cabang menggunakan
WASTUKANCANAWASTUKANCANA Salah satu aspek yang dapat dianalisis adalah Man Power Planning pada Perusahaan Manufaktur. Dengan mengetahui peramalan, perencanaan tenaga kerja dapatSalah satu aspek yang dapat dianalisis adalah Man Power Planning pada Perusahaan Manufaktur. Dengan mengetahui peramalan, perencanaan tenaga kerja dapat