UBP KARAWANGUBP KARAWANG

Pharma Xplore : Jurnal Sains dan Ilmu FarmasiPharma Xplore : Jurnal Sains dan Ilmu Farmasi

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dikaitkan dengan penggunaan antibiotik tidak rasional dan berisiko menimbulkan resistensi antimikroba. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pola, jumlah, dan rasionalitas penggunaan antibiotik pada pasien ISPA anak rawat inap di RSUD Karawang. Penelitian menggunakan desain deskriptif-analitik dengan pendekatan cross-sectional retrospektif pada 101 pasien usia 0–18 tahun periode Januari–Maret 2026. Analisis dilakukan menggunakan metode Gyssens dan ATC/DDD. Hasil penelitian menunjukkan total konsumsi antibiotik sebesar 29,86 DDD/100 patient-days, dengan penggunaan tertinggi cefixime (10,34) dan cefotaxime (10,01). Berdasarkan metode Gyssens, hanya 19% penggunaan antibiotik tergolong rasional, sedangkan penggunaan tidak rasional didominasi kategori IVA (42%) dan kategori V (35%). Penelitian ini menunjukkan perlunya penguatan program antimicrobial stewardship, penyusunan clinical pathway berbasis bukti, dan peningkatan kepatuhan terhadap pedoman terapi di RSUD Karawang.

Kelebihan penelitian ini adalah penggunaan kombinasi dua metode evaluasi (Gyssens dan ATC/DDD) yang memberikan gambaran menyeluruh dari aspek kualitatif maupun kuantitatif.Keterbatasannya meliputi desain retrospektif dengan ketergantungan pada kelengkapan rekam medis, periode pengamatan singkat (3 bulan), dan tidak adanya data kultur bakteri untuk menilai ketepatan pemilihan antibiotik secara akurat.Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan sampel lebih besar, memperpanjang periode pengamatan, mengintegrasikan data resistensi bakteri lokal, serta mengembangkan sistem monitoring penggunaan antibiotik berbasis elektronik dalam program antimicrobial stewardship.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki perbandingan efektivitas program antimicrobial stewardship berbasis elektronik dengan pendekatan manual dalam menurunkan tingkat penggunaan antibiotik tidak rasional pada pasien ISPA anak di rumah sakit tingkat pertama, dengan mengukur perubahan DDD/100 patient‑days serta prevalensi kategori Gyssens yang tidak rasional selama periode enam bulan. Selain itu, studi kohort prospektif yang melibatkan sampel multisentra di berbagai rumah sakit wilayah Jawa Barat dapat menguji hubungan antara pola resistensi bakteri lokal yang diidentifikasi melalui kultur sputum dan pilihan antibiotik pertama‑linenya, serta menilai apakah penerapan algoritma penyesuaian dosis berbasis berat badan dapat meningkatkan persentase terapi yang masuk kategori rasional (kategori 0) menurut metode Gyssens. Sebagai langkah lanjutan, penelitian kualitatif dengan metodologi mixed‑methods dapat mengeksplorasi faktor-faktor perilaku klinisi dan pengetahuan farmasi yang mempengaruhi keputusan pemberian antibiotik pada kasus bronkopneumonia, serta menguji intervensi edukasi terstruktur yang disesuaikan dengan pedoman klinis nasional untuk meningkatkan kepatuhan terhadap panduan terapi antibiotik pada populasi anak usia 0‑18 tahun yang signifikan.

Read online
File size427.24 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test