ITNITN

JURNAL FLYWHEELJURNAL FLYWHEEL

Disaat ini, dunia mengalami kekurangan tenaga yang kritis. Tiap tahunnya, terjadi kenaikan jumlah usaha masyarakat yang memerlukan bahan bakar, paling utama bahan bakar minyak atau bahan bakar fosil. Briket ialah salah satu sumber energi alternatif yang bisa digunakan, guna untuk mengambil alih sebagian dari penggunaan bahan bakar minyak. Biomassa yang digunakan dalam riset ini berupa cangkang kemiri dan tongkol jagung dan tepung tapioka sebagai campuran untuk perekat atau sebagai lem supaya campuran briket bisa terbentuk dengan baik. Tujuan dari riset ini buat mengenali pengaruh komposisi penyusun briket terhadap nilai ciri briket. Pengujian yang dicoba dalam riset ini meliputi: kuat tekan, dan temperatur pengeringan, Hasil riset membuktikan kalau nilai kalor paling tinggi dalam riset ini pada pada ilustrasi 4 dengan kuat tekan 100 kg dan temperatur pengeringan sebesar 150°C dengan komposisi campuran cangkang kemiri 65%, bonggol jagung 25% dan perekat 10% dengan nilai kalor 6107cal/ gram, pada kuat tekan 100 kg dan temperatur pengeringan sebesar 150°C dengan kandungan kadar air sebesar 4.70%, dengan kadar abu mencapai 0,90%, dengan kadar zat mudah menguap mencapai 2,10%, dengan kadar karbon terikat mencapai 97,00%.

Berdasarkan hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa.Pengaruh kuat tekan dan temperatur pengeringan briket cangkang kemiri sangat berpengaruh pada persentase kadar air, kadar abu, kadar zat menguap, kadar karbon terikat dan nilai kalor yang dihasilkan.Semakin tinngi kuat tekan yang digunakan pada sampel akan menyebabkan keretakan pada briket disaat dikeluarkan pada cetekan yang akan menyebabkan kualitas briket menurun seperti pada sampel 3 dan sampel 6 yang memiliki kadar air paling tinggi dibandingkan pada sampel lainya.Komposisi, proses pencetakan dan temperatur pengeringan sangat berpengaruh terhadap kadar air, kadar abu, kadar zat mudah menguap, kadar karbon terikat dan nilai kalor.Semakin banyak persentase bonggol jagung akan meningkatkan kandungan nilai kadar abu, zat menguap dan nilai kalor, karena kandungan silika yang tinggi.Kualitas briket cangkang kemiri dan bonggol jagung yang memiliki hasil uji terbaik dalam penelitian ini pada sampel 4 dengan nilai kalor tertinggi mencapai 6107 cal/gram dan sampel 1,2,3,5, dan 6 yang sudah dilakukan pengujian de semua sampel sudah memenuhi standar SNI 01-6235-2000 maupun standan luar negri.

Berdasarkan hasil penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, dapat dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh komposisi bahan utama dan perekat terhadap karakteristik briket. Kedua, penelitian tentang pengaruh variasi ukuran butiran arang dan konsentrasi perekat terhadap karakteristik briket juga dapat dilakukan. Ketiga, penelitian tentang pengaruh temperatur dan durasi karbonasi pada pembuatan briket bioarang berbahan utama pelepah aren juga dapat menjadi fokus penelitian selanjutnya. Dengan melakukan penelitian-penelitian lanjutan ini, diharapkan dapat ditemukan metode yang lebih optimal dalam pembuatan briket dengan karakteristik yang lebih baik.

Read online
File size383.54 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test